Penjual telur itu berdagang di kios yang terletak di ujung pasar, tempatnya sepi. Mungkin ada yang bertanya, kalo begitu, gimana mau laku?? mana ada orang yang tahu...
Tapi rezeki memang tak terduga datangnya. Rezeki itu tak akan di ambil orang lain. Lihat saja, tak lama telur-telur itu habis juga. dagangannya laris juga, meski di logika manusia nih ya, dagang di tempat itu nggak bakalan ada pembelinya.
Hari ini Allah membuat ku tersasar ke ujung pasar yang sangaaat sepi, kios-kios yang pada tutup karena memang belum ada yang nyewa. Mencari benda oval. Tapi suliiit. Akhirnya bertanya sama penjual bahan-bahan dapur. Di sudut pasar kutemui pedagang telur itu.. Hem, Allah yang gerakkan kaki ini untuk mengantarkan rezeki si penjual telur..(penjual yang baik, karena tanpa ku minta dia kasih diskon, mungkin karena kebaikannya itu pula Allah memberi rezeki sama dia meski tempatnya saaanggaaat sepiii)...
Selain pedagang telur itu, ada juga pedagang alat-alat rumahtangga. Padahal yang jualan barang-barang itu banyak, deketan pula tempatnya. Tapi ya itu tadi setiap orang sudah punya rezekinya masing-masing. Nggak bakalan tertukar ataupun di ambil orang lain. Udah ditentuin kok sama Allah..^^
Kalo rezeki aja gitu, nah apalagi soal JODOH... nah, jadi jangan takut.. Karena jodoh kita udah terlutis di Lauhul Mahfudz bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini.. nggak bakalan ketuker kok.. Yakin aja sama Allah...OK?!
;-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar