Celoteh Septri: TUNDUKKAN EGO KITA SAUDARAKU... DENGARLAH JERITAN HATI KITA YG SEBENARNYA HAUS AKAN KENYAMANAN HIDUP !!!

TUNDUKKAN EGO KITA SAUDARAKU... DENGARLAH JERITAN HATI KITA YG SEBENARNYA HAUS AKAN KENYAMANAN HIDUP !!!


Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..   

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM… 

Saudaraku…engkau teramat kusayangi dan kucintai kerana ALLAH… Sauda...raku…jazakumullahu khairan katsiran engkau mau mendengarkan celoteh kecil dr saudarimu ini…   Yuuk.. kita tundukkan sejenak kepala kita, kita tundukkan hati kita, konsentrasikan pikiran kita. Hadirkan kekhusyu’an untuk bermunajat kepadaNYA.. buanglah segala ego dan kesombongan dalam diri kita..marilah qt hanya mengingat ALLAH, ALLAH, dan hanya ALLAH saja tujuan hidup qt.  

Saudara ku tau kah kau? Di suatu pagi.. ketika diri ini terbangun.. seketika itu ku coba tengok dan menyapa mentari pagi yg sudah menampakkan cahayax utk menerangi kehidupan hari ini… Dan saudaraku…Tatkala kudatangi sebuah cermin, Tampak sesosok yang sudah lama kukenali, Namun ANEH, Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat. 

Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya, bersinar indah di syurga sana?    Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam?? Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak?? Ataukah mata ini yg akan menyelamatkan diri terhindar dr api neraka kerana sering menangis takut kerana ALLAH   …. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:    “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali kedalam asalnya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam.” Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terburai menatap neraka jahanam...Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini??    

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjelir dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar, KERANA bukan syahadat yg mampu diri ini lafadkan melainkan lagu2 jahiliyyah yg sering diri ini lantunkan setiap hari.. naudzubillah..dan ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus... Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?! Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam, berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!     

Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh ini yang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana? Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam, terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir... taukah?? Kita mendapat makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat. Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...? berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...? berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!Wahai tubuh, seperti apakah isi gerangan hatimu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu, atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!     

Betapa berbeda, apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi... Betapa aku telah tertipu... Aku tertipu oleh topeng... Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng, betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng... Sedangkan aku, hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus...Aku tertipu...Aku malu... Saudaraku, kini…..   

Saudariku...Bayangkanlah tatkala waktu yang berputar saat ini akhirnya terhenti. Bayangkanlah tatkala kepala kita semua akhirnya tertunduk menyesali setiap detik yang telah berlalu dan jiwa pun menjerit meminta kembali untuk diberi kesempatan berbuat kebaikan. Saat-saat dimana gelak tawa akan berganti dengan tangisan. Saat-saat dimana diri kita akhirnya terjaga dari tidur panjang penuh mimpi yang tidak kita sadari selama ini..   

Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)   

Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah saw bersabda9): "Allah SWT pada hari Kiamat akan bertanya kepada orang (yang tidak berani menyampaikan kebenaran): "Apakah yang membuatmu tidak mau mengucapkan (kebenaran) terhadap keadaan ini dan itu?' Orang tersebut menjawab: 'Karena takut (kemarahan) masyarakat!' 

Maka [Dia] berfirman: ‘Akulah Yang lebih baik kamu takuti’”].     "Demi Allah, seandainya jenazah yg sedang kalian tangisi bisa berbicara sebentar, lalu menceritakan (betapa sakitnya saat sakratul mautnya) pd kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, lalu kalian mulai menangisi diri kalian sendiri (karena teringat dosa-dosa)."(Imam Ghazali) .. 

Ya Ukht YA AKHIi, Masihkah kita bangga dgn kemaksiatan-kemaksiatan yg kita perbuat??...     

Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah cinta kami kepada-Mu merupakan sebenar-benarnya bentuk cinta sejati…
Bukan hanya di lidah, namun jauh terhunjam dan mencengram di relung hati..   
Sehingga tiada yang lain yang kami cari..
Dan tiada kami bergerak, menggeliat, berkata dan berucap selain agar Engkau ridho dan mengasihi kami…

Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah orang-orang yang kami kasihi saat ini..sebagai perantaraan bagi kami untuk semakin mencintai dan mendekati-Mu dalam arti sebenarnya dan bukan malah sebaliknya…
   
Ya Allah Ya Rabbi…
Bangunkanlah kami dari tidur panjang ini.
Sehingga kami tersadar dan mendapati, bahwa sesungguhnya Engkaulah maksud dan tujuan kami dan ridho-Mu lah yang kami cari…   AAMIIN…AAMIIN.. YA RABBAL..’ AALAMIIN       

Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Catatan seorang saudara, semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Celoteh Septri Urang-kurai