Mufidatul Khofifah bagian 2
"Fida, temenin aku dong..!" bujuk Selly
Fida yang sedang asyik membaca buku Dalam Dekapan Ukhuwahnya Salim A Fillah di sofa mengalihkan pandangannya ke arah sepupunya itu, "Kemana???"
"Ini, mama nyuruh aku ngasih Blackforrest ini ke rumah tetangga." jawab Selly sambil menunjuk kue dalam bungkusan kotak yang ada di atas meja makan.
"Kan yang di suruh Selly, ya Selly kasih aja sendiri.." ucap Fida santai lalu melanjutkan bacaannya..
"Ah, Fida!" Selly menghampiri Fida dan merebut buku bersampul hitam dengan gambar buah-buahan di dalam keranjang berbentuk manusia yang sedang bergandengan tangan itu dari tangan Fida. "Pokoknya kamu harus temenin aku. Titik!"
Fida mencoba merebut kembali buku itu tapi gagal, Fida pun memutuskan pergi ke teras samping. Selly mengikutinya dari belakang.
"Ayolah, temenin aku. Masa kamu tega lihat saudaramu ini berduaan aja sama yang non mahram. Bukannya kamu yang bilang nggak boleh..." bujuk Selly lagi. Fida yang sedang menatap bunga anggrek di taman langsung mengernyitak dahi..
"Apa katamu tadi???"
"Itu si mama, udah tahu Selly malu ketemu Bang Aziz. Malah di suruh-suruh nganterin kue buat dia.." rajuk Selly..
"Tetanggamu itu siapa?? Cowok?? Dimana rumahnya??" tanya Fida sok-sok peduli melihat sepupunya itu mulai merajuk seperti anak kecil. Fida paham sepertinya Selly menaruh rasa ke cowok yang bernama Aziz itu..
"Iya, cowok lajang, ganteng, tinggi, pintar...Yang tinggal di rumah itu.." Selly menunjuk rumah berwarna abu-abu dua tingkat yang ada tepat di hadapan mereka sekarang..
"Ya, udah aku temenin..." Fida mengalah akhirnya..
Selly tersenyum, di raihnya kotak keu di atas meja kemudian mereka melangkah keluar ke rumah Aziz.
***
"Assalamu'alaikum..." ucap Selly sambil menekan bel yang ada di dekat pintu masuk..
Tak lama sosok laki-laki tinggi berkulit putih membuka pintu.."Wa'alaikumussalam.... Ya, ada apa Sel???"
Fida yang sedari tadi membelakangi Selly langsung berbalik seolah mengenali suara barusan... Dimana ya?? Rasanya pernah ketemu. Katanya dalam hati. Menatap sekilas cowok tinggi itu.
"Eh..uhm.....ini..aaa...." Selly langsung gerogi dibuatnya...
"Ada titipan dari Tante Lela.."jawab Fida akhirnya setelah sekian lama Selly hanya mematung dihadapan cowok tampan itu...
"Oh..Terima kasih, ya.." jawab cowok itu, sambil mencoba meraih kotak kue yang dipegang Selly tapi bingung bagaimana caranya karena sedari tadi Selly hanya diam dan memegang erat kotak berwarna coklat itu..
Fida menyikut lengan Selly,sambil berbisik,"Kuenya mau dipegang teruuuss....??"
Selly pun tersadar dari keterpesonaannya pada lelaki di hadapannya itu, "Eh..iii..iya ..lupa.. Ini Bang... Dari mama..." katanya kaku..
Aziz hanya tersenyum melihat tingkah Selly.. "Abang terima ya.. Makasih, tolong sampaikan juga rasa terima kasih Abang sekeluarga ke mamanya ya, Sel.. Dan, ehm maaf adik siapa namanya???" tanya pemuda itu ke Fida..
"Fida, Bang.. lengkapnya Mufidatul Khofifah.." yang menjawab malah Selly..
"Oh, abang baru lihat.. Temannya Selly ya.." tanyanya lagi ke Fida..
"Bukan Bang, tapi sepupu.."lagi-lagi Selly yang menjawab.
Fida tak enak berlama-lama. Memang cowok itu dari tadi nggak lihat dia hanya menatap kotak kue dan sesekali menatap ke arah Selly, sepupunya yang baru saja duduk di kelas 1 SMA itu. Tapi perasaan Fida tetap tak nyaman.
"Maaf, kami permisi dulu..." Fida menarik lengan Selly..mereka pun pergi setelah mengucapkan salam...
bersambung....
Fida yang sedang asyik membaca buku Dalam Dekapan Ukhuwahnya Salim A Fillah di sofa mengalihkan pandangannya ke arah sepupunya itu, "Kemana???"
"Ini, mama nyuruh aku ngasih Blackforrest ini ke rumah tetangga." jawab Selly sambil menunjuk kue dalam bungkusan kotak yang ada di atas meja makan.
"Kan yang di suruh Selly, ya Selly kasih aja sendiri.." ucap Fida santai lalu melanjutkan bacaannya..
"Ah, Fida!" Selly menghampiri Fida dan merebut buku bersampul hitam dengan gambar buah-buahan di dalam keranjang berbentuk manusia yang sedang bergandengan tangan itu dari tangan Fida. "Pokoknya kamu harus temenin aku. Titik!"
Fida mencoba merebut kembali buku itu tapi gagal, Fida pun memutuskan pergi ke teras samping. Selly mengikutinya dari belakang.
"Ayolah, temenin aku. Masa kamu tega lihat saudaramu ini berduaan aja sama yang non mahram. Bukannya kamu yang bilang nggak boleh..." bujuk Selly lagi. Fida yang sedang menatap bunga anggrek di taman langsung mengernyitak dahi..
"Apa katamu tadi???"
"Itu si mama, udah tahu Selly malu ketemu Bang Aziz. Malah di suruh-suruh nganterin kue buat dia.." rajuk Selly..
"Tetanggamu itu siapa?? Cowok?? Dimana rumahnya??" tanya Fida sok-sok peduli melihat sepupunya itu mulai merajuk seperti anak kecil. Fida paham sepertinya Selly menaruh rasa ke cowok yang bernama Aziz itu..
"Iya, cowok lajang, ganteng, tinggi, pintar...Yang tinggal di rumah itu.." Selly menunjuk rumah berwarna abu-abu dua tingkat yang ada tepat di hadapan mereka sekarang..
"Ya, udah aku temenin..." Fida mengalah akhirnya..
Selly tersenyum, di raihnya kotak keu di atas meja kemudian mereka melangkah keluar ke rumah Aziz.
***
"Assalamu'alaikum..." ucap Selly sambil menekan bel yang ada di dekat pintu masuk..
Tak lama sosok laki-laki tinggi berkulit putih membuka pintu.."Wa'alaikumussalam.... Ya, ada apa Sel???"
Fida yang sedari tadi membelakangi Selly langsung berbalik seolah mengenali suara barusan... Dimana ya?? Rasanya pernah ketemu. Katanya dalam hati. Menatap sekilas cowok tinggi itu.
"Eh..uhm.....ini..aaa...." Selly langsung gerogi dibuatnya...
"Ada titipan dari Tante Lela.."jawab Fida akhirnya setelah sekian lama Selly hanya mematung dihadapan cowok tampan itu...
"Oh..Terima kasih, ya.." jawab cowok itu, sambil mencoba meraih kotak kue yang dipegang Selly tapi bingung bagaimana caranya karena sedari tadi Selly hanya diam dan memegang erat kotak berwarna coklat itu..
Fida menyikut lengan Selly,sambil berbisik,"Kuenya mau dipegang teruuuss....??"
Selly pun tersadar dari keterpesonaannya pada lelaki di hadapannya itu, "Eh..iii..iya ..lupa.. Ini Bang... Dari mama..." katanya kaku..
Aziz hanya tersenyum melihat tingkah Selly.. "Abang terima ya.. Makasih, tolong sampaikan juga rasa terima kasih Abang sekeluarga ke mamanya ya, Sel.. Dan, ehm maaf adik siapa namanya???" tanya pemuda itu ke Fida..
"Fida, Bang.. lengkapnya Mufidatul Khofifah.." yang menjawab malah Selly..
"Oh, abang baru lihat.. Temannya Selly ya.." tanyanya lagi ke Fida..
"Bukan Bang, tapi sepupu.."lagi-lagi Selly yang menjawab.
Fida tak enak berlama-lama. Memang cowok itu dari tadi nggak lihat dia hanya menatap kotak kue dan sesekali menatap ke arah Selly, sepupunya yang baru saja duduk di kelas 1 SMA itu. Tapi perasaan Fida tetap tak nyaman.
"Maaf, kami permisi dulu..." Fida menarik lengan Selly..mereka pun pergi setelah mengucapkan salam...
bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar