Celoteh Septri: Kehilangan

Kehilangan


Afra menatap ke langit, suatu hari akan lewat di atas langit itu pesawat yang membawa seseorang yang sangat dinantikannya. Bukan datang mendekat tapi pergi menjauh. Afra hanya bisa diam, tak bisa mencegahnya. Wanita berjilbab lebar itu pasrah, menanti ketentuan Allah saja. Tapi, jauh di lubuk hatinya harapan itu tetap bersinar. Afra berharap Allah akan mempertemukan mereka kembali.

Tiga tahun yang lalu saat Afra baru mengenal Daffa, Daffa terlihat berbeda dari teman-temannya. Cowok tinggi, putih dan tampan itu sangat tenang. Sangat jauh berbeda di bandingkan teman-teman seangkatannya atau pun senior-senior yang lain yang bawaannya marah-marah terus. Pernah suatu hari Afra mendapati Daffa sedang sholat dhuha di mushola. Waktu itu Afra dan teman-teman sesama jilbaber hendak sholat dhuha juga. Lama Afra terdiam di atas sajadah ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang sangaat merdu. Ya, Daffa lah pemilik suara merdu yang ada di balik hijab itu..

Ketika mereka berpapasan di koridor kampus atau di gedung perkuliahan, Afra lebih sering melihat Daffa menundukkan pandangan. Diam-diam selama dua tahun Afra memendam kekaguman terhadap Daffa. Mereka sering bertemu, dalam agenda-agenda yang diadakan pihak BEM Fakultas. Dalam suatu rapat Afra kadang nggak konsen, karena dirinya sibuk mencari sosok pemuda yang telah merebut hatinya itu. Dan Afra akan menunduk dalam manakala mendapati sosok yang dicarinya itu. Afra tahu perasaannya tidak pada tempatnya. Beberapa kali Afra memarahi diri sendiri jika dia berbuat khilaf. Dua tahun, ya selama waktu itu Afra berhasil menyembunyikan perasaannya.

Kini dalam hitungan bulan, pemuda itu akan pergi. Kembali ke keluargannya. Jarak yang sangat jauh akan memisahkannya dari sosok yang dikaguminya itu. Entahlah, apakah pemuda itu merasakan kehilangan yang sama. Afra tak berani banyak berharap. Biarlah waktu yang akan menjawabnya..

Dalam barisan buku-buku di rak Afra melihat dua buku karangan Salim A Fillah, satu tahu yang lalu buku itu berhasil dibelinya melalui perantara Daffa. Mahasiswi tingkat akhir itu bertanya-tanya beraninya dia menitip buku-buku itu pada orang yang bahkan tidak mengenalinya dengan baik.

Afra juga mengenang tentang cerita "layang-layang putus", sebentar lagi layang-layang itu akan segera pergi meninggalkannya. Akankah takdir mengembalikan layang-layang itu padanya??

Menatap ke rak bagian tengah, Afra dapati sepasang CD berisi rekaman kajian. File-file yang baru bisa dipindahkan ke laptop dan belum sempat disimaknya. Afra senang mendapatkan ilmu dari orang yang dulu begitu eksis di matanya. Senang karena orang itu berkanan berbagi ilmu dengannya.

Dia akan pergi...
Dan Afra tak tahu kapan dia akan kembali..
Ataukah mungkin dia akan melupakannya.. 
Afra benar-benar tak mengetahuinya sama sekali..

Teringat do'a manis dari seorang sahabat.... Yang sedikit mengobati hati Afra, bahwa dirinya tak punya kuasa menetukan siapa pasangan hidupnya karena semua itu sudah di atur oleh Sang Maha Pengatur.. Nama itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.....


Ya Allah…kurniakanlah kami pasangan yang soleh/sholehah…
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang sentiasa memperbaiki dirinya…
yang sentiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…

kabulkan ya Allah…
kerana hati kami teramat lemah…


oh Allah,
kami mohon ampun
atas dosa selama ini

dosa-dosa kami..
andai tak menjalankan perintahMu
andai tak pedulikan NamaMu
andai tenggelam melupakan diriMu

oh Allah,
sempatkanlah kami untuk bertaubat
untuk hidup di jalanMu
untuk penuhi keewajibanku
sebelum tutup usia ini..
sebelum kami kembali kepadaMu..

Aamiin ya Rabb



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Celoteh Septri Urang-kurai