Pages

Pages

Pages - Menu

Selasa, 29 Januari 2013

Ayah Maaf...

"masih ada beras??" tanya ayah tepat sebelum travel jurusan padang itu menjemputku..

pukul sembilan pagi, aku ayah dan ibu duduk di ruang tamu. Mereka menunggu bus yang akan membawaku kembali menuntut ilmu di negeri orang. Ya, kami hanya duduk2 saja. Hingga pertanyaan itu terlontar dari mulut ayah.

"ehm,nanti dibeli aja di Padang,.." senyumku..
"bawa aja ini,." kata ayah sembari mengeluarkan sekarung beras dari kamar yang ada di sebelah ruang tamu. aku tahu itu beras kakak pertamaku, sengaja ditinggal nanti dijemput suaminya. Tentu ku tolak.

"Tidak apa2, nanti ayah bayar ke kakak.." ayah tetap saja bersi keras.
'ehmm... tapi kebanyakan Yah nanti berkutu.." tolakku lagi..

"yahh..bawa dikit aja kalau begitu.."kata ayah akhirnya. Ibu buru2 ke belakang mengambil beberapa plastik untuk menampung beras.

perlahan ayah pindahan beberapa canting beras dari karung ke plastik..wah,banyak pikirku dalam hati. kakak marah nggak ya???

melihat ayah begitu hatiku sedih teringat kembali saat kami masih punya sawah, saat tahun satu tahun dua sebelum ibu wafat, ibu selalu menyiapkan sekarung beras untuk ku bawa ke padang.. jatah makan satu semeter kadang lebih karena aku jarang makan..

"makan yang banyak, kalau uang habis kabari ya.. atau pinjam ke tante kalau ayah belum punya uang.." kata ayah sambil mengikat plastik beras..
"iya..." aku sedih..betapa susah ayah mencari uang untukku..tapi sering sekali aku menyia-nyiakan perjuangannya...Ayah,maaf..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar