ya, begitulah pesan terakhir yang kuterima darinya hari ini..
Perjalanannya ke Jogja. Seorang teman yang mengajakku mengenal manhaj salaf dan
lebih dekat dengan orang-orang yang sedang memperjuangkan manhaj salaf.
Aku kembali mengingat diskusi sengit kami satu setengah tahun yang lalu tentang dakwah yang begitu ganjil ditelingaku, seolah tak masuk di logikaku.. Dan aku pun mencoba mencari pembenaran atas jalan dakwah yang kupilih sejak 5 tahun belakangan. Ya itu satu setengah tahun yang lalu. Dan akhirnya aku pun mengalah. Memutuskan akhirnya untuk mencoba mengesampingkan egoku.
Hari itu, aku masih mengingatnya.. Minggu, 13 Januari 2013 di Masjid Baitul Ihsan. Kajian pertamaku bersama saudara/i ku yang bermanhaj salaf. tentu awalnya aku gamang. Merasa asing. bukan karena pakaianku yang tampak berbeda dari muslimah-muslimah berjubah dengan jilbab lebar berwarna senada itu. Tapi ini karena pemahamanku.. Aku merasa pemahamanku belum menyatu dengan pemahaman mereka. Tapi aku tetap berusaha menjadi tholibul ilmi yang baik. Mendengarkan dengan baik kata-kata ustadz Muhammad Elvi Syam dan mencoba merangkai setiap kata yang kudengar ke dalam buku tulis warna-warni berukuran 25x15 cm di pangkuanku.
Tentu tidak serta merta aku bisa menerima apa yang Ustadz sampaikan. Pemahamanku ini yang masih bercampur aduk dalam benakku.. Benarkah tempat yang kupilih ini?
Pencarian itu terus berlanjut hingga keganjilan-keganjilan yang kurasakan di tempatku dulu kini terkuak.. Di tempat ini. Aku memperoleh jawaban yang mengejutkan. Yang memberiku semangat untuk menjelaskan hal yang sama pada teman-temanku yang masih bergelimang dengan pemahaman yang keliru tentang manhaj ini....
Dulu pun aku marah pada manhaj ini yang telah mengambil saudara2 seperjuangan "kami". Ya, dulu pun aku marah dan benci. Tapi kini, aku mulai memahami. Mulai mengerti tentang penilaianku yang keliru.
Aku bersyukur karena temanku begitu sabar berdiskusi dengan watak kerasku yang terus-menerus membela dakwah yang telah kukenal sejak 5 tahun belakangan itu. Satu setengah tahun yang lalu. Hingga akhirnya dia bisa meyakinkanku untuk melihat lebih dekat manhaj ini bahkan bersentuhan langsung.
Meski kini, aku kembali dalam pencarian. namun kali ini bukan pencarian manhaj. melainkan pencarian tentang jatidiriku. Begitu jauh aku dari-Mu Ya Allah...
Aku kembali bertanya-tanya.. Apa alasanku mengaji di manhaj salaf? Apa alasanku mendengarkan radio manhaj salaf? Apa alasanku mencari kebenaran tentang manhaj salaf? Apa alasanku............? ah terlalu banyak tanda tanya yang ingin kutanyakan tapi jawaban siapa yang kutunggu???
Pencarian ini masih berlanjut...... Untuk meyakinkan diri yang penuh dosa ini.. agar istiqomah dengan manhaj Salaf....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar