Pages

Pages

Pages - Menu

Jumat, 31 Agustus 2012

Kisah seorang mahasiswi

Mahasiswi itu terpaku di depan kelas ketika ia dapati kelas itu kosong. jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB, seharusnya kuliah sudah berlangsung, atau minimal sudah ada mahasiswa yang menunggu dosen di kelas. Mungkin mereka terlambat pikirnya. Tak lama ada beberapa mahasiswa yang datang, satu lokal dengannya. mereka pun memutuskan menunggu yang lainnya di kelas. Tapi sampai jam 08.00 WIB belum ada juga dosennya. Mereka memutuskan menghubungi dosen tapi tak ada balasan. Yang lain mencoba mengirim pesan singkat ke temannya. Hmm, pantas saja ternyata kuliahnya digabung kekelas lain pukul 10.00 nanti.

Mahasiswi itu dan temannya memutuskan menunggu di perpus, sambil sejenak mengistirahatkan diri dengan sholat Dhuha dan membaca beberapa lembar ayat suci Al-Qur'an. Tak lama mereka kembali ke kelas. Masih sepi.

Tepat pukul 10.00 kelas masih kosong, dosen yang ditunggu belum juga datang. sekitar pukul 10.15 kelas mulai ramai dan jam 10.20 dosen datang.

Sebelum memulai perkuliahan dosen memeriksa tugas yang diberikannya pada pertemuan sebelumnya. Bagi mahasiswa yang tugasnya lengkap tetap diizinkan mengikuti perkuliahan sementara yang tidak membuat tugas sama sekali bahkan yang tugasnya tidak lengkap diusir keluar. Mahasiswi ini tenang saja di kursinya, hingga tibalah saatnya tugasnya di periksa.

Tiga lembar kertas HVS berisi rumus-rumus matematika disodorkannya. Tapi dengan ketus si dosen bertanya,"diferensialnya mana??!"


Mahasiswi itu tak ingat kalau diferensial juga jadi tugas, jadilah dengan berat hati dia mengikuti "permintaan" dosennya untuk keluar dan tidak mengikuti perkuliahan hari itu. Sungguh sedih hatinya. Pagi-pagi siap-siap dan dengan semangatnya pergi kekampus. Begitu penasaran pelajaran apa yang akan diterimanya pagi ini. Begitu merindukan belajar dengan dosen itu. Tapi tadi pagi yang didapatinya kelas kosong. Lalu dengan sabar menunggu sampai jam sepuluh dengan harapan bisa kuliah dan mendapat tambahan ilmu tapi apa yang didapat, diusir.. Sedih, sangat sedih. seharian mahasiswi itu memikirkan kisahnya hari itu. Begitu banyak tanda tanya, kenapa dosennya begitu tega, kan sudah buat tugas, alasan sudah dikemukakan tapi tetap tidak diterima. Mahasiswi itu terus terdiam. Badannya jadi tak bersemangat. Panas dingin dan malamnya demam. Hanya karena tidak terima atas perlakuan itu. Tapi semua ada hikmahnya. Semoga kedepannya lebih baik ujar hatinya..

***
Suka duka kehidupan. Belajar dari kesalahan.. Tetap semangat..^^

Rabu, 29 Agustus 2012

Buat Saudariku..


Wanita soleha ibarat setangkai mawar surga
Anggun dibalik perisai ketegasan
Cantik dalam balutan rasa malu
Tundukkan mata dan ia serahkan jiwa dan raganya pada Rabbnya...

Saudariku
Ternyata jalan hidup yang kita lalui tak selalu rata/lurus
Kadang terjal kadang menurun
Bahkan berliku
Asalkan jalan yang kita pilih itu benar

Walaupun didalamnya onak dan duri yang membekas
meneteskan air mata
Namun yakinlah
Setiap tetes mata di jaln=Nya adalah mahar kita menuju surga

Semoga kita menjadi muslimah yang tegas meski yang lain terkapar
Menjadi muslimah yang kokoh meski yang lain roboh
Menjadi muslimah yang tangguh meski yang lain jatuh
Menjadi muslimah yang sungguh-sungguh meski yang lain mengeluh..

Pesan Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam buat Kaum wanita

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berikut adalah sekelumit dari pesan-pesan Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam akan kaum perempuan. Semoga bermanfaat.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita." Muttafaq Alaihi dan lafadznya ini (versi) menurut Bukhari.

Menurut (versi) riwayat Muslim: "Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah menceraikannya." (dari Kitab Hadits Bulughul Maram min Adilatil Ahkam)

Dan ingatlah, Hadits Shohih Muslim no 4621 dengan derajat mutafaq 'alaihi:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

"Seseorang datang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah SAW. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah SAW. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah SAW. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah SAW. menjawab lagi: Kemudian ayahmu."(Shahih Muslim No.4621)

Dan, "Ibu mertua, kedudukannya sebagai ibu (kandung)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah." (HR. Muslim)

"Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu." (HR.Muslim)

"Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak." (HR. Abu Dawud)

"Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya." (HR. Bukhari)

"Sebaik-baik perempuan ialah yang paling ringan mas kawinnya." (HR. Ath-Thabrani)

Allah 'Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): "Apabila Aku menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya. (HR. Ath-Thahawi)

"Janganlah seorang isteri memuji-muji perempuan lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat perempuan itu." (HR. Bukhari)

"Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun." (HR. Ibnu Majah)

"Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga." (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

"Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya." (Mutafaq'alaih)

"Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia,dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya." (HR. Ahmad)

"Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi." (HR. Abu 'Asaakir)

"Janganlah seorang laki-laki mu'min (orang beriman) membenci isterinya yang beriman. Bila ada perangai yang tidak disukai, dia pasti ridha (senang) dengan perangainya yang lain." (HR. Muslim)

"Isteri yang paling besar berkahnya ialah yang paling ringan tanggungannya.: (HR. Ahmad dan Al Hakim)

"Saling berwasiatlah kalian tentang kaum perempuan dengan baik-baik. Mereka itu adalah tawanan di tanganmu. Tiada kalian bisa menguasai apa-apa dari mereka, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji (zinah), pisahkanlah diri kalian dari tempat tidur mereka atau lakukan pemukulan yang tidak membekas. Apabila mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Kalian punya hak atas mereka dan mereka pun punya hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan tempat tidur kalian diinjak oleh orang yang tidak kalian sukai, dan hak mereka atas kalian adalah memberi sandang-pangan kepada mereka (isteri-isterimu) dengan yang baik-baik." (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Tak peduli nenek, ibu, anak, adik-kakak, calon istri, istri, kemenakan, saudara sepupu, teman perempuan dan lain-lain, selama mereka perempuan, mereka adalah perempuan, dengan segala keluar-biasaan baik dan buruknya, yang lelaki juga tak akan hidup nikmat tanpanya.

Perempuan dan lelaki memang patut dan harus berbeda, yang justru memang dimaksudkan untuk saling melengkapi, sebagai persayaratan keseimbangan alamNya.

Maka saling memahami antara keduanya, adalah jalan satu-satunya, insya Allah, agar hidup bersama dengan damai, dan mendapatkan manfaatnya, anugrah agung yang mungkin dapat saja dilupakan, padahal tersedia, dari Allah Subhanahu wa ta'aala, Pengatur dan Pemilik Alam Semesta, yang menciptakanmu dan aku.

Ingatlah pula, "Perempuan adalah belahan separo (yang sama) dengan pria." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Namun kepada kaum perempuan, Rosululloh shololollohu 'alaihi wasallam juga berpesan, sebuah pesan penting:

"Wahai kaum perempuan, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum perempuan).

Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum perempuan. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin."(HR. Bukhari)

Bagi yang telah membuat kesalahan, belajarlah darinya. Akupun juga. Amiin.

"Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat." (HR. Addarami)

"Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan." (HR. Ahmad)

Dari Anas bin Malik rodhiallahu ‘anhu dia berkata:

Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.

Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.”

(HR. Tirmidzi, ia berkata, ”hadits ini hasan shahih.”, dari Kitab Syarah Arba'in An Nawawi)

Dan dari Al Quran, Al Hujuraat ayat 13:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (teliti).

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥ ♥♥`*•.¸¸.Rahasia Kitab Lauhul Mahfudz¸.•*♥♥ ♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥

Sejauh ini, kita telah menyaksikan kesimpulan ilmu pengetahuan tentang alam semesta dan asal-usul makhluk hidup. Kesimpulan ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta dan kehidupan itu sendiri diciptakan dengan menggunakan cetak biru informasi yang telah ada sebelumnya.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan modern ini sungguh sangat bersesuaian dengan fakta tersembunyi yang tercantum dalam Alquran sekitar 14 abad yang lalu. Dalam Alquran, Kitab yang diturunkan kepada manusia sebagai Petunjuk, Allah menyatakan bahwa Lauhul Mahfuzh (Kitab yang terpelihara) telah ada sebelum penciptaan jagat raya. Selain itu, Lauhul Mahfuzh juga berisi informasi yang menjelaskan seluruh penciptaan dan peristiwa di alam semesta.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Lauhul Mahfuzh berarti “terpelihara” (mahfuzh), jadi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Dalam Alquran, ini disebut sebagai “Ummul Kitaab” (Induk Kitab), “Kitaabun Hafiidz” (Kitab Yang Memelihara atau Mencatat), “Kitaabun Maknuun” (Kitab Yang Terpelihara) atau sebagai Kitab saja. Lauhul Mahfuzh juga disebut sebagai Kitaabun Min Qabli (Kitab Ketetapan) karena mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang akan dialami umat manusia.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Dalam banyak ayat, Allah menyatakan tentang sifat-sifat Lauhul Mahfuzh. Sifat yang pertama adalah bahwa tidak ada yang tertinggal atau terlupakan dari kitab ini:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Al An'aam, 6:59)

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Sebuah ayat menyatakan bahwa seluruh kehidupan di dunia ini tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al An'aam, 6:38)
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Di ayat yang lain, dinyatakan bahwa “di bumi ataupun di langit”, di keseluruhan alam semesta, semua makhluk dan benda, termasuk benda sebesar zarrah (atom) sekalipun, diketahui oleh Allah dan tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:
Kami tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun seeasr zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebi besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Yunus, 10:61)

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Segala informasi tentang umat manusia ada dalam Lauhul Mahfuzh, dan ini meliputi kode genetis dari semua manusia dan nasib mereka:
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50:2-4)

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Ayat berikut ini menyatakan bahwa kalimat Allah di dalam Lauhul Mahfuzh tidak akan ada habisnya, dan hal ini dijelaskan melalui perumpamaan:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman, 31:27)

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Fakta-fakta yang telah kami paparkan dalam tulisan ini membuktikan sekali lagi bahwa berbagai penemuan ilmiah modern menegaskan apa yang diajarkan agama kepada umat manusia. Keyakinan buta kaum materialis yang telah dipaksakan ke dalam ilmu pengetahuan ternyata malah ditolak oleh ilmu pengetahuan itu sendiri.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Sejumlah kesimpulan ilmu pengetahuan modern tentang “informasi” berperan untuk membuktikan secara obyektif siapakah yang benar dalam perseteruan yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Perselisihan ini telah terjadi antara paham materialis dan agama.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Pemikiran materialis menyatakan bahwa materi tidak memiliki permulaan dan tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum materi. Sebaliknya, agama menyatakan bahwa Tuhan ada sebelum keberadaan materi, dan bahwa materi diciptakan dan diatur berdasarkan ilmu Allah yang tak terbatas.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Fakta bahwa kebenaran ini, yang telah diajarkan oleh agama-agama wahyu – seperti Yahudi, Nasrani dan Islam – sejak permulaan sejarah, telah dibuktikan oleh berbagai penemuan ilmiah, merupakan petunjuk bagi masa berakhirnya atheis yang sebentar lagi tiba. Umat manusia semakin mendekat pada pemahaman bahwa Allah benar-benar ada dan Dialah yang “Maha Mengetahui.” Hal ini sebagaimana pernyataan Alquran kepada umat manusia dalam ayat berikut:

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauhul Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (QS. Al Hajj, 22:70

... SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI .. ? ..

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ..... Sebuah renungan yang menakjubkan, subhanallah, semoga kita semua sadar akan keislaman kita .....

Saya Sholat lima waktu tapi ......

Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja ..
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya ..

... Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada Nya ... Mungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya tidak pernah bersyukur padaNya ..
Padahal dulunya saya amat susah ..
Allah yang memberi rezeki pada saya ..

Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah ...
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga ...
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan .. dan sebagainya ..

Tapi .. hati saya masih belum puas ..
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman ..

Saya sering menyakiti hati mereka ..
Saya sering menghina mereka ..

Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik .. Padahal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti ....

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki ..
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat ...

Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan ..
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai.. Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT ...

Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka ..

Padahal saya sendiri belum tahu, ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku ...

Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin ....

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati ....

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karena perbuatan dan prilaku saya sendiri Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu .. ?

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, .. dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, ... padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya) ...

Saya Sholat lima waktu tapi ....

Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan ...

Saya Sholat lima waktu tapi..

Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Maa´uun) : yang artinya

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? ..
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim ..
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin ..
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat ..
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya ..
6. orang-orang yang berbuat riya ..
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna ..

... Mari kita perbaiki sholat kita dan sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun, Semoga Dia Nan Agung berkenan memaafkan kelalaian kita dalam shalat dan ibadah kita pada-Nya ...

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ..

(Copas dari Saudara Seiman)

Tausiyah..

Semakin bertambah usia, semakin banyak maslaah, yang semestinya membuat kita semakin dewasa.

Allah adalah tempat terbaik untuk menumpahkan semua masalah.

Allah akan selalu ada jika kita butuhkan, karena Allah selalu setia daripada makhluk-makhluk-Nya termasuk manusia, sekalipun dia adalah manusia yang nyaris sempurna.

Semestinya kita jangan pernah sekalipun meragukan-Nya.

***
Pemilik Cinta adalah Allah
Pemberi Cinta adalah Allah
Yang mematikan dan menghidupkan Cinta adalah Allah.

Cinta yang paling sempurna adalah Cinta-Nya
Rasa kasih sayang makhluk Allah hanya 1 persen dari rasa kasih sayang yang Allah miliki.

Jangan mengharap kasih sayang makhluk terlalu besar, boleh jadi kita akan kecewa. Namun, carilah Cinta Allah yang 99 persen lagi

Karena Cinta-Nya yang paling hakiki..


Pilihan Itu

Ada dua kisah nyata yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat kita..

Kisah pertama : Ada seorang wanita, sedikit pemahaman agamanya. Berjilbab standar menutup dada, memakai baju muslimah ala kadarnya (nggak nutup kaki). Begitu menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Berprinsip tidak akan pacaran sampai dia menikah nanti. Dan suatu hari ada seorang laki-laki berniat melamarnya. hanya bertemu tiga kali saja, saat berkenalan, saat rapat untuk membahas pernikahan, dan ketika hari pernikahan. Singkat saja. Dan kelang dua minggu dari pertemuan pertama mereka pun menikah. Acara walimah yang benar-benar sederhana, tak ada musik, hanya ada lantunan rebana saja. Benar-benar bersahaja..

Kisah kedua : Ada seorang wanita yang taat beragama. Pakaiannya tertutup rapat, baju dan rok longgar lengkap dengan jilbab leebaaar dan kaus kaki. Rajin ikut pengajian. Tapi di tengah jalan dakwahnya, dia tak bisa istiqomah. Meski pakaiannya muslimah banget, tapiii dia....PACARAN... sungguh sedih melihatnya,. Dan hubungan terlarang itu berlangsung selama 3 tahun lamanya.. Dan tibalah saat sang pacar benar-benar serius, dan mendatangi orang tuanya untuk meminang anak perempuannya.. Mereka pun menikah, dengan walimatul 'ursy yang saaangaaat meriah, sangat mewah.. Uang puluhan juta pun keluar untuk membiayai acara itu.. Sungguh, pernikahan yang tidak menampakkan kesederhaan seorang muslimah. Ya, mungkin karena permintaan keluarga yang tak bisa ditolak. Jilbab yang biasanya lebar menutup dada kini naik "sedikit" di atas dada. Na'udzubillah.. (Ya, Allah jagalah hamba agar tetap istiqomah dengan jilbab ini, terutama di upacara yang sakral itu..aamiin)

Sungguh kontras ya, yang nggak terlalu paham dengan agama bisa menjaga diri terkadang lebih baik dari yang paham. Bukan berarti kisah pertama lebih baik dari kisah kedua. Karena yang terbaik yaitu paham dengan agama dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Berhijab dengan sempurna dan bisa mempertahankannya.. Istiqomah. Karena istiqomah bukanlah untuk sekedar dido'akan tapi istiqomah adalah harga mati untuk seorang muslim..

Ya, itulah dua kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan nyata, banyak lagi kisah yang lainnya ana rasa. Semoga kita bisa lebih teliti dalam menjalani hidup sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-sunnah yang telah diajarakan oleh Allah melaliu perantara manusia teladan, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam..

Hidup adalah pilihan, dan pilihan itu ada di tanganmu..

Selasa, 28 Agustus 2012

Nggak bakalan ketuker, Nggak bakalan diambil orang lain

Penjual telur itu berdagang di kios yang terletak di ujung pasar, tempatnya sepi. Mungkin ada yang bertanya, kalo begitu, gimana mau laku?? mana ada orang yang tahu...

Tapi rezeki memang tak terduga datangnya. Rezeki itu tak akan di ambil orang lain. Lihat saja, tak lama telur-telur itu habis juga. dagangannya laris juga, meski di logika manusia nih ya, dagang di tempat itu nggak bakalan ada pembelinya.

Hari ini Allah membuat ku tersasar ke ujung pasar yang sangaaat sepi, kios-kios yang pada tutup karena memang belum ada yang nyewa. Mencari benda oval. Tapi suliiit. Akhirnya bertanya sama penjual bahan-bahan dapur. Di sudut pasar kutemui pedagang telur itu.. Hem, Allah yang gerakkan kaki ini untuk mengantarkan rezeki si penjual telur..(penjual yang baik, karena tanpa ku minta dia kasih diskon, mungkin karena kebaikannya itu pula Allah memberi rezeki sama dia meski tempatnya saaanggaaat sepiii)...

Selain pedagang telur itu, ada juga pedagang alat-alat rumahtangga. Padahal yang jualan barang-barang itu banyak, deketan pula tempatnya. Tapi ya itu tadi setiap orang sudah punya rezekinya masing-masing. Nggak bakalan tertukar ataupun di ambil orang lain. Udah ditentuin kok sama Allah..^^

Kalo rezeki aja gitu, nah apalagi soal JODOH... nah, jadi jangan takut.. Karena jodoh kita udah terlutis di Lauhul Mahfudz bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini.. nggak bakalan ketuker kok.. Yakin aja sama Allah...OK?!

;-)

Membunuh demi gelar sarjana

Setelah puas menanti sekian hari.. dan hari ini pun harus menanti sekian jam. akhirnya dapat juga judul itu (walau belum pasti, tapi semoga Allah mengizinkan kami melanjutkannya..).. Kalo iya, akhirnya nggak jauh-jauh dari kimia bahan alam.. tapi yang terpenting nih,si putiih..

"Jadi kakak membunuh untuk menjadi seorang sarjana?? ehm,teganya!"

Kira-kira itu kalimat yang terlontar waktu teman sekamar memperlihatkan hasil tulisan tangannya (baca skirpsi) yang bersampul kuning tebal itu.. Ehm, ternyata kalo iya nih judul aku diterima, aku bakalan jadi pembunuh yang lebih sadis..

MEMBUNUH DEMI GELAR SARJANA....

tidaaaakkk...

Ehm, tapi kan tujuannya untuk penelitian ya, jadi nggak apa-apa kan.. Lagipula ibadahnya si putih ya itu menjadi batu loncatan (baca hewan percobaan) untuk memberi gelar S. Farm.. iya nggak ^^

secepatnya mencari guru untuk urusan potong memotong, suntik menyuntik, dan hal-hal "baru" lainnya untuk sebuah pengabdian hasil belajar selama beberapa tahun ini..

Menunggu memang tidak enak, tapi menunggu karena adanya sebuah kepastian dan kepentingan mendesak menjadi kesenangan tersendiri...^^
Di sela-sela waktu menunggu, banyak kegiatan yang bisa dilakukan, banyak teman diskusi yang semakin membuka wawasan..

Semangat.. semangat.. S.Farm sebentar lagi...aamiin...

Senin, 20 Agustus 2012

Dalam Keheningan Malam..

Perempuan berjilbab abu-abu itu terdiam di ruang tamu. Menatap rumahnya,kosong.. Sepi sekali.. jarum jam di dinding menunjukkan sudah pukul 20.28 WIB..Ingatannya kembali ke masa dimana rumah itu sangat ramai. Jam-jam segini biasanya seluruh keluarga berkumpul di ruang nonton sambil menikmati cemilan..

Perempuan itu menyandarkan tubuhnya di atas sofa batik coklat. Memejamkan mata, mengingat kembali suara tawa ibu,ayah, kakak-kakak dan adiknya yang saling bercengkrama. Membahas banyak hal. Tak lama  sebutir air bening menetes dari ujung mata sipitnya..

Malam hening, dan rumah itu benar-benar sepi.. Beberapa kilo dari rumah bercat hijau itu, seonggok tanah diam tak bergeming menyimpan erat sesosok jasad seorang wanita terkasih.. Hening, diam dan dingin..

Ibu, Apa Kabar???

Rabu, 15 Agustus 2012

Tentang Syukur...

Alhamdulillah...Akhirnya tiba juga hari ini... Saatnya pulang kampung (meski kampungnya kota teteup aja dibilang kampung,hupf..).. Setelah menanggapi pertanyaan via telepoon...Kapan Pulaaangg??? dan bejibuun es esm es yang pertanyaannya nggak jauuh beda..Kapaannn Pulllangg...atauu jadi besok puuulaaanggg kaan???... Dan akhirnya travel pun memutuskan..(loh kok travel???) aku pun pulang jugaa...InsyaAllah...

Dan ini postingan terakhir di Ranah Minang sebelum lebbaarraaaann...(huhuuhuuu...sedih juga,Ramadhan akan segera berlalu...dikit banget tabungan amalku...:(

Dan tentang bersyukur...
Kemaren waktu silaturrahmi ke rumah saudari seiman... Si ukhti ni lagi sedih banget,pasalnya tamu bulanannya nggak datang-datang... Ku tanya kenapa nggak i'tikaf.. Katanya nggak nyaman gitu mesjidnya...Heum,aku jadi belajar banyak lagi tentang makna bersyukur...tamu bulanan rutin datangnya... dan ketika aku sedih karena nggak bisa i'tikaf dikarenakan tamu ini ternyata di belahan bumi sana (sorry ya lebay dikit) ada ukhti yang sedang bersedih karena tamunya nggak datang-datang, abis itu dia juga lebih milih ibadah dirumah karena merasa lebih nyaman ketimbang di mesjid yang ruaammeee buanggeettt orangnya...(ikhwan-akhwat bejiibuunnn).. Ya setiap orang punya penilaian masing-masing,punya tempat nyaman yang berbeda-beda dalam menjalankan ibadah.. Ada yang suka di mesjid ada yang lebih senang di rumah..

So??? Apa hikmahnya??? (lah yang diatas belum disebutin ya???)
Intinya tu, bersyukur, bukankah semua yang terjadi di dunia ini udah ditentuain sama Yang Maha Kuasa?? Jadi buat apa sedih??? Bisa jadi Allah sedang nguji rasa bersyukurnya kamu dan Allah mau lihat keistiqomahan kamu...

Buat akhwat ni ya, terkadang kita suka lalai ketika sedang..."..."...(tau kan)..nah, kadang kita jadi ngelupain kalau ada ibadah-ibadah lain yang bisa kita lakukan dan dibolehkan saat sedang..."..." itu tadi.. seperti : berdzikir, bersedekah, membantu teman, silaturrahmi, ngasih bukaan/takjil, membaca buku, ikut kajian-kajian Islam (tentunya kalau tempatnya di mesjid musti hati-hati banget ya!!), etc.... Banyak deh pokoknya...

Ayoo-ayoo jangan malas Ukhti!! (terkhusus diri ini nihh,yang kudu mesti wajib melakukan banyak pembenahan terutama dalam BAB bersyukurrr....)

Semoga bermanfaat...^^

Selasa, 14 Agustus 2012

Renungan Hati ...

Saat diri bersedih,duduk diam di dalam angkot lurus.. Saat itu hati benar-benar iri, menanggapi pesan singkat dari ukhti-ukhti shalihah, yang mengajak diri ber-i'tikaf bersama mengisi 10 malam terakhir di bulan Ramadhan...

Aku iri, pada mereka yang diberi kesempatan oleh Allah untuk mengisi malam-malam mereka dengan sujud bersama, mendengarkan ceramah, memenuhi langit-langit mesjid dengan suara-suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur'an...

Bukan aku tak mau, tapi keadaan yang tidak mengizinkanku.. Karena kali ini pun "tamu bulanan itu" hadir di 10 malam terakhir bulan Ramadhan...

Hati bertambah sedih ketika seorang saudara seiman mengirimi pesan...

Ramadhan datang, berjalan, dan akan pergi bukan dari kehendak manusia...Untuk semuanya hari-hari Ramadhan yang tersisa ini ditambah kemuliaan malam 1000 bulan... Lingkungan mempengaruhi. Semoga kita bukan termasuk orang yang di aamiinkan Rasulullah ketika malaikat Jibril berdo'a merugilah orang yang telah melalui Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah...

Sungguh sedih hati ini bertambah-tambah.. Aku iri pada dirinya yang tak punya udzur, punya lingkungan yang baik, bisa i'tikaf 10 malam penuh tanpa halangan dan hambatan.. Tapi kami, para muslimah yang mendapat "tamu bulanan" tak diizinkan untuk i'tikaf layaknya kaum adam.. atau tak seberuntung kaum hawa yang tak didatangi "tamu bulanan" di 10 malam terakhir ini..

Kesedihan ini tak boleh berlarut-larut.. Segera kutepis pikiran negatif itu. Tak layak aku kufur terhadap nikmat Allah yang satu ini. Ada banyak wanita yang tak didatangi "tamu" ini teratur di tiap bulannya, bahkan ada yang tidak didatangi sama sekali hingga harus mengeluarkan biaya berjuta-juta untuk bisa mendapatkannya... Alhamdulillah, aku harus bersyukur...

Di 10 malam terakhir, mencari amalan pengganti yang masih bisa dilakukan...

***
Perjalanan memenuhi undangan dan menepati janji, semoga ini menjadi salah satu ibadah yang bernilai tinggi di hadapan Allah... Menunggu kehadiran teman, dan tak lama teman pun datang dengan Vario Merahnya.. Menerobos jalanan.. Mampir ke toko pakaian muslim/ah... Ya, perjalanan dalam rangka meningkatkan Ukhuwah Islamiyah...

Ramai yang datang, tapi tak seramai ketika diri masih menjadi mahasiswi tingkat satu...
Dulu banyak akhwat dan ikhwan yang datang, jilbab lebaar berseliweran.. Tapi kini sedikit sekali yang datang.. Dalam pikiranku, mungkin mereka sedang i'tikaf sekarang jadi tidak bisa menghadiri agenda tahunan fakultas malam ini.. (Semakin bertambah sedih dan iri diri ini). Sungguh jika boleh memilih aku juga ingin i'tikaf malam itu.. Tapi Allah masih belum mengizinkan..

***
Sendirian berdiri di dekat tiang kanan pintu masuk..
Seorang adik menatap ragu ke arahku, seraya memastikan bahwa wanita berjilbab merah di depannya itu benar-benar aku..

Tempat aku berdiri agak gelap, mungkin karena itu dia ragu.. Tapi setelah memastikan dia tidak salah orang, akhirnya dia memutuskan untuk menyapaku..
Cowok tinggi berbaju koko warna hijau lumut itu mendekatiku... Menyapaku hangat..

"Kak, Septri..!"
"....(menyebut namanya) nggak sombong kan Kak...??"

Ya, dia nggak sombong... Tapi kali ini lagi-lagi dia membuatku kaget.. Ikhwan yang berani...

Aku pun tak menyangka dia berani mendekatiku, pemuda dari Serambi Mekah ini begitu ramah.. Agak canggung juga ngobrol berdua dengannya.. Ya, Hanya berdua.. Apa kata orang nanti???

Obrolan seputar kabar,candaan seorang "adik", tentang Aceh, memori masa lalu, dan diakhiri dengan undangan rapat..

"Besok ada rapat KBMF Kak....Ehmm,Kakak sibuk ya..??" belum sempat aku menjawab dia sudah melanjutkan lagi kata-katanya.."Hupf, pasti sibuk kan..."

"Ehmm,.."sambil berpikir,"Ehm,,yaa.. Sepertinya kak kuliah besok.."

Sekilas tampak gurat kecewa di wajahnya, meski dia tetap tersenyum ramah..(Setelah itu aku pun menunduk lagi)..

"Ya,..nggak apa-apa.. tapi kalau nggak sibuk datang ya Kak.." ujarnya lagi sambil tersenyum...

"Nggak tarawih???" pertanyaan yang kuajukan ke setiap adik yang mendekatiku malam itu.. Dan seperti adik-adik yang lain dia hanya bisa terdiam, dan sedikit menyalahkan panitia karena agenda malam ini yang diwajibkan untuk mereka...

Aku ingin kamu merubahnya... Ketika tahun depan kamu menjadi panitianya...

***
Sebisa mungkin aku harus terus tersenyum, seolah aku bahagia.. Padahal aku sangat amat sedih malam itu... Mengingat kembali saat diri ini menangis di bangku peserta RBF di ruangan yang sama kira-kira 3 tahun yang lalu... Karena malam yang seharusnya kulewati dengan Isya dan Tarawih berjama'ah, mendengarkan ceramah Ustadz, lalu membaca Al-Qur'an malah kulewati di tempat ini dengan acara yang menurutku (waktu itu) tidak bermanfaat.. Aku nggak suka...

Dalam diam di tempat dudukku, terus berusaha berpikir positif.. Dan memikirkan bagaimana merubah acara ini menjadi sebuah acara yang benar-benar bermanfaat... Bukan sekedar acara tak bermutu di malam-malam bulan Ramadhan..

Hati terus bertanya, diridhoikah acara ini oleh-Mu, Ya Robb???

***
Di sela teriakan histeris peserta,panitia dan tamu undangan...
Terdengar suara imam menggema..
Allahu Akbar..!
Di seberang gedung itu, umat Islam sedang sujud berjama'ah menghadap Rabbnya.. Bersimpuh di atas sajadah...


Surat Cinta Terindah,seindah Namanya..

Teruntuk mujahidahku...
Kau adalah "mawarku"..
Kita dalam kelompok "Hurin'in"

Ku harap...Allah selalu mengekalkan
Kasih sayang dan cinta kasih di dalam
Perjalanan persaudaraan kita...

SEMOGA DIRIMU SELALU BERSEDIA
MENJADI OASE CINTA DITENGAH TERIK GURUN DAKWAH

Jadilah selalu mutiara...
Yang selalu berkilau dan bersinar meski dalam lumpur..

Ingat Ukhti..
Tidak ada kata FUTUR
Dalam kelompok Hurin'in

Ku pasti merindukanmu wahai "mawarku"
Semoga Hurin'in bisa bersatu lagi...
Dengan semua kisah klasik kita...

With you because Allah...
Beribu cinta dariku...

Selamat berjuang,Allah dekat denganmu Dek..

By : Mbakmu...
Rabu, 12 Agustus 2009,11.30 WIB
(Beberapa jam sebelum diri ini berangkat keperantauan untuk menimba ilmu..)

Dialog kakak dan Adik

Kak, kalau ada yang menjanjikan untuk mengkhitbah kakak. Apa tanggapan Kakak?

Aku tidak butuh janji. Datangi Bapakku...Hehehe..

Tapi dia mau nunggu Kakak selesai kuliah dulu..

Tapi nafsunya tidak menunggu waktu. Bukankah Allah yang menjamin semua. Kenapa loyo, nggak gentle, huh!

Itu karena orangtuanya belum mengizinkan, karena dia belum kerja...

Ah..ambigu..Nggak tegas!
Cuma bisa rasa-rasa aja. Rasa-rasa itu bisa dijangkiti penyakit dari syaithan. Aku tetap ingin seperti Fatimah Azzahra. tak perlu siapapun tahu.
Karena perkara jodoh, bukan karena aku/dia. tapi Allah yang menggerakkan hati-hati kita untuk berhimpun. Karena Allah saja..
dan...CUKUP!!!

Ukhti, jangan bermain api dan jangan pancing api dipertungkuan.
Karena kulit yang terbakar pedih rasanya.
Ukhti, sebaik apapun manusia. Dia tetap manusia yang semanusia-manusianya.
manusia itu lupa,alfa dan mengecewakan.
ukhti....
Aku ingin hatiku puutiiihh..
Tak ada wajah siapapun...
Sanggupkah punya suami yang lebih mencintai Allah dibanding dirimu dan anak-anakmu???
Aku mau!

Untukmu Aktivis Dakwah

Kenapa ikhwan itu rata-rata begitu...belum berani mengkhitbah secara resmi tapi sudah berani mengungkapkan rasa??? kalu iya ya udah dipendam aja dulu, liat-liat aja dulu..Ntar kalau udah mau serius baru bilang.. langsung  ke walinya!!! Jangan beri harapan palsu begitu, buat hati terkotori aja...


Celoteh kakak dikosan disuatu senja..akhwat aktivis dakwah itu ternyata sangat memperhatikan fenomena ikhwan-akhwat di kampus..

Hati kecil ini membenarkan kata-katanya...
Ya, kenapa ya???
Takutkah kalau si akhwat atau sebaliknya bukan jodohnya???



***
Teringat dulu di bangku SMA,ketika seoorang akhwat selalu bertanya urusan agama dengan seorang ikhwan kakak tingkatnya yang berada di organisasi yang sama..
Awalnya si ikhwan membalas pesan-pesan singkat si akhwat, sesuai kemampuannya.. namun, si ikhwan cepat tersadar.. dia takut ada rasa yang salah terhadap adik kelasnya itu.. Hingga akhirnya si ikhwan pun memutuskan untuk mengirim sebuah pesan tegas...

Maaf, silahkan antum tanya ke akhwat atau Ustadzah yang jauh lebih paham dari ana..

Hingga akhirnya komunikasi itu benar-benar berhenti... 

***


Dalam seragam abu-abu mereka sanggup menjaga hati..lalu kenapa yang berada di tingkat yang lebih tinggi malah kalah dalam hal menjaga hati...


NANTIKANKU DI BATAS WAKTU...




Lalu sampai kapan akhwatnya akan menunggu???


Tak seutuhnya salah ikhwan.. Akwatnya pun salah,kenapa mau..mau menunggu yang nggak pasti???


***
Berani mengungkap rasa.
Maka harus berani pula membuktikannya.
Tidak menunda-nunda..
Dan membuat menunggu lama..
Hingga hati pun ternoda...

Jangan menunggu...

Jika tak sanggup menunggu...
Percaya dengan janji-Nya...

Jangan lepas cinta Hakiki..

Jangan buang cinta yang Abadi...
Cinta Ilahi...

Hanya untuk Cinta palsu

Yang hanya berani buatmu menunggu...

Buktikan ikhwan!!!

Jangan tertipu akhwat!!

Nostalgia....

Daiyah Khairunnisa alias Dey, dikenal sebagai seorang aktivis dakwah yang berprinsip. Ketika baru saja naik ke kelas 3 SMA Citra Negeri di Palembang, sahabatnya, Bella, berusaha menjodohkan Dey dengan Sir Fatah, guru Bahasa Inggris mereka yang baru dan masih muda. Dey tak memedulikannya. Berbeda dengan Bella yang sering bergonta-ganti pacar, salah satu prinsip Dey adalah tidak berpacaran karena tidak ada konsep pacaran dalam Islam. Sir Fatah sendiri ternyata adalah lulusan pesantren di Jawa Timur dan sempat mengajar di beberapa pesantren. Ia pun pernah mengikuti studi pertukaran mahasiswa di Universitas Islam di Islamabad.

Karena keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain, suatu malam sekitar pukul setengah sebelas, Dey terpaksa berboncengan motor dengan Sir Fatah untuk pulang ke rumah. Ternyata peristiwa itu merupakan siasat Bella untuk menjodohkan Dey dengan Sir Fatah. Baik Dey maupun Bella tidak menyangka bahwa kejadian itu akan berakibat buruk. Di hari-hari berikutnya, Dey menjadi topik utama gosip terbaru dan terkejam di SMA mereka: ia sebagai anak Rohis diberitakan memiliki kedekatan istimewa dengan Sir Fatah, gurunya sendiri.

Lama kelamaan, Dey dan Sir Fatah sama-sama menyadari dan mengetahui bahwa mereka menyimpan perasaan yang sama, yaitu cinta. Cinta yang belum tepat waktu, yang belum halal di mata Allah. Keteguhan prinsip dan iman memaksa keduanya untuk berjuang mengendalikan perasaan itu. Keduanya lalu memutuskan untuk mengingkari perasaan masing-masing dan saling menjaga jarak. Itulah jalan satu-satunya ketika menikah menjadi pilihan yang sama sekali tidak mungkin terjadi. Hingga pada suatu hari, Dey merasa terguncang saat terdengar kabar bahwa Sir Fatah akan menikah. Dey berusaha untuk tidak memikirkannya dan memfokuskan diri pada persiapan ujian akhir.

Sebagai satu langkah dalam proses melupakan kisahnya dengan Sir Fatah, Dey memutuskan untuk kuliah di Bandung, tepatnya di Unpad. Dalam perjalanan dari Palembang menuju Bandung, Dey berkenalan dengan George alias Jo, seorang lelaki teman sebangku Dey di bus. Jo berprofesi sebagai wartawan di Jakarta dan berumur beberapa tahun lebih tua dari Dey. Sepanjang perjalanan, dengan caranya yang unik dan sederhana, Jo berusaha menghibur Dey yang masih merasa kacau. Sebelum berpisah, Jo memberikan kartu nama adik perempuannya di Cirebon supaya Dey bisa menghubungi adiknya.

Sambil menunggu hasil tes SPMB, setelah bertualang ke tempat-tempat tertentu di Bandung, Dey pun berencana mengunjungi Alessandra alias Ale, adik Jo, di Cirebon. Sesampainya di Cirebon, Dey bertemu kembali dengan Jo. Di sana, Jo mengungkapkan isi hatinya bahwa ia bersimpati pada Dey. Kaget dengan pernyataan Jo, Dey segera pulang ke Palembang tanpa berpamitan terlebih dulu pada Jo. Jo mengejarnya, bahkan mengatakan bahwa ia akan menemui Hidayat, kakak Dey, untuk menunjukkan keseriusannya.

Ternyata Jo tidak main-main. Jo bertamu ke rumah Dey, menemui Hidayat, dan memberitahu kakak Dey itu bahwa ia memiliki misi untuk menjadi seorang muslim yang baik, cerdas, dan taat. Semua proses perbaikan diri itu dilakukan Jo terutama agar ia bisa melamar Dey di kemudian hari. Dey merasa bimbang, apalagi ketika mendengar kabar dari sahabat Rohis-nya di SMA, Deswita, tentang Sir Fatah yang tidak jadi menikah. Alasannya pun sangat mengejutkan, yaitu karena Sir Fatah memilih untuk berjihad sebagai panglima Allah ke negeri konflik Palestina. Ketika menghadiri pernikahan Hidayat, Dey bertemu lagi dengan Sir Fatah. Perjuangannya di Palestina ternyata telah menyebabkan Sir Fatah harus merelakan kaki kanannya.

Pada akhirnya, Dey diharuskan untuk memilih. Ia terjebak dalam lingkaran cinta tiga orang laki-laki: Jo, lelaki dewasa yang mapan dan serius memperbaiki diri untuk lebih dekat dengan-Nya; Reno, teman Dey di Rohis SMA dulu yang walaupun masih kuliah, tetapi telah memiliki pekerjaan dan siap menikah; serta Sir Fatah, masa lalunya yang kembali hadir kini. Siapakah yang akan Dey pilih?


***

Itulah garis besar cerita dalam novel "Birunya Langit Cinta" buah karya Azzura Dayana. Tapi bukan sekedar kisah cinta yang ku simak disana, namun kisah lain tentang pribadi seorang Daiyah Khairunnisa...

Jauh dari hari ini, mungkin sekitar akhir tahun 2008, ketika novel selesai dibaca.. Dan hati begitu tersentuh dengan kebiasaan Dey yang saanggaat tidak biasa menurutku... Hebat! bahkan sempat terbayang dalam anganku adegan di kafe sekolah Dey terjadi pada diiriku....


"Loe nggak lagi puasa kan??? Kemaren kan Loe udah puasa Dey, berarti sekarang nggak kan..."

"Iya, aku nggak sedang puasa sekarang. tapi aku lagi malas makan aja... Aku nemenin aja ya..."

Kira-kira itu dialognya...


Hingga akhirnya aku tergerak untuk mengikuti kebiasaan itu, tapi sendiri rasanya beraat. Aku takut berhenti ditengah jalan..


Angkot merah, sore hari setelah pulang sekolah. Aku membuat janji dengan wanita berjilbab putih yang senantiasa tersenyum,duduk dihadapanku...

Hari itu kami mengikat sebuah janji, Alhamdulillah sampai saat ini kami tetap istiqomah. Meski pernah kami berhenti, tapi lanjut lagi karena cinta besar kami pada Allah..

Aku mau bangeett masuk Syurga lewat pintu Ar-Royan...


"Adek2, cobalah mulai hari ini buatlah amalan-amalan khusus yang membuatmu berbeda dengan muslim/ah lainnya.. Buatlah ibadah khusus yang membuatmu berbeda di mata Allah.." ujar Mbak Indah di suatu kali dalam lingkaran kecil kami.. Mesjid Irsyadiyah menjadi saksi bisu pertemuan kami setiap minggu...


***

Novel ini pula yang telah membuat hati seorang Hawa berhasil terpaut ikhlash pada Pemilik Cinta Hakiki, hingga dia berhasil menjadi salah satu siswa yang lulus dari SMA Unggul di Bumi Rafflessia itu...

***

Aku ingin seperti dulu..
Hari-hari yang tak pernah lalai...
Hari-hari penuh semangat saat hidayah menghampiriku...
Mengkaji Al-Qur'an bersama....
Saling menyemangati dalam menambah hafalan dan mengamalkannya...
hari-hari saat hati hanya dipenuhi oleh Allah...Allah...Allah...
***
Istiqomahnya Mbak Indah mempertahankan jilbabnya saat darah segar mengubah jilbab putih jadi merah..
Senyum tulus Mella diantara kisah sedihnya saat berpisah dengan ayah tercinta...
Sabar dan tabahnya Rinti dalam menjaga hati dan menghibur akhwat manja ini...
Semangat Ria untuk sentiasa mengajakku istiqomah diperantauan ini...
Keaktifan Nabel untuk terus berusaha menjadi akhwat tangguh dikala keluarga tak mendukung keinginan besarnya...
Kebaikan Friska dan kenekatannya menerobos hujan deras hingga kecelakaan di lampu merah menjadi kisah unik tersendiri dalam catatan hidup kami...
Kedewasaan pribadi Inung yang harus memilih mengaji atau menjaga adik-adiknya...
Dalam diamnya Nurul yang menyimpan seribu impian untuk melanjutkan studi ke kampung halamannya,Jawa...

Dan semua teman-teman XE,XI IPA 4,XII IPA 3... Selama berada di kelas unggul itu banyak orang-orang berpikiran positif dan mengalirkan energi positif hingga kami berhasil membuat sekolah bangga..

Memberi puluhan piala dan prestasi...
Sungguh, aku tak pernah mengira bisa menjadi salah satu siswa yang menyumbangkan piala.. Dan bisa mewakili sekolah hingga ke tingkat provinsi...

Semua karena Allah sayang Septri....

***
Miss You, Mbak Indah, Mella, Rinti, Ria, Nabel, Friska, Inung, Nurul,..Al-Hurrin'in... Smanlie...Risma Surya Ramadhan...Mbak Keke, mbak Vivi, Mbak Kimlin, Bang Ghufron,Bang Agung, bang Anjas,...Umi,Anggi,Bella, Sarah,,ah...kapan kita bisa berkumpul seperti dulu....

Izinkan aku membuat novel dengan kehadiran nama-nama kalian...Saudaraku seiman...

Bangkitlah!!

"Kak Yaya. Kak Septrinya mana????"
ya, kira-kira seperti itulah pertanyaan cowok kelas 5 SD itu saat teman-teman KKN berkunjung kembali ke kampung baru kami di bawah kaki Gunung Sago itu...

Aku masih ingat pertanyaan diiringi senyum manja si adik kecil,"Kak, kapan kakak balik ke sini lagi???? kalo Kak kesini, kita main lagi ya...."

Septri! Apa kamu lupa kalo kamu janji bakalan kembali untuk mengunjunginya??? Teganya kamu, Sep!!!

Maaf Irvan..Ada agenda lain disini yang Insyaallah juga bermanfaat...

Jadi, sudah berapa kali dirimu mengecewakan orang lain???
***
"Septri, jangan lupo caliak Amak disiko yo..."ujar wanita separuh baya yang telah kuanggap seperti Ibu sendiri...

Lalu, apa aku telah mengecewakannya juga???

***
"Septri,pokoknya pulang cepat ke Bengkulu ya! De mau ketemu..." pinta guru SMP yang usianya 6 tahun lebih tua dariku  itu lewat seluler...
"Septri, kapan pulang???" tanya kakak yang lain...
"Nak,masih kuliah?? Kapan balik ke Bengkulu???" tanya laki-laki paruh baya yang telah menghidupiku sejak aku lahir...

Semua bertanya, semua berharap..aku pulaang...

Apakah mereka kecewa???
***
Ternyata dalam tiap detik nafas kita, ada hak orang lain disana...
Banyak yang mengaharapkan kita, lantas kenapa kita harus merasa tak penting???
Banyak yang merindukan hari-hari bersama kita, lantas kenapa kita merasa sendiri...

Hmm, masih ada makhluk yang menyayangi kita itu artinya Allah masih Menyayangi kita...Iya, Kan?!

Nah, jadi berhentilah putus asa, ayo bahagiakan orang-orang disekitar kita....

Bangkitlah!!!

Senin, 13 Agustus 2012

Teruuus Semangaat...^^

"Hari ini tidak jadi kuliah..."

Berita yang mengecewakan, menunda-nunda kepulangan tapi ternyata kuliahnya dibatalkan..
Padahal, dirumah udah banyak yang nungguin... Tapi begitulah, berani ambil resiko..

Satu per satu penduduk kosan pulang...udah dijamin,sendiriaannn...
Mau kabur kemana???
Mesjid??? Hemm,dilarang i'tikaf...
Kosan teman??? Mereka pada pergi i'tikaf...

Sedih ya??? atau lebih tepatnya menyedihkan....
Tapi, TIDAK bagiku...
Karena Allah sudah punya rencana terbaik untuk hidupku...^^

Seperti kisah ketika mencari kosan....
Sudah senang dapat kosan nyaman (menurutku), ada teman satu fakultas...tapi ternyata ibu kosnya lupa kalau aku udah pesan sejak sebulan yang lalu...
Hanya beda satu hari kosan diambil orang lain..Ya, bukan rezekiku... Awalnya sedih... Tapi....

Tapi, aku tetap harus berusaha, ditemani teman baik pergi mencari kosan lain...
Dan....
Alhamdulillah dapat, tempat yang lebih nyaman dan lebih baik...
Bersama orang-orang sefikroh dan hanif...Sungguh rencana Allah jaauuuhh lebih indah dibanding rencana makhluk-Nya ini....

H-2 sebelum aku puulaaanggg...InsyaAllah...
Perjalanan yang akan kujadikan sebagai tambahan pengalaman...

Mengambil ibrah dari setiap kejadian...
Semangat diri...
Semangat kawan...
Kita nggak sendirian, Tapi ada Sang Maha Melihat...yang senantiasa Membersamai kita...

So.....Tersenyumlah....:-)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Teruntuk Orang-orang Yang Menyayangiku

Kau selalu bertanya,"Kapan pulang??"

Aku yang lebih muda darimu.
Tak menjadikan dirimu segan untuk bertanya banyak hal..
Menjadikan aku sebagai teladanmu..

Tapi kini aku merasa sudah tak pantas lagi untuk kau jadikan teladan..
Karena dirimu telah berkorban lebih banyak...
Membantu ayah dan adik, menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam mereka...
Membatu keuangan keluarga...
Bahkan kau lebih utama dalam menjaga hatimu...

Ah, aku malu sudah berani bermain api...

Keluarga kita bukanlah keluarga yang dulu..
Sejak kepergian sosok penyayang itu, keluarga kita jadi berbeda...
Tapi tetap, aku ingin pulang..
Berkumpul lagi dengan semuanya..
Membagi suka dan duka..

Semua bertanya..."Kapan pulang???"
Dan semua tampak kesal jika aku pulang terlambat dan kembali lagi terlalu cepat..
Oh keluargaku, aku tahu kalian sangat menyayangiku....


Mufidatul Khofifah bagian 2

"Fida, temenin aku dong..!" bujuk Selly
Fida yang sedang asyik membaca buku Dalam Dekapan Ukhuwahnya Salim A Fillah di sofa mengalihkan pandangannya ke arah sepupunya itu, "Kemana???"

"Ini, mama nyuruh aku ngasih Blackforrest ini ke rumah tetangga." jawab Selly sambil menunjuk kue dalam bungkusan kotak yang ada di atas meja makan.

"Kan yang di suruh Selly, ya Selly kasih aja sendiri.." ucap Fida santai lalu melanjutkan bacaannya..

"Ah, Fida!" Selly menghampiri Fida dan merebut buku bersampul hitam dengan gambar buah-buahan di dalam keranjang berbentuk manusia yang sedang bergandengan tangan itu dari tangan Fida. "Pokoknya kamu harus temenin aku. Titik!"

Fida mencoba merebut kembali buku itu tapi gagal, Fida pun memutuskan pergi ke teras samping. Selly mengikutinya dari belakang.

"Ayolah, temenin aku. Masa kamu tega lihat saudaramu ini berduaan aja sama yang non mahram. Bukannya kamu yang bilang nggak boleh..." bujuk Selly lagi. Fida yang sedang menatap bunga anggrek di taman langsung mengernyitak dahi..

"Apa katamu tadi???"

"Itu si mama, udah tahu Selly malu ketemu Bang Aziz. Malah di suruh-suruh nganterin kue buat dia.." rajuk Selly..

"Tetanggamu itu siapa?? Cowok?? Dimana rumahnya??" tanya Fida sok-sok peduli melihat sepupunya itu mulai merajuk seperti anak kecil. Fida paham sepertinya Selly menaruh rasa ke cowok yang bernama Aziz itu..

"Iya, cowok lajang, ganteng, tinggi, pintar...Yang tinggal di rumah itu.." Selly menunjuk rumah berwarna abu-abu dua tingkat yang ada tepat di hadapan mereka sekarang..

"Ya, udah aku temenin..." Fida mengalah akhirnya..

Selly tersenyum, di raihnya kotak keu di atas meja kemudian mereka melangkah keluar ke rumah Aziz.

***
"Assalamu'alaikum..." ucap Selly sambil menekan bel yang ada di dekat pintu masuk..

Tak lama sosok laki-laki tinggi berkulit putih membuka pintu.."Wa'alaikumussalam.... Ya, ada apa Sel???"

Fida yang sedari tadi membelakangi Selly langsung berbalik seolah mengenali suara barusan... Dimana ya?? Rasanya pernah ketemu. Katanya dalam hati. Menatap sekilas cowok tinggi itu.

"Eh..uhm.....ini..aaa...." Selly langsung gerogi dibuatnya...
"Ada titipan dari Tante Lela.."jawab Fida akhirnya setelah sekian lama Selly hanya mematung dihadapan cowok tampan itu...

"Oh..Terima kasih, ya.." jawab cowok itu, sambil mencoba meraih kotak kue yang dipegang Selly tapi bingung bagaimana caranya karena sedari tadi Selly hanya diam dan memegang erat kotak berwarna coklat itu..

Fida menyikut lengan Selly,sambil berbisik,"Kuenya mau dipegang teruuuss....??"

Selly pun tersadar dari keterpesonaannya pada lelaki di hadapannya itu, "Eh..iii..iya ..lupa.. Ini Bang... Dari mama..." katanya kaku..

Aziz hanya tersenyum melihat tingkah Selly.. "Abang terima ya.. Makasih, tolong sampaikan juga rasa terima kasih Abang sekeluarga ke mamanya ya, Sel.. Dan, ehm maaf adik siapa namanya???" tanya pemuda itu ke Fida..

"Fida, Bang.. lengkapnya Mufidatul Khofifah.." yang menjawab malah Selly..
"Oh, abang baru lihat.. Temannya Selly ya.." tanyanya lagi ke Fida..

"Bukan Bang, tapi sepupu.."lagi-lagi Selly yang menjawab.

Fida tak enak berlama-lama. Memang cowok itu dari tadi nggak lihat dia hanya menatap kotak kue dan sesekali menatap ke arah Selly, sepupunya yang baru saja duduk di kelas 1 SMA itu. Tapi perasaan Fida tetap tak nyaman.

"Maaf, kami permisi dulu..." Fida menarik lengan Selly..mereka pun pergi setelah mengucapkan salam...

bersambung....

Mufidatul Khofifah...

Lorong itu sepi, seorang perempuan dengan jilbab berwarna bunga Cherry blossoms berjalan sendiri. Sesekali dia menoleh ke belakang,sepi.. Terdengar suara gemerisik pohon yang tertiup angin, tak lama hujan rintik-rintik mulai turun.. Di ujung lorong langkahnya terhenti. Ujung gamisnya yang berwarna abu-abu itu terkena percikan air hujan yang jatuh dari atap. Dia pun mundur selangkah.

"Uggh..!" terdengar suara seseorang meringis kesakitan di belakangnya. Perempuan itu spontan menghadap ke belakang. Rupanya suara itu berasal dari seorang laki-laki tinggi berjaket hitam.

"Maaf! Saya tidak tahu kalau ada orang di belakang saya..." ucap perempuan itu sambil menatap lantai.

"Ya! Anda tidak salah.." jawab laki-laki itu,"Tadi saya sedang sibuk membalas pesan jadi nggak lihat kalau di depan saya ada orang." lanjutnya lagi.

Perempuan itu mengangkat kepalanya sejenak, terlihat lambang organisasi di dada sebelah kiri jaket yang dipakai laki-laki itu. Tak lama dia menundukkan kepalanya lagi dan memutar badan. Hujan semakin deras, dia lupa bawa payung. Perempuan itu memutuskan menunggu di sebelah kanan lorong, dekat tiang.

Sementara laki-laki tadi berdiri beberapa langkah di sebelah kirinya. Beberapa kali handphonenya berbunyi dan tak lama laki-laki itu pun membalas pesan-pesan yang masuk.

Hujan sudah agak reda.

"Maaf, saya duluan!" ujar laki-laki itu...
"Ya!"

Laki-laki itu berlari menembus hujan sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangannya..

Bersambung.....