Change! Tekad untuk Berubah.
Allahumma inni a'udzubika minal-hammi wal-hazani wa a'udzubika minal-'ajzi wal-kasali wa a'udzubika minal-jubni wal-bukhli wa a'udzubika min ghalabatid dain wa qabrir-rijal.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat ragu-ragu, duka cita, lemah, malas, penakut, kikir, dililit hutang, dan intimidasi manusia..
Itulah do'a yang diajarkan oleh manusia teladan, manusia yang paling sempurna dan satu-satunya manusia yang patut untuk diidolakan... Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam...
Ketika berjalan di anatara tumpukan rak-rak buku yang berjajar rapi di gramedia suatu hari, tak ada keinginan untuk membawa pulang satu buku pun. niat hati hanya menemani teman. Tapi buku kecil ini telah menggoda hatiku untuk menjadikannya salah satu koleksi di rak buku mini milikku.
Ya, buku itu berjudul.." Ya Allah, Sia-siakah Shalat Malamku?"
Mungkin pembaca pun pernah merasakan hal yang sama, di mana hati bertanya-tanya diterimakah sholat malamku selama ini? Kenapa aku hanya merasa semua cuma sekedar rutinitas saja...??? Ya, sama. Itulah yang aku rasakan. sekedar rutinitas. nggak masuk ke ruh ku. Tidak menyentuh jiwa. Maka dari itu, karena penasaran aku rogoh kocek untuk membeli buku kecil ini. Semoga bermanfaat.
Sedikit berbagi ilmu dari sedikit halamannya, semoga bisa diambil hikmahnya.
Bermula dari do'a di atas. mengiringi keistiqamahan shalat malam, kita harus menjadi pribadi yang senantiasa berubah dari keburukan menuju kebaikan. Penulis berkata,"Do'a ini adalah isyarat bahwa kita sedang berdekatan dengan Allah, sekaligus akan mengubah hal-hal yang menjadi penghalang kita untuk menjadi lebih baik. Penghalang-penghalang itu adalah sebagai berikut:
1. Hammi (ragu-ragu menghadapi masa depan)
Keraguan harus dihilangkan. Kita memohon kepada Allah untuk dihindarkan dari sifat ragu,tetapi kitalah yang berikhtiar menghilangkannya. Kergauan adalah cermin kelemahan jiwa yang harus kita lawan dengan kekuatan jiwa.
2. Hazan (kesedihan, kenangan buruk masa lalu)
Kesedihan dan pengalaman buruk masa lalu adalah keadaan sementara yang dapat diubah jika kita mau mengubahnya. Kita boleh memohon Allah melenyapkan kesedihan, tetapi kita pula yang harus berupaya menghilangkan sumber-sumber datangnya kesedihan.
3. 'Ajzi (rasa pesimis)
Pesimis sangat dekat dengan keputusasaan, sedangkan putus asa adalah sikap yang dilarang oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala. Kita memohon kepada-Nya dijauhkan dari sikap putus asa, sambil disertai dengan upaya untuk menumbuhkan semangat dan keyakinan yang kuat.
4. Kasal (sikap malas)
Ketika kita memohon kepada-Nya untuk dijauhkan dari sifat malas, sesungguhnya kita sedang berjanji kepada-Nya bahwa kita akan menjadi pribadi yang rajin berusaha. Kita tidak perlu mencari penyebab kemalasan yang terlanjur melekat, sebab kemalasan hanya bisa ditawan dengan tekad dan sedikit penasaran.
5. jubni(perasan takut)
Semua orang memiliki rasa takut. Para nabi bahkan memiliki rasa takut pada saat-saat tertentu. Tetapi rasa takut yang tidak beralasan akan membuat diri kita terhambat menggapai cita-cita. Kita bermohon kepada Allah agar rasa takut itu dihilangkan, sembari kita juga harus melatih keberanian diri.
6. Bukhli (kikir)
Tidak ada kabaikan dari sifat kikir. kikir dalam harta, ilmu, pengalaman, bahkan kikir senyum adalah sifa buruk yang akna menimpa diri sendiri keburukannya.
7. Ghalabatod dain (terlilit hutang)
memohon kepada Allah adalah jalan terbaik untuk mengatasinya, kemudian diiringi dengan segera bangkit mencari sumber2 rezeki untuk mengatasinya.
8. Qahrir-rijal (hidup dalam perbudakan)
zaman sekarang memang sudah tidak ada lagi perbudakan manusia. tetapi manusia diperbudak oleh kekuasaan, harta, pangkat dan popularitas. semua itu hanya akan merusak hidupnya.
Ya, itulah yang bisa saya bagi.. kalau penasaran..beli aja bukunya.. ^^
Sumber: Abu Faiz Ramadhan. 2012. Ya Allah, Sia-siakah Shalat Malamku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar