Pagi itu, aku terdiam di dalam kamar. Sendiri. Ah, tidak...ada dua malaikat yang selalu mengawasi tingkah lakuku. Tapi, pagi itu aku merenung. Mata sembab. Tangan perih menahan sakit. Aku tersadar. Allah masih izinkan aku bernafas pagi ini. Itu artinya Allah mashi beri aku kesempatan untuk beramal. Pagi itu, aku menangis lagi. Terdiam menatap layar laptop penuh tulisan.
***
Aku jadi ingat kisah di fotokopian.. Waktu itu aku sedang menunggu kopian rapor ku di fotokopian SMA. Ruangan kecil yang penuh sesak dengan siswa-siswi Smanli yang sama sepertiku. Menunggu ijazah. Alhamdulillah ada satu kursi kosong, aku putuskan duduk disana. tapi ketika sedang duduk menatap punggung teman2 yang antri di depan mein fotokopi, tiba-tiba tepat di depan wajahku ada wajah asing yang menatapku lekat. Tidak sampai 50 cm jarak kami, aku kesal, orang iseng pikirku. Aku langsung menunduk. Tapi wajah itu malah semakin membungkuk ke arahku dan semakin dekat. Aku jadi nggak nyaman. Apalagi ketika dia mulai mengeja namaku yang ada di sampul rapor. ya ampuun ni orang bener2 deh isengnya. Hupff..
Selidik punya selidik nih, ternyata dia pikir aku wanita berjilbab yang fotonya paling gede di buku tahunan sekolah. Ya aku dikira akhwat pemegang gitar yang tampil di buku itu.. Hemm.. Di bilang bukan tapi dia nggak percaya.. (aku kan akhwat yang pegang mik di sebelahnya,hehehe..)
Gara-gara itu aku jadi inget lagi sore-sore hujan-hujanan di pantai akhirnya masuk ke Bengkulu Indah Mall. Dan memutuskan foto di sana untuk buku tahunan sekolah itu. (maksa banget). Ceritanya kamu satu kelas konvoi kemana-mana sesuai tema masing2 grup. berhubung aku dan temanku yang sama-sama berjilbab nggak punya konsep apa-apa, jadilah comot-comot alat muski orang untuk foto wajib tahunan itu. nggak ikhlas.. apalagi nih karena kami cuma berdua, jadi satu halaman full hanya untuk foto kami, 1 grup. gleekk..
Untung yang iseng nanyain tu foto cuma satu orang aja.. Benar-benar iseng wajah cowok mantan kelas 3 Ipa 2 itu. Belakangan aku tau kalo dia ternyata pacar teman dekatu di SMP dulu. hemmm..
Malu juga udah nekat ajak dia ikut kajian, ternyata dia bukan hanif seperti yang ku kira. Ternyata dia laki-laki bebas yang bebas..(maksudnya??? hanya aku dan Allah yang tau,hehehee)..
Di kesempatan lain aku malah ngajak anak Drumbend ikut kajian, atau mayoretnya yang pakek pakaian suueekksiii abiss.. atau anak basket, atau anak paskibra, atau anak tarii... hehehee ada-ada aja semangatku dulu.. (Alhamdulillah ada juga yang mau ikut meski cuma sekali, dan untungnya kajiannya hari jumat hari dimana cewek2 wajib pakai jilbab.--aneh jga kok jumat aja sih pakek jilbabnya-- jadi dia nggak jadiin jilbab sebagai alasan nggak mau ikut ngaji... tapi adek itu cuma sekali aja ikut kajian, selanjutnya dia sibuk dengan tim basket dan paskibranya.. Ya, hidayah.. mahaaalll)
Atau kisah lain ketika teman sebangkuku yang super pintaar itu. Ku ajak juga ikut kajian. Sekali ini aja, kalau suka Alhamdulillah, kalau nggak suka kan nggak rugi2 juga kok... Akhirnya dia ikut (setelah dibujuk juga sama teman2 lain yang juga ikut kajian).. dan sekarang aku malah kalah darinya. di UI sana dia berkibar dan mengembangkan sayap di dunia dakwah. Jilbabnya juga makin lebar aja.. Ahh, aku iri..
Dan kisah pacar adekku, yang sms nyasar ke hapeku. minta ketemuan. Aku ceramahin, dan akhirnya dia ikut kajian..
Dan masih banyak kisah lain tentang semangat dakwah.. di SMA dulu..
***
Semua kisah dan masih banyak lagi tentang semangat menuntut ilmu dan mengajak orang lain untuk ikut menikmatinya. Semangat yang kini luntur lantaran aku sudah tidak mengenali diriku sendiri..
Yaa Rabb, angkat aku kembali. Dalam kelemahan diri ini, jangan Kau serahkan aku pada diriku.. Aku tak sanggup Ya Allah... Aku tak sanggupp...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar