Celoteh Septri: Ibu, I Love You

Ibu, I Love You

Siang ini hujan..
Hujan yang mengingatkanku pada suatu hari dimana pakaianku basah seutuhnya.. Tidak bukan milikku saja tapi hujan juga membasahi pakaian ibu dan adikku.. Siang itu dalam dinginnya perkebunan. Tanah yang lembab dan licin.. Bau daun-daun basah.. Kelelawar terusik,berkemul didalam goa.. Air sungai deras dan keruh.. Siang itu, siang dimana aku masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, siang dimana aku belajar bagaimana beratnya perjuangan ibu mencari sesuap nasi untukku.. Siang itu aku belajar betapa payahnya mengais rezeki.. Dan kini beliau sudah pergi... Tak ada nasi dan lauk di bawah tudung tanpa usaha sendiri...

Bukan,bukan anak kecil yang selalu dimanja.. Bahkan jauh-jauh hari sudah dibiasakan mandiri.. Tak ada pakaian bersih jika tidak mencuci sendiri.. Tak ada seragam rapi jika tidak menggososk sendiri.. Bersyukur punya ibu yang membiasakan anak-anaknya mandiri.. Hingga dia bisa tersenyum dihari ketika aku hanya mendapati tubuhnya yang dingin membiru...senyuman ibu..senyuman terakhirnya....

membantu suami membuatnya harus meninggalkan anak-anak untuk bekerja sendiri mengurus rumah..kami tidak sedih,kami bangga punya ibu yang tegar..meski sakit dan baru beberapa hari diizinkan meninggalkan rumah sakit, tapi ibu tak mau alpha mendatangi sawahnya...

Siang itu pun hujan, ketika aku membawa payung di tangan kiri sementara tangan kanan memegangi payung yang melindungi diri ini...

Siang i
tu ibu diam dibawah pondok kecilnya, ada unggun disampingnya.. Bukannya ikut ajakan anaknya untuk pulang, ibu malah menyuruhku duduk dan memeriksa api unggun yang hampir padam itu. Apa?? ku pikir ibu minta dihidupkan kembali apinya ternyata di balik kayu-kayu yang mulai gosong itu ada ubi kayu yang hampir matang... Hemm ibu, tau aja kalau anaknya lapar..

Aku suka hujan, karena hujan menyimpan banyak kenanganku bersama ibu.. Ibu I Love You...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Celoteh Septri Urang-kurai