Celoteh Septri: Tentang Ketidakpantasan

Tentang Ketidakpantasan

Wajah ini tak pantas memandang lurus ke depan, mengumbar senyum manis, ataupun menegur sapa orang yang berpapasan... Karena ketidakpantasan diri menghalanginya...

Jembatan itu menjadi saksi bisu, membuat diri menjadi sesosok manusia yang tidak pantas berjalan di muka bumi. Hati bersedih siapa yang tahu, tapi wajah pilu telah memberitahukan segalanya. Tanpa perlu kata terucap....

Angin malam, kali ini bukan menghembuskan rasa manis dalam kesepian. Tapi jalan menuju kehampaan abadi. Semua seakan terbang, menyapu kegelapan nurani. Tapi tetap di lubuk hati ini masih tersimpan larutan pahit yang menyesakkan...

Fatamorgana. Bibir manis tersenyum ramah... Tapi itu lagi-lagi senyuman yang menipu.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Celoteh Septri Urang-kurai