Pages

Pages

Pages - Menu

Kamis, 29 Januari 2015

AGAR PERSAHABATAN TIDAK MENJADI PERMUSUHAN

📝 Artikel Islam
Ahad, 21 Shafar 1436 H
------------------
     14 Desember 2014

🍃 AGAR PERSAHABATAN TIDAK MENJADI PERMUSUHAN 🍂

☝Sesungguhnya bukanlah perkara yang gampang untuk membuat relasi persahabatan karena Allah dengan seseorang. Relasi tersebut bukanlah barang yang bisa dibeli…akan tetapi itu adalah anugerah dari Allah dengan sebab usaha pendekatan karena iman.

💐 Karenanya hendaknya kita berusaha untuk menjaga jalinan persahabatan. Yang perlu diingat adalah janganlah kita menganggap sahabat kita adalah malaikat yang tidak pernah bersalah, sehingga setiap kali ia bersalah lantas kita mencelanya. Sikap seperti ini adalah bentuk perenggangan bahkan bisa jadi pemutusan persahabatan, serta bentuk "kurang penghargaan" terhadap karunia relasi persahabatan tersebut yang merupakan anugerah Allah.

📢 Basyaar bin Burod berkata :

إِذَا كُنْتَ فِي كُلِّ الْأُمُوْرِ مُعَاتِبًا ..... صَدِيْقَكَ لَمْ تَلْقَ الَّذِي لاَ تُعَاتِبُهُ

Jika Engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu…

Maka engkau tidak menemukan sahabat yang tidak kau cela


فَعِشْ وَاحِدًا أَوْ صِلْ أَخَاكَ فَإِنَّهُ ...... مُقَارِفُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهُ

Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian…

Atau jalinlah persahabatan dengan saudaramu karena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan

(Lihat Taariikh Baghdaad 7/610, tahqiq Basyaar 'Awwaad)

📢 Ia juga berkata :

وَمَنْ ذَا الَّذِي تُرْضِي سَجَايَاهُ كُلُّهَا ...... كَفَى بِالْمَرْءِ نُبْلاَ أَنْ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

Dan siapakah yang seluruh perangainya menyenangkan (orang lain)….??

Cukuplah seseorang dikatakan mulia jika aibnya masih terhitung

📢 Yang lain berkata :

تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ ..... فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ؟

Engkau ingin memiliki seorang sahabat yang tidak ada kesalahannya sama sekali??

❓Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya??

💡Hendaknya kita bersabar dengan kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya….

💞 Akhirnya….selamat menjalin persahabatan karena Allah, semoga Allah mencintaimu karena persahabatanmu tersebut.

Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

__________
🌴Grup WA Bimbingan Islam🌴

RIYA TERSELUBUNG

📝 Artikel Islam
Ahad, 15 Shafar 1436 H

⚡RIYA' TERSELUBUNG⚡
----------------------

Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa'. Sehingga sebagian orang "KREATIF" dalam melakukan riyaa', yaitu riyaa' yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa' tersebut adalah :

Ke1⃣ : Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.

Model yang pertama ini adalah model riya' terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa', dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya

Ke2⃣ : Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang sholeh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

Ke3⃣ : Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, "Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustadz-ustadz yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…"

Ke4⃣ : Merendahkan diri tapi dalam rangka untuk riyaa', agar dipuji bahwasanya ia adalah seorang yang low profile. Inilah yang disebut dengan "Merendahkan diri demi meninggikan mutu"

Ke5⃣ : Menyatakan kegembiraan akan keberhasilan dakwah, seperti banyaknya orang yang menghadiri pengajian, atau banyaknya orang yang mendapatkan hidayah dan sadar, akan tetapi dengan niat untuk menunjukkan bahwasanya keberhasilan tersebut karena kepintaran dia dalam berdakwah

Ke : Ia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang menyelisihinya mendapatkan musibah. Ia ingin menjelaskan bahwasanya ia adalah seorang wali Allah yang barang siapa yang mengganggunya akan disiksa atau diadzab oleh Allah.

Ini adalah bentuk tazkiyah (merekomendasi) diri sendiri yang terselubung.

Ke7⃣ : Ia menunjukkan dan memamerkan kedekatannya terhadap para dai/ustadz, seakan-akan bahwa dengan dekatnya dia dengan para ustadz menunjukkan ia adalah orang yang sholeh dan disenangi para ustadz. Padahal kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari dekatnya seseorang terhadap ustadz atau syaikh, akan tetapi dari ketakwaan. Ternyata kedekatan terhadap ustadz juga bisa menjadi ajang pamer dan persaingan.

Ke8⃣ : Seseorang yang berpoligami lalu ia memamerkan poligaminya tersebut. Jika ia berkenalan dengan orang lain, serta merta ia sebutkan bahwasanya istrinya ada 2 atau 3 atau 4. Ia berdalih ingin menyiarkan sunnah, akan tetapi ternyata dalam hatinya ingin pamer. Poligami merupakan ibadah, maka memamerkan ibadah juga termasuk dalam riyaa'.

Para pembaca yang budiman, ini sebagian bentuk riyaa' terselubung, semoga Allah melindungi kita dari terjerumus dalam bentuk-bentuk riyaa’ terselubung tersebut. Tidak perlu kita menuduh orang terjerumus dalam riyaa' akan tetapi tujuan kita adalah untuk mengoreksi diri sendiri.

Hanya kepada Allahlah tempat meminta hidayah dan taufiiq.

✒ Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, MA

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 22-03-1434 H / 04 Februari 2013 M


www.firanda.com

     ««---•••¤⚫¤•••---»»

🌴Grup WA Bimbingan Islam

Perdukunan

PERDUKUNAN


بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله


Dukun adalah orang yang mengaku mengetahui sesuatu yang ghoib yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, seperti:

• mengetahui barang yang hilang, pencurinya
• mengetahui ramalan nasib
• dan lain-lain.

Dia mengaku mengetahui hal-hal tersebut dengan cara-cara tertentu seperti dengan:

• melihat bintang
• menggaris di tanah
• melihat air di mangkok
• dan lain-lain.

Dengan cara ini para dukun memakan harta manusia.

Saudaraku sekalian, ketahuilah bahwa perdukunan dengan namanya yang bermacam-macam adalah perkara yang diharamkan di dalam agama Islam.

Ilmu ghoib yang mereka akui pada hakikatnya adalah khabar dari jin yang mereka mintai bantuan.

Sedangkan cara-cara tersebut hanyalah untuk menutupi kedoknya sebagai seorang yang meminta bantuan jin & juga syaithan.

Kita sudah mengetahui bersama bahwa iblis sudah berjanji akan menyesatkan manusia dan menyeret bersama kedalam neraka.

Iblis & juga keturunannya tidak akan membantu sang dukun kecuali apabila dukun tersebut kafir kepada Allāh

Para ulama menghukumi dukun kafir dengan sebab ini.

Dan harta yang dia dapatkan dari pekerjaan ini adalah harta yang haram.
Berkaitan dengan ramalan yg kadang benar maka sebagaimana yang dikabarkan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadits yang shahih, bahwa para jin bekerjasama untuk mencuri kabar dari langit.

Apabila mendengar sesuatu maka jin yang di atas akan mengabarkan kepada yang di bawahnya dan seterusnya, sehingga sampai ke telinga dukun.

Terkadang dia terkena lemparan bintang sebelum menyampaikan kabar tersebut dan terkadang pula sempat menyampaikan sebelum akhirnya terkena lemparan bintang.

Kabar sedikit ini atau kabar sedikit yang sampai ini akan ditambah-tambah oleh dukun tersebut dengan kedustaan yang banyak.

Apa yang benar terjadi sesuai dengan yang dia kabarkan akan dijadikan alat mencari pembenaran & kepercayaan dari manusia.

Orang Islam dilarang sekali-kali datang ke dukun dengan maksud meminta bantuan bagaimanapun susahnya keadaan dia.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

"Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang dia ucapkan, maka dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad."

(HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majjah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullāh).

Dalam hadits yang lain Beliau mengatakan:

مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً

"Barangsiapa yang mendatangi dukun kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari. "

(HR. Imam Muslim)
 
Meskipun sebagian ulama berpendapat bahwa mendatangi dukun tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam, namun kedua hadits di atas cukup menunjukkan besarnya dosa orang yang mendatangi dukun.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menjadikan kita merasa cukup dengan yang halal & menjauhkan kita dari yang haram.

Itulah halaqoh yang ke-16 dan sampai bertemu kembali pada halaqoh yang selanjutnya.

و صلى الله على نبينا محمد و على آل نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.

Saudaramu,
Abdullāh Roy

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 08 Rabī'ul Akhir 1436 H / 29 Januari 2015 M
👤 Ustadz Abdullāh Roy, MA
📗 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqoh 16 | Perdukunan
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/hgxl31ffoke45mz/16.%20perdukunan.mp3?dl=0
-----------------------------
✒Tim Transkrip Materi BiAS
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group WA Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Rumah Panggung Ayah

tempat favorit yang berkabut tebal tiap pagi,dingiiiiin,amazing banget

Rabu, 28 Januari 2015

Seorang Muslim Mulia Akhlaqnya

SEORANG MUSLIM MULIA AKHLAQNYA


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Seorang yang cerdas adalah seorang yang berusaha mencari amalan-amalan yang pahalanya besar.

Karena kita sadar bahwasanya umur kita tidak lama, kemampuan kita beramalpun tidak selamanya kuat.

Oleh karenanya para shahabat terdahulu selalu bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟

"Amalan mana yang paling afdhal, ya Rasūlullāh?"

Diantara amalan yang afdhal yang hendaknya kita lakukan adalah berakhlaq mulia.

Berakhlaq mulia adalah amalan yang sangat luar biasa.

Dalam hadits, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

لَيْسَ شيْءٌ أَثْقَلُ في مِيزَانِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ

"Tidak ada amalan yang paling berat timbangannya di akhirat kelak seperti akhlaq yang mulia."

Ini menunjukkan bahwasanya akhlaq yang mulia jika diletakkan ditimbangan di akhirat kelak sangat berat.

Kemudian juga Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam haditsnya pernah berkata:

إنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

"Sesunguhnya seseorang dengan akhlaqnya yang mulia bisa meraih derajat orang yang senantiasa puasa sunnah dan senantiasa shalat malam."

• Orang ini, mungkin jarang shalat malam
• Orang ini, mungkin bahkan tidak shalat malam
• Orang ini, mungkin tidak puasa sunnah.

Akan tetapi, karena akhlaqnya mulia maka dia bisa mencapai derajat orang-orang yang senantiasa shalat malam dan senantiasa puasa sunnah.

Karenanya, kita berusaha menghiasi diri kita dengan akhlaq yang mulia.

Dalam hadits, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

أنا زَعِيمٌ ببيتٍ في أعْلَى الجنَّةِ لمنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

"Aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang memperindah akhlaqnya."

Akhlaq bisa diperindah.

Rasūlullāh mengatakan bahwa beliau menjamin istana di surga yang paling tinggi bagi orang yang memperindah akhlaqnya.

Contoh nyata dari praktek akhlaq yang mulia sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Perhatikan!

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

أَقْرَبَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاقًا      

"Orang yang paling dekat dengan aku pada hari kiamat kelak (tentunya disurga) yaitu orang yang paling baik akhlaqnya."

Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan, siapa orang yang paling baik akhlaqnya.

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

الْمُوَطَّئُونَ أَكْنَافًا ، الَّذِينَ يَأْلَفُونَ وَيُؤْلَفُونَ ،
"Yaitu orang-orang yang membentangkan tangan-tangan mereka yaitu orang-orang yang mudah untuk bergaul dan mudah untuk diajak bergaul."

Ternyata di antara akhlaq yang mulia adalah mudah untuk bergaul dan mudah untuk diajak bergaul.

َلا خَيْرَ فِيمَنْ لا يَأْلَفُ وَلا يُؤْلَفُ

"Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa bergaul dan tidak bisa diajak bergaul."

Lantas bagaimana kita bisa mudah bergaul?

Tentunya jika kita:
• murah senyum
• ramah tamah
• tidak sombong
• tidak angkuh
• menghargai oranglain

Ini agar kita bisa mudah bergaul, agar orang tertarik dengan kita.

Terutama tatkala kita ingin berdakwah. Kita ingin masyrakat menerima dakwah kita.

Bagaimana caranya agar mereka mau bergaul dengan kita?

Agar kita mudah bergaul dengan mereka?

Maka janganlah kita menjadikan kita seakan-akan eksklusif yang membuat orang seakan-akan enggan untuk dekat dengan kita.

Maka nashihat saya kepada para ikhwan sekalian...

Bagi anda yang berpenampilan islami, dengan jenggot yang panjang...

Jadilah anda lebih manis dengan jenggot anda...

Murah senyum...

Orang akan semakin tertarik tatkala melihat anda manis dengan jenggot anda...

Bukan sebaliknya,

Semakin sangar...
Semakin dijauhi orang...
Semakin ditakuti oleh orang...

Ini cara yang keliru.

Demikian juga ukhti muslimah, saudariku...

Tatkala anda memakai jilbab...

Tatkala anda memakai cadar...

Jadilah anda sebagai seorang wanita yang ramah...

Jika melewati oranglain maka tegur...

Jika melewati ibu-ibu yang tidak berjilbab maka salami... tegurlah dia...

Tunjukkanlah bahwasanya wanita yang berjilbab dan bercadar adalah seorang wanita yang rahmat...

Seorang wanita yang mudah untuk beramah tamah dengan oranglain...

Bukan tampilan seorang yang eksklusif, yang jika melewati oranglain cuek, tidak menegur, sehingga terkesan seakan-akan merendahkan, seakan-akan menghinakan.

Dan saya ingatkan, hati-hati jangan sampai seorang menjadi sebaliknya!

Yaitu orang yang paling hina di hadapan Allāh pada hari kiamat kelak.

Siapakah orang tersebut?

Orang tersebut adalah orang yang dijauhi oleh masyarakat, tidak ingin didekati oleh masyarakat.

Kenapa?

Karena:
• lisannya yang kotor
• tidak menghargai orang lain
• suka menghina orang lain

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ

"Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya dihari kiamat kelak adalah orang yang ditinggalkan oleh manusia (masyarakat) karena mereka tidak ingin disakiti oleh lisannya yang kotor."

Dalam riwayat lain اتِّقَاءَ شَرِّهِ.

Karena manusia ingin menjauh dari keburukannya.

Karenanya, manislah anda dengan jenggot anda, dan indahlah anda dengan jilbab dan cadar anda dihadapan masyarakat.

والحمد للّه رب العلمين

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 7 Rabi'ul Akhir 1436 H / 28 Januari 2015 M
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📝 Materi Tematik
▶ Seorang Muslim Mulia Akhlaqnya
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/178i8wg809esbxb/AUD-20150128-WA0010.mp3?dl=0
📺 Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=O9yz96HUnUc
---------------

✒Tim Transkrip Materi BiAS
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group WA Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Selasa, 27 Januari 2015

Wanita Syurga

Keanggunan yang terpancar darimu.. muslimah..
Ketegasan jiwamu bak perisai nan indah
Kau hadirkan pesona penuh berbalut takwa
Laksana surga di dunia

Keteguhan hatimu oh wanita muslimah
Ketangguhan dirimu yang terbingkai sholehah
Perhiasan dunia tunduk pada yang Kuasa
Sejukmu menentramkan jiwa

Engkau wanita syurga bidadari dunia
Kehormatan kau jaga dengan penuh cinta
Engkau wanita syurga
bak permata berharga
berbinar indah dalam kesucian jiwa

Obat cuma Alat?

"Obat hanyalah alat sampainya kesembuhan kepada kita.."

Ya,karena hanya kepada Allaah-lah kita harus bersandar. Sakit dan sehat itu dari Allaah. Seringkali kita berkata:

"Kalau bukan karena Dokter,saya tidak akan sehat..."
"Kalau bukan karena minum obat ini,saya tidak akan sembuh.."
"Kalau bukan karena..............,saya tidak akan..................."

Ya semua kata di atas hanyalah contoh lalainya kita mengingat Allaah, kita lupa kalau Allaah-lah yang telah memberi kita kesembuhan atas rasa sakit yang Dia pula lah yang memberikan.


Seharusnya kita berkata:

"Kalau bukan karena Allaah, saya tidak akan sembuh..."


Talang Kecil

Talang kecil dimana Allaah mengalirkan rezeki kepada keluarga kami.

Sihir

SIHIR

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-15 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang SIHIR.

Ayyuhal ikhwah, sihir bermacam-macam jenisnya.

Dan sihir yang merupakan kesyirikan adalah sihir yang terjadi dengan meminta pertolongan kepada syaithan.

Dan syaithan tidak akan menolong seseorang kecuali setelah melakukan perkara yang dia ridhoi, yaitu kufur kepada Allāh (kafir kepada Allāh ), dengan cara:

Menyerahkan sebagian ibadah kepada syaithan tersebut, atau

Menghina Al-Quran, atau

Mencela agama dan lain-lain.

Allāh berfirman:

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

"Dan bukanlah Sulaiman yang kafir, akan tetapi syaithan-syaithan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia"

(Al-Baqarah 102)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda (yang artinya):

"Jauhilah 7 perkara yang membinasakanmu."

Para sahabat bertanya:

"Ya Rasulullah, apa 7 perkara tersebut?"

Maka Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

"Syirik kepada Allah, sihir,...(dst)."

(Muttafaqun 'alaih)

Hukuman bagi seorang tukang sihir jenis ini adalah hukuman mati bila dia tidak bertaubat.

Sebagaimana telah dicontohkan oleh para shahabat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Dan yang berhak untuk melakukan hukuman tersebut adalah pemerintah yang sah & bukan individu.

Mempelajari sihir termasuk perkara yang diharamkan.

Bahkan sebagian ulama menghukumi pelakunya keluar dari Islam.

Demikian pula meminta supaya disihirkan juga perbuatan yang haram.

Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan bahwa bukan termasuk pengikut Beliau orang yang menyihir & orang yang meminta disihirkan.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dalam Musnadnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullāh.

Seorang muslim hendaknya mengambil sebab untuk membentengi diri dari sihir.

Diantaranya adalah:

⑴ Dengan menjaga dzikir-dzikir yang di syariatkan seperti:
• dzikir pagi & petang,
• dzikir-dzikir setelah shalat 5 waktu,
• dzikir akan tidur,
• dzikir mau makan,
• dzikir masuk & keluar rumah,
• dzikir masuk & keluar kamar kecil
• dan lain-lain.

⑵ Dan membersihkan diri & juga rumah dari perkara-perkara yang membuat ridho syaithan, seperti:
• jimat-jimat
• musik-musik
• gambar-gambar makhluk bernyawa
• dan lain-lain.

Dan apabila, qodarullah, terkena sihir maka hendaknya dia:
√ bersabar
√ merendahkan diri kepada Allāh
√ memohon darinya kesembuhan, dan
√ berpegang dengan ruqyah-ruqyah yang disyariatkan.

Dan jangan sekali-kali dia berusaha untuk menghilangkan sihir dengan cara meminta bantuan jin, baik secara langsung maupun lewat dukun, para normal & yang semisal dengan mereka.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā melindungi kita & keluarga kita dari semua kejelekan didunia & di akhirat.

Itulah halaqoh yang ke-15 dan sampai bertemu kembali pada halaqoh yang selanjutnya.

و صلى الله على نبينا محمد و على آل نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.

Saudaramu,
Abdullāh Roy

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 06 Rabī'ul Tsani 1436 H / 27 Januari 2015 M
👤 Ustadz Abdullāh Roy, MA
📗 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqoh 15 | Sihir
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/89d5u1l2773ehvg/15.%20sihir.mp3?dl=0
-----------------------------
✒Tim Transkrip Materi BiAS
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group WA Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Jumat, 23 Januari 2015

Apoteker???

Kini lah jadi Apoteker, tapi..........

Rasanya percuma dapat nilai A waktu ujian Komprehensif, percuma. Rasanya semua ilmu sudah menguap sekarang. Hanya tersisa ilmu-ilmu dasar yang tidak seberapa.

Alhasil ketika saudara bertanya mengenai obat,aku hanya bisa bilang "Nggak usah lah minum obat,istirahat aja, atau minum air putih,minum madu,jahe hangat" de el el sejumlah terapi yang nggak berisiko atau istilah farmasinya "terapi non farmakologi".

Sebenarnya bukan aku nggak tahu penyakit ini terapinya obat ini, tapi aku berusaha semaksimal mungkin menghindarkan saudara2 ku dari ketergantungan dengan obat-obatan. Setahu aku obat itu "racun", apabila nggak digunakan dengan 7T dan 1 W ( Tepat Diagnosis, Tepat Pemilihan Obat, Tepat Indikasi, Tepat Pasien, Tepat Dosis, Tepat Cara dan Lama Pemberian,Tepat Informasi dan Waspada Efek Samping Obat).

Tapi,seorang ibu yang begitu "kasihan" pada anaknya yang batuk nggak hilang-hilang disertai flu dan kadang demam juga ikut-ikutan, akhirnya membawa anaknya ke rumah sakit karena obat apotek udah nggak mempan. Dan seperti biasa jika kita ke rumah sakit dan diperiksa Dokter, kita akan membawa pulang secarik kertas berisi resep obat-obatan untuk mengatasi sakit yang kita derita. Hal ini pun dialami ibu itu yang nggak lain adalah ayuk-ku.

Ku baca obat-obatan pada resep itu, dan wow ku temukan antibiotik generasi atas di dalamnya. Ponakanku yang masih bayi (dibawah dua tahun) itu harus minum obat sekeras ini? Separah itukah ponakanku? Namun apa daya, si Ibu tak tahu lagi bagaimana menyembuhkan penyakit yang menggerogoti saluran pernafasan anaknya. Agh, dimana ilmu Apotekerku. Benar2 aku tak bisa memberi pemahaman yang meyakinkan sang Ibu agar tidak membiarkan obat itu melewati kerongkongan mungil ponakanku.

Sebenarnya pha-pha kecil sudah meminum obat dengan kandungan yang sama dan tujuan terapi yang sama pula, tapi kali itu dia dapat merk yang lebih branded. Dan ajaibnya dia menyukai rasa obat-obatan itu, alhasil dia minta dan minta lagi. Sementara sakitnya lumayan berkurang. Aku yang apoteker benar2 acung jempol sama Apoteker yang membuat formulasi obat yang pahit menjadi enak di lidah anak-anak. Tapi, kasihan ponakanku ini, berapa banyak obat yang sudah tertimbun didalam tubuh dan aliran darahnya, yang belum sempat dikeluarkan karena waktu eliminasi obat yang panjang. belum lagi kalau beberapa hari kemudian dia minum obat itu lagi dengan keluhan yang sama. Aduuh,nggak kebayang, berapa banyak efek samping obat yang akan dialami tubuh mungilnya.

Itulah sebenarnya alasan kenapa aku hanya menganjurkan terapi non farmakologi pada keluargaku atau teman2ku yang bertanya tentang terapi penyakit. ESO yang tak terhindarkan. Mudharat yang lebih besar dari manfaat.

"Hindari penyebabnya", ya edukasi lah yang akhirnya kuberikan. Ku jelaskan penyebab penyakitnya dan penyebab itulah yang harus dihindari bila tak ingin merasakan sakit yang sama. Sementara mereka tetap ke Dokter untuk mendapatkan obat yang bisa mengurangi rasa sakit.

Sering manusia lupa, siapa yang memberi rasa sakit? Ya, Dia-lah Allaah yang Maha berkehendak. Banyak bukti yang menunjukkan bagiamana akhirnya orang-orang mendekat kepada-Nya, meminta kesembuhan atas sakit yang mereka derita. Dan Allah pun mengabulkan do'a mereka.

Ingat, obat itu hanya cara atau fasilitas untuk kesembuhan. Tetapi yang berkehendak untuk kesembuhan itu tak lain adalah Allaah. Jadi ingatlah Allaah ketika kita sakit. dan berobatlah dengan cara yang benar dan tidak menyimpang dari syari'at-Nya.

Kamis, 22 Januari 2015

Seharusnya, Bukan malah

Seharusnya aku memberi pengertian,agar mereka bisa memahami.
Bukan malah mencaci maki hingga mereka kesal padaku

Seharusnya aku lebih sabar mendengarkan penjelasan agar lebih bisa mengerti keadaan.
Bukan malah memotong pembicaraan dengan kata-kata hujatan yang menyakitkan.

Seharusnya aku tersenyum agar mereka bisa menerima situasi kelam yang tengah kualami..
Bukan malah diam seribu bahasa membuat sejuta tanya..


Ya seharusnya aku mencontoh akhlak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dalam memperlakukan saudara..
Bukan malah mengikuti bisikan syetan yang menjerumuskan aku menjadi manusia kejam..

Berbenah...

Bahagianya Orang yang Ikhlas

BAHAGIANYA ORANG YANG IKHLASH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Alhamdulillāh washshalātu wassalāmu ’ala Rasūlillāh.

Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling ikhlash. Semakin dia meningkatkan keikhlasannya maka dia akan semakin berbahagia.

Bagaimana dia tidak berbahagia?

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengetahui kebaikannya, Allah mengetahui amalannya dan dia menyerahkan ibadahnya semata-mata hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Seseorang di atas muka bumi ini bahagia kalau dia bisa dikenal oleh orang yang mulia, dikenal oleh pejabat. Apalagi dia dikenal oleh misalnya bupati, apalagi dikenal oleh presiden misalnya. Dia bahagia, presiden mengenalnya.

Lantas bagaimana jika yang mengenalnya adalah Rabbul ‘ālamīn, Pencipta dan Penguasa alam semesta ini? Yang jika menghendaki sesuatu hanya mengatakan, “Kun, fayakun”.

Orang yang ikhlash adalah orang yang paling bahagia .

Suatu saat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah berkata kepada Ubay bin Ka’ab, Abu Mundzir radhiallāhu ‘anhu, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يَا أُبَيٍّ إِنَّ الله أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ القرآن

"Wahai Ubay, sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memerintahkan aku untuk membacakan Al Qur’an kepadamu.”

Maka Ubay berkata:

هَلْ سَمَّانِي لك

“Rasūlullāh, apakah Allah menyebutkan namaku kepadamu?”

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

سَمَّاكَ لي

“Ya, Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menyebut namamu dihadapanku.”

فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

Maka Ubay bin Ka’ab pun menangis.

Kenapa? Ubay menangis karena sangat gembira.

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengenalnya, Allah menyebut namanya.

Orang yang ikhlash, dia tahu bahwasannya Allāh mengetahui amal ibadahnya. Meskipun mungkin orang lain tidak ada yang melihatnya.

Mungkin orang lain tidak mempedulikannya, mungkin orang lain merendahkannya, tapi dia tahu dan yakin, bahwasannya apa yang dia lakukan, kebaikan yang dia lakukan diketahui oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullāh dalam kitabnya “Al Wasaail Al Mufidah Lil Hayati Sa’iidah” (Kiat-kiat Untuk Meraih Kabahagiaan), beliau menyebutkan:

💡“Di antara hal yang bisa mendatangkan kebahagian yaitu seseorang tatkala sedang berbuat baik kepada orang lain, jangan dia menganggap sedang bermuamalah dengan orang tersebut, tetapi sedang bermuamalah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā”.

Tatkala dia memberikan sumbangan kepada orang lain, tatkala dia memberikan bantuan uang kepada orang lain, dia ingat bahwasannya sekarang ini sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, Allāh sedang melihat dia memberi sumbangan.

Muamalah dia bukan dengan orang yang dia bantu, tapi muamalah dia dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Sehingga jika perkaranya demikian, yang dia harapkan hanyalah pujian Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, yang dia harapkan Allāh mengetahui siapa dirinya.

Semakin dia ikhlash, semakin tidak ada orang yang mengetahui amalannya, Allāh akan semakin mengetahui dia, Allāh akan semakin mengenalnya, Allāh akan semakin mencintainya.

Oleh karenanya dia tidak peduli dengan komentar orang-orang yang dia bantu, dia tidak perlu dengan komentar orang lain.

Dan syi'arnya sebagaimana orang-orang yang bertakwa yang Allāh sebutkan dalam Al Qur’an:

 إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Kami memberi makan kepada kalian karena Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, muamalah kami dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, bukan dengan kalian. Kami tidak butuh dari kalian terima kasih dan kami tidak butuh dari kalian balasan.” (QS: Al-Insaan: 9)

Inilah orang yang paling ikhlash, orang yang paling bahagia.

Adapun orang yang tidak ikhlash, dia senantiasa sibuk mendengar komentar orang lain tentang bagaimana amalan dia. Apakah dia dipuji, apakah dia dicela.

Tapi orang ikhlash, dia tidak peduli dengan perkataan orang lain, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia tahu bahwasanya pujian manusia tidak akan meninggikan derajatnya dan dia tahu bahwa celaan manusia pun tidak akan merendahkan derajatnya, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Benar-benar konsentrasi dia, bawasannya dia bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Karenanya, para pemirsa yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, diantara 7 golongan yang akan Allāh naungi pada dihari kiamat kelak, ada dua orang yang ikhlas yang Allāh menyebutkan atau Rasulullah shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan tentang ciri khusus mereka itu ikhlas.

1⃣ Yang pertama, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِ يَمِينِهِ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

"Seseorang yang dia berinfaq dengan tangan kanannya kemudian dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan olah tangan kanannya".

Dia bahagia tatkala dia tahu bahwasanya hanya Allāh yang mengetahui amalan dia. Dia tidak perdulikan komentar orang lain, bahkan dia sengaja menyembunyikan amalannya, agar yang mengetahui hanyalah Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Dia tidak butuh pujian orang lain.

2⃣ Yang kedua, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diantaranya.

رَجُلٌ ذَكَرَ الله خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Seseorang yang tatkala dia mengingat Allāh dalam bersendirian, maka kemudian matanya mengalirkan air mata"

Orang ini, dia bersendirian dan dia begitu merasakan kelezatan tatkala mengingat Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, tatkala mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia seakan-akan sedang berbicara langsung dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sehingga diapun menangis meskipun tidak ada yang melihat dia, mengeluarkan air mata kebahagiaan.

Kenapa?

Allāh mengetahui tangisan dia, Allāh mengetahui dia mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

👥 Bahkan diantara tafsiran para ulama: "Demikian pula seseorang yang tatkala dihadapan orang banyak, namun saking ikhlasnya, dia bisa mengkondisikan dirinya seakan-akan dia sedang sendirian.

Kenapa? Karena dia tidak mempedulikan komentar orang lain.

Sehingga dia tetap menangis meskipun dihadapan banyak orang. Dia yakin sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Sehingga meskipun dihadapan banyak orang, dia tetap menangis karena mengagungkan keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Para pamirsa yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, anda akan bahagia jika anda mengikhlashkan amalan ibadah anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Adapun jika anda kemudian sibuk dengan komentar orang lain, sibuk dengan pujian orang lain atau sibuk dengan cercaan orang lain terhadap anda, maka anda tidak akan pernah bahagia.

Karena tidak mungkin ada seorangpun yang akan dipuji oleh semua orang, tidak mungkin, mustahil.

Betapapun baiknya anda, pasti ada yang memuji dan pasti ada yang mencela.

Kalau Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, Rabbul 'ālamīn, Pencipta alam semesta ini tidak selamat dari celaan ciptaan-Nya, ciptaan makhluknya, seperti orang-orang yahudi mengatakan bahwasanya,

يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ

“Tangan Allāh terbelenggu,”

Mereka mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ

“Sesungguhnya Allāh miskin dan kamilah yang kaya.”

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā tidak selamat dari cercaan makhluknya.
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang memiliki akhlak super mulia pun tidak selamat dari cercaan kaumnya.

Bagaimana dengan kita?
Bagaimana dengan anda?

Tentunya mengharapkan keridhaan seluruh manusia adalah sesuatu yang mustahil, sebagaimana perkataan Imam Syāfi’iy rahimahullāh:

رضا الناس غاية لا تدرك

“Bahwasanya mencari keridhaan manusia adalah suatu hal yang mustahil (tujuan yang mustahil) untuk diraih”.

Karenanya, ikatkan hati anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Yakinlah bahwasanya anda sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka anda akan bahagia karena Allāh yang akan membahagiakan anda dan anda tidak akan memperdulikan komentar manusia.

Wallāhu Ta'ālā A’lam bish-shawāb.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّه وَبَرَكَاتُه

🌍 BimbinganIslam.co
Rabu, 30 Rabi'ul Awwal 1436 H / 21 Januari 2015 M

👤Ustadz Firanda Andirja, MA
📝 Materi Tematik
▶ Bahagianya Orang Yang Ikhlas
📺 Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=ghrxdWK2eqs
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/5p71or7abmnppy5/AUD-20150121-WA0031.mp3?dl=0
----------------------------

✒Tim Transkrip Materi BiAS
__________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Rabu, 21 Januari 2015

Ar-Ruqyah (Jampi-jampi)

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-11 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Ar-Ruqyah (Jampi-jampi)"

▫ Ruqyah yaitu bacaan yang dibaca untuk orang yang sakit supaya sembuh.

✔ Bacaan ini diperbolehkan selama tidak ada kesyirikan.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺮْﻗِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺮَﻯ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻋْﺮِﺿُﻮﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺭُﻗَﺎﻛُﻢْ ﻟَﺎ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟﺮُّﻗَﻰ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﺮْﻙٌ

✒ Dari 'Auf bin Malik رضي اللّه عنه beliau berkata; "Kami dahulu meruqyah di jaman jahiliyah, maka kami bertanya kepada Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم : "Apa pendapatmu tentang ruqyah ini?". Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم bersabda : "Perlihatkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, sesungguhnya ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan".
(HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه اللّه).

✔ Ruqyah yang tidak ada kesyirikan seperti ruqyah dari ayat-ayat Al-Qur’an, dari do’a-do’a yang diajarkan Nabi صلّى الله عليه و سلّم dan ini lebih utama atau dengan do’a-do’a yang lain yang diketahui kebenaran maknanya baik dengan bahasa Arab atau selain bahasa Arab.

✅ Kemudian hendaknya orang yang meruqyah ataupun yang diruqyah meyakini bahwasanya ruqyah hanyalah sebab semata tidak berpengaruh dengan sendirinya dan tidak boleh seseorang bertawakal dengan sebab tersebut.
✅ Seorang muslim mengambil sebab dan bertawakal kepada Zat yang menciptakan sebab tersebut yaitu Allah سبحانه وتعالى.

❕ Ruqyah yang mengandung kesyirikan adalah jampi-jampi atau bacaan yang mengandung permohonan kepada selain Allah, entah kepada seorang jin ataupun seorang wali sekalipun.
❕ Biasanya disebutkan di situ nama-nama mereka, tidak jarang jampi-jampi ini dicampur dengan ayat-ayat AlQur’an atau dengan nama-nama Allah atau dengan kalimat yang berasal dari bahasa Arab.
❕ Tujuannya adalah satu yaitu untuk mengelabui orang-orang yang jahil dan tidak tahu.

✒ Ruqyah yang mengandung kesyirikan telah dijelaskan Rasulullah oleh صلّى الله عليه و سلّم dalam sabda beliau :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮُّﻗَﻰ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤَﺎﺋِﻢَ ﻭَﺍﻟﺘِّﻮَﻟَﺔَ ﺷِﺮْﻙٌ

’’Sesungguhnya jampi-jampi dan jimat-jimat dan juga pelet adalah syirik’’.
(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله تعالى)

Itulah halaqoh yang ke-11..
Sampai bertemu di halaqoh selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Saudaramu,
✒ Abdulloh Roy

🌍 BimbinganIslam.com
📝 Selasa, 22 Rabi'ul Awwal 1436 H / 13 Januari 2015 M
✒ Ustadz Abdullah Roy, MA
📗 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 11 | Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)
⬇ https://www.dropbox.com/s/cjiovjtbm8hkh8a/11.%20rukiyyah.mp3?dl=0
-------------------------
📝 Tim Transkrip Materi BiAS
___________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Assalamu,alaykum

Ngeblog lagi akhirnya setelah vakum hampir setahunan..

Assalamu'alaykum blogku...

Bila setahun lalu penuh dengan cerita asal-asalan,maka kali ini aku ingin menulis yang lebih serius. Alhamdulillah,Allaah memberi begitu banyak fasilitas untuk belajar ilmu agama. In syaa Allaah bila aku sempat,aku akan berbagi ilmu yang kudapat di blog ini..

Tunggu kabar selanjutnya ya...