Handphone bordering, dari kakak. Bilang kalau Ayah ke Pino sama Wak
David katanya Dee mau melahirkan. Sore.
Handphone bordering, pukul 19.50. Dari kakak, ayah nyuruh sholat hajat
karena Dee sudah dua hari kontraksi tapi anaknya belum lahir-lahir juga.
Handphone bordering, pukul 20.04. Dari ayah, ayah minta do’a dan
sholat hajat untuk kelancaran persalinan Dee.. dari kejauhan aku bias mendengar
rintihan suara Dee menahan rasa sakit yang amat sangat.. Seperti apakah
sakitnya, melahirkan???
Handphone bordering, pukul 20.24. dari ayah, Dee sudah melahirkan.
Alhamdulillah selamat dua-duanya. Bayi laki-laki. Dari kejauhan aku bias mendengar
suara tangis bayi. Bayi mungil itu, cucu pertama ayah. Bayi mungil itu ponakan
pertamaku. Bayi mungil itu buah hati pertama Kakak dan suaminya. Bayi mungil
itu Muhammad Daffa Pratama.
Daffa, jadi anak sholeh ya…^^
Handphone bordering 20.28. Dari kakak, bilang kalau Dee sudah
melahirkan.. (Udah tau..^^)… Tanya ayuk Yuni,”Yuk, melahirkan itu sakit ya??”…”Ya,ampuunn
Seep, Sakiiiiiitttt bangeetttt. Kayak mau mati aja rasanya..”
Pengakuan dari ibu dua anak itu membuat hati ini bergidik, sesakit
itukah?? Seperti mau mati??? Seperti itukah ibuku sewaktu melahirkan aku dulu??
Ya, Allah jika iya. Sungguh besar pengorbanan seorang ibu… Lalu sudah sejauh
mana baktiku terhadap ibu???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar