Ga Je aja deehh
Aku harus mulai menulis dari mana ya??? Sudah tiga hari ini semangat menulis lenyap. Bluph! Hilang ditelan gundah gulana hati.. Owh,yang hilang bahkan tak sekedar semangat menulis tapi semangat hidup (oalah berbahaya banget)..
Jum'at lalu saat berjalan-jalan menuju mesjid untuk pengajian,aku sempatkan berdialog "aneh" dengan seorang teman.. Saking sibuknya dengan pikiran sendiri aku sampai lupa apa yang dibicarakan teman seperjalananku itu..(Maaf,ya ;)...).. yang ku ingat waktu itu setelah hampir tiga per empat perjalanan aku tiba-tiba buyar dari lamunanku dan menanggapi perkataannya tentang pembimbing tugas akhir...
Hemm,saat ini semangat hidup saja sudah syukur.. ucapku datar..(yahhh,nggak nyambung banget sama percakapannya,jelas banget aku nggak nyimak kata-katanya..
Sejak awal keberangkatan menuju Mesjid Kampus itu aku heboh pengen cokelat.. Rencananya sih mau cari silver queen (bener nggak tulisannya??)..Tapi di kampus mah sulit nyarinya, jadilah temanku ngajak nongkrong di kantin Mesjid. Bukan makan cokelat tapi makan bakwan.. Hihihi,ada-ada aja...
Sering mataku keluyuran mencari sosok-sosok yang membuat hatiku tenang. Sosok hamba yang dekat dengan Rabbnya..
Ketika sholat Dzuhur kemarin di mushola, tepat ketika salam aku melihat seorang ukhti tersenyum manis ke arahku. Dia baru saja menyelesaikan sholat sunah rawatib qobliyah Dzuhur. Melihatnya hati jadi tenang. Mungkin karena wajah itu dekat dengan Rabbnya. Mukenanya melambai-lambai tertiup angin.. Sholat dzuhur yang khusyuk..
Tadi ketika menunggu bus kampus, seorang akhwat melintas didepanku terburu-buru. Ku rasa aku mengenalnya. Dia menoleh ke belakang. Yup,aku mengenal wajah itu, meski kami baru satu kali bertemu. Mantan murid bimbel kakakku.. Mahasiswi tingkat satu itu, aku menyukainya. Semangatnya,pakaiannya... kecerdasannya...sepertinya dia akan mengikuti jejak kakaknya yang sama-sama akhwat itu..
Siapa lagi ya orang-orang yang ku lirik selama tiga hari ini. Orang-orang yang mengingatkanku pada sosok-sosok jilbaber penyemangat yang menemani hari-hariku di bangku SMA dulu..
Seperti biasa aku akan sangat memperhatikan setiap jilbaber yang melintas dihadapanku. Ya,aneh mungkin kebiasaanku ini.. Tadi waktu menunggu teman di halte lagi-lagi seorang akhwat menyita pikiranku. Buku divakaruni yang ada ditanganku tertutup lagi. Aku menghentikan bacaanku dan lupa menandainya,sementara pikiranku sibuk berargumen dengan penampilan si akhwat.. (Hemm...berpikir keras)
Tiba-tiba kok aku mau bercadar ya... Huuummm,aneh.. Aku membayangkan seseorang kalau mikir tentang cadar ini.. Seorang teman yang menawarkan penjahit cadar handal di kota tempat tinggalnya sekarang..Bogor...Ukhti,ukhti...
Aku jadi ingat malam di kota Hujan itu,di pelataran mesjid kami duduk. Membicarakan banyak hal,mulai dari hal yang serius sampai hal-hal lucu yang pernah kami alami bersama. Hemm,malam itu ukhti ku benar-benar kecewa dengan keadaan sekitarnya. Aku cuma bisa menanggapinya dengan senyum datar. Sebentar sekali kami bercakap-cakap tapi percakapan itu berkesan banget. Menampar hati yang penuh dosa. (rumit.....).. Jilbabnya dalam..
Hati, iya hati ini kuncinya. Hati ini yang harus dibenahi sekarang.. Percuma kan sibuk memperbaiki penampilan fisik tapi hati tak berubah.. tetap gersang penuh noda-noda hitam.. noda-noda dosa..
Jum'at lalu saat berjalan-jalan menuju mesjid untuk pengajian,aku sempatkan berdialog "aneh" dengan seorang teman.. Saking sibuknya dengan pikiran sendiri aku sampai lupa apa yang dibicarakan teman seperjalananku itu..(Maaf,ya ;)...).. yang ku ingat waktu itu setelah hampir tiga per empat perjalanan aku tiba-tiba buyar dari lamunanku dan menanggapi perkataannya tentang pembimbing tugas akhir...
Hemm,saat ini semangat hidup saja sudah syukur.. ucapku datar..(yahhh,nggak nyambung banget sama percakapannya,jelas banget aku nggak nyimak kata-katanya..
Sejak awal keberangkatan menuju Mesjid Kampus itu aku heboh pengen cokelat.. Rencananya sih mau cari silver queen (bener nggak tulisannya??)..Tapi di kampus mah sulit nyarinya, jadilah temanku ngajak nongkrong di kantin Mesjid. Bukan makan cokelat tapi makan bakwan.. Hihihi,ada-ada aja...
Sering mataku keluyuran mencari sosok-sosok yang membuat hatiku tenang. Sosok hamba yang dekat dengan Rabbnya..
Ketika sholat Dzuhur kemarin di mushola, tepat ketika salam aku melihat seorang ukhti tersenyum manis ke arahku. Dia baru saja menyelesaikan sholat sunah rawatib qobliyah Dzuhur. Melihatnya hati jadi tenang. Mungkin karena wajah itu dekat dengan Rabbnya. Mukenanya melambai-lambai tertiup angin.. Sholat dzuhur yang khusyuk..
Tadi ketika menunggu bus kampus, seorang akhwat melintas didepanku terburu-buru. Ku rasa aku mengenalnya. Dia menoleh ke belakang. Yup,aku mengenal wajah itu, meski kami baru satu kali bertemu. Mantan murid bimbel kakakku.. Mahasiswi tingkat satu itu, aku menyukainya. Semangatnya,pakaiannya... kecerdasannya...sepertinya dia akan mengikuti jejak kakaknya yang sama-sama akhwat itu..
Siapa lagi ya orang-orang yang ku lirik selama tiga hari ini. Orang-orang yang mengingatkanku pada sosok-sosok jilbaber penyemangat yang menemani hari-hariku di bangku SMA dulu..
Seperti biasa aku akan sangat memperhatikan setiap jilbaber yang melintas dihadapanku. Ya,aneh mungkin kebiasaanku ini.. Tadi waktu menunggu teman di halte lagi-lagi seorang akhwat menyita pikiranku. Buku divakaruni yang ada ditanganku tertutup lagi. Aku menghentikan bacaanku dan lupa menandainya,sementara pikiranku sibuk berargumen dengan penampilan si akhwat.. (Hemm...berpikir keras)
Tiba-tiba kok aku mau bercadar ya... Huuummm,aneh.. Aku membayangkan seseorang kalau mikir tentang cadar ini.. Seorang teman yang menawarkan penjahit cadar handal di kota tempat tinggalnya sekarang..Bogor...Ukhti,ukhti...
Aku jadi ingat malam di kota Hujan itu,di pelataran mesjid kami duduk. Membicarakan banyak hal,mulai dari hal yang serius sampai hal-hal lucu yang pernah kami alami bersama. Hemm,malam itu ukhti ku benar-benar kecewa dengan keadaan sekitarnya. Aku cuma bisa menanggapinya dengan senyum datar. Sebentar sekali kami bercakap-cakap tapi percakapan itu berkesan banget. Menampar hati yang penuh dosa. (rumit.....).. Jilbabnya dalam..
Hati, iya hati ini kuncinya. Hati ini yang harus dibenahi sekarang.. Percuma kan sibuk memperbaiki penampilan fisik tapi hati tak berubah.. tetap gersang penuh noda-noda hitam.. noda-noda dosa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar