BAGAIMANA TUBUH KITA MENUA?
Penuaan tidak dapat terelakkan. Proses penuaan kita melaju begitu ketika kita melewati umur 30 tahun. Ketika kita berumur 40an, fungsi organ menurun hingga kapasitasnya hanya 80% saja; ini akan menurun hingga 70% ketika kita berumur 50 tahun. Kemudian, fungsi dari organ tubuh semakin memburuk sampai 35% ketika berumur 70 tahun.
| [KULIT] PENUAAN DIMULAI PADA SAAT KITA LAHIR Kulit: Organ pertama yang menua adalah kulit kita. Kulit menua mulai dari saat kita lahir. Kehilangan elastisitas kulit, kecermelangan, dan kehilangan warna adalah semua tanda-tanda penuaan. |
[MATA] MEMBURUK MULAI
UMUR 40 TAHUN
Mata: Rabun jauh pada umur 40 biasanya sebesar 100
diopter. Ini akan meningkat sampai 200 diopter
ketika berumur 50 tahun dan 300 ketika umur 60
tahun. Lansia berumur di atas 60 tahun akan lebih
rentan tehadap katarak, 30-40% dari kelompok ini
akan terkena katarak. Pada umur 70, 60-70% akan
menderita katarak. |
|||
|
[OTAK] MULAI MENUA SETELAH UMUR 20 TAHUN
Otak: Sel syaraf
adalah satu-satunya sel dalam tubuh yang tidak
melakukan duplikasi. Sekali rusak sel ini tidak
dapat memperbaiki diri sendiri. Otak berada di
puncaknya ketika kita mencapai umur 20 tahun. 5%
dari orang yang berumur 65 tahun akan menderita
Alzheimer's dan Dementia. Ini akan meningkat sampai
25% ketika mencapai umur 80 tahun. |
[JANTUNG] MENUA SETELAH UMUR 45 TAHUN Kardiovaskular: Penurunan elastisitas. pembuluh darah, pembesaran arteri, pembesaran jantung dan kalsifikasi pembuluh darah adalah tanda-tanda penuaan jantung. | |||
| [PARU-PARU] MENUA DENGAN CEPAT SETELAH UMUR 60 TAHUN Paru-paru: Merokok, polusi udara, asma, infeksi saluran udara & paru-paru, semuanya berpengaruh pada penuaan paru-paru. Mulai umur 30, kapasitas aliran puncak menurun hingga 30cc/detik setiap tahunnya. Ini akan menurun terus hingga 1/3 dari kapasitas paru-paru ketika mencapai umur 60. |
[PENDENGARAN] MEMBURUK
MULAI UMUR 60 TAHUN
Telinga: Kemampuan pendengaran mulai memburuk
setelah berumur 60 tahun. Kemampuan mendengar pria
memburuk lebih cepat daripada wanita. Penderita
diabetes dan hipertensi akan kehilangan pendengaran
mereka lebih cepat. |
|||
| [SAAT KRITIS] UNTUK WANITA PADA UMUR 35 TAHUN Menopause: Setelah umur 35 tahun, wanita menderita penurunan densitas tulang 1% setiap tahun. Setelah menopause, kecepatan rata-rata meningkat hingga 5-6%. Wanita berumur antara 20 hingga 25 tahun mengalami ovulasi sekitar 10 sampai 12 kali setahun. Setelah 40 tahun, ovulasi hanya terjadi 7-8 kali setahun. Setelah 45 tahun akan mengalami penurunan hingga satu atau dua kali setahun dan akan berhenti setelah menopause. | [HATI, LAMBUNG, KANTUNG EMPEDU, USUS DAN LIMPA] AKAN LEBIH MUDAH UNTUK TERINFEKSI Hati, perut, kantung empedu, usus dan limpa: organ¬organ ini tidak serentan organ-organ lain dalam proses menua, tetapi lebih mudah terinfeksi dan cedera. Melindungi organ-organ ini dari infeksi akan menghambat penuaannya. |
BIANG KELADI PENUAAN - RADIKAL BEBAS!
Apakah Radikal Bebas?
Radikal bebas adalah sebuah molekul aktif yang dapat merusak protein dan DNA.
Sumber radikal bebas:
| Eksternal | Internal | ||
|
|
Serangan konstan radikal bebas terhadap DNA kita adalah akar dari penuaan. Ketika tubuh menua, sistem pertahanan antioksidan tubuh akan melemah.
- Lebih banyak radikal bebas akan merusak DNA kita.
- Kerusakan yang berulang-ulang akan meng¬hasilkan perbaikan yang tidak mencukupi
- Menyebabkan pemendekan rantai DNA
- Kematian sel = Penuaan
| Setiap sel diserang
73.000 kali oleh radikal bebas setiap harinya. Radikal bebas diproduksi secara internal dan eksternal |
Dua Cara untuk mengurangi kerusakan DNA
| 1 | Mengurangi paparan
radikal bebas
|
| 2 | Memperkuat sistem
pertahanan Antioksidan
|
Lini Pertama dalam Pertahanan: Perlindungan membran sel
Vitamin C dan Vitamin E adalah nutrisi utama pelindung sel. Banyak radikal bebas merusas membran sel terlebih dahulu.
Lini Kedua dalam Pertahanan: Sitoplasma
SOD (Superoxide dismutase) dan GPX (Glutathione peroxidase) adalah antioksidan alamog yang melindungi dan memperbaiki sitoplasma. Anda dapat memperoleh SOD dan GPX da¬makanan kaya zinc dan selenium.
Lini Penting dalam Pertahanan: Organel (Mitokondria)
Mitokondria adalah pabrik yang memproduksi energi didalam tubuh. Apabila mitokondr __ dirusak oleh radikal bebas, proses penuaan meningkat pesat dan diikuti oleh kematiar Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asam alfa lipoat adalah antioksidan kunci dala¬memperbaiki dan melindungi mitokondria.
PERLINDUNGAN TUBUH LENGKAP DENGAN SPEKTRUM LENGKAP ANTIOKSIDAN
Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa antioksidan yang berbeda memiliki fungsi dan peran yang berbeda di dalam tubuh. Untuk perlindungan antioksidan menyeluruh, tubuh kita memerlukan nutrisi antioksidan spektrum lengkap.
VITAMIN ANTIOKSIDAN Vitamin C
- "Vitamin C dan demam flu" dipublikasikan pada 1970 oleh Dr. Linus Pauling, peraih dua Nobel Prize ini menyarankan untuk mengkonsumsi Vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan.
- Vitamin C adalah sebuah antioksidan kuat yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita
- Sebuah antioksidan larut lemak yang pen¬ting
- Mengurangi kerusakan asam lemak dalam membran sel yang disebabkan radikal bebas.
- Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vitamin E dapat mengurangi oksidasi dari Lipoprotein Densitas rendah (LDL), sehingga melindungi kesehatan mata, paru-paru, kulit, hati dan pembuluh darah.
- Sebuah komponen penting dalam protein dan enzim antioksidan SOD.
- Sebuah komponen penting dalam pembentukan enzim antioksidan GPX.
- GPX dapat melindungi sel dan darah kita dari serangan radikal bebas.
- Ditemukan dalam lebih dari 100 jenis enzim di dalam tubuh
- Komponen enzim SOD dan meningkatkan fungsinya.
- Sebuah elemen penting dalam aktivitas antioksidan
- Besi dapat dikombinasikan dengan polifenol untuk mengurangi pembentukan radikal bebas.
β-Karoten
|
Ekstrak Teh Hijau
|
Likopen
|
Koenzim CoQ10
|
Buah Gac
|
Sitrus-bioflavonoids
|
Chinese Lycium
|
Kuersetin
|
Siberian Pineapple
|
Lutein
|
Buah Cili
|
Ekstrak Buah Palm
|
Ekstrak biji anggur
|
Inositol
|
Asam Alfa Lipoat
atau Alpha Lipoic Acid (ALA)
|
Anti aging atau anti penuaan adalah sediaan untuk mencegah proses degeneratif. Dalam hal ini, proses penuaan yang gejalanya terlihat jelas pada kulit seperti keriput, kulit kasar, noda-noda gelap. Kerutan ataupun keriput dapat diartikan secara sederhana sebagai penyebab menurunnya jumlah kolagen dermis.
Indonesia mempunyai iklim tropis dengan sinar matahari melimpah yang dapat menyebabkan resiko tinggi terhadap kerusakan kulit atau penuaan dini (premature aging). Masalah yang timbul pada kulit akibat sinar matahari dapat diatasi dengan pengobatan dermatologis. Pengobatan yang diaplikasikan langsung ke kulit biasanya lebih efektif. Berikut ini adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk mengobati dampak penuaan dan photoaging:
- Injeksi Toksin BotulinumAhli
dermatologis telah mengumpulkan efek biologis yang berguna dari toksin
botulinum untuk mengobati efek dari penuaan seperti garis-garis pada
dahi dan keriput pada wajah. Ahli dermatologis menggunakan toksin
botulinum yang dimurnikan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk
diinjeksikan pada target di wajah. Hasilnya saraf yang memblokade otot
menyebabkan imobilisasi lokal pergerakan otot. Imobilisasi ini mencegah
pembentukan garis-garis kerut dan keriput ketika pasien mengerutkan
dahi.
Hasil pengobatan ini bertahan 3-4 bulan. Untuk hasil yang maksimal, pengobatan dengan toksin botulinum ini diulangi selama beberapa kali dan dikombinasikan dengan program training membiasakan otot untuk meminimalisir ekspresi kerutan wajah. Pengobatan dengan toksin botulinum dilakukan kurang lebih 30 menit di kantor ahli dermatologis.
Harga yang mahal, risiko besar, tidak praktis merupakan kekurangan dari injeksi ini. - Injeksi KolagenKolagen merupakan zat
yang terdiri atas serat protein dari jaringan manusia dan binatang.
Kolagen memberikan kekuatan dan struktur pada kulit, tulang, dan
ligamen. Sebagian besar kolagen yang digunakan untuk pengobatan cara ini
berasal dari binatang. Bagaimanapun orang yang alergi terhadap kolagen
sapi atau zat mirip kolagen dapat donor sendiri dari pasien atau
jaringan donor.
Ahli dermatologis akan memeriksa apakah pasien alergi terhadap kolagen sapi. Efek injeksi kolagen dapat bertahan 3-12 bulan. Sama dengan injeksi botulinum, harga yang mahal, risiko besar, tidak praktis, dan dapat menimbulkan alergi merupakan kekurangan dari injeksi ini. - Produk-produk OTC (Over-the-counter)mengandung
retinol (keluarga vitamin A), AHA, antioksidan seperti vitamin C dan E
serta pelembab dapat mengurangi munculnya garis-garis halus dan keriput.
Produk yang digunakan secara topikal ini relatif lebih praktis dan aman
sehingga lebih disukai.
Sumber : Jakarta anti Aging Ceter . 2008
Prof. Marzuki Suryaatmadja, Proses Penuaan dan Program Antipenuaan