Janji untuk bertemu, tapi tak kesampaian. Rumah bercat kuning terang
itu lengang tak berpenghuni. Ku telpon nggak diangkat, sms nggak dibalas (kayak
iklan aja). Dari teman katanya Mbak Indah ke kampong.
Aku merindukannya sejak masih di Padang. Merindukan janjinya untuk
berjumpa denganku kalau aku sudah sampai di Bengkulu. Tapi, inilah yang
kudapat. Ya, mungkin Allah belum mengizinkan kami bertemu.
“Allah dekat denganmu, Dek.” Itulah nasehat yang selalu
diulang-ulangnya setiap kali aku sms kalau lagi sedang sedih. Ya, Allah dekat dengan kita jadi kenapa harus bersedih???
dari segala kepenatan,ada ALLAH Maha Pemberi kekuatan.
dari segala kegelisahan, ada ALLAH Sang Penentram Jiwa.
dari segala kedukaan, ada ALLAH Sang Penghapus Lara.
Jangan ragu jangan bimbang ALLAH akan selalu bersama kita
Dia Maha Mendengar segala pinta
Maha Pengabul setiap do'a hamba-Nya
Murabi pertamaku, yang mengajariku banyak hal. Hingga aku sedikit demi
sedikit memanjangkan kain penutup kepala ini. Hingga aku sedikit demi sedikit
belajar tentang arti kehidupan. Arti hidupku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar