Pilihan Itu
Ada dua kisah nyata yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat kita..
Kisah pertama : Ada seorang wanita, sedikit pemahaman agamanya. Berjilbab standar menutup dada, memakai baju muslimah ala kadarnya (nggak nutup kaki). Begitu menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Berprinsip tidak akan pacaran sampai dia menikah nanti. Dan suatu hari ada seorang laki-laki berniat melamarnya. hanya bertemu tiga kali saja, saat berkenalan, saat rapat untuk membahas pernikahan, dan ketika hari pernikahan. Singkat saja. Dan kelang dua minggu dari pertemuan pertama mereka pun menikah. Acara walimah yang benar-benar sederhana, tak ada musik, hanya ada lantunan rebana saja. Benar-benar bersahaja..
Kisah kedua : Ada seorang wanita yang taat beragama. Pakaiannya tertutup rapat, baju dan rok longgar lengkap dengan jilbab leebaaar dan kaus kaki. Rajin ikut pengajian. Tapi di tengah jalan dakwahnya, dia tak bisa istiqomah. Meski pakaiannya muslimah banget, tapiii dia....PACARAN... sungguh sedih melihatnya,. Dan hubungan terlarang itu berlangsung selama 3 tahun lamanya.. Dan tibalah saat sang pacar benar-benar serius, dan mendatangi orang tuanya untuk meminang anak perempuannya.. Mereka pun menikah, dengan walimatul 'ursy yang saaangaaat meriah, sangat mewah.. Uang puluhan juta pun keluar untuk membiayai acara itu.. Sungguh, pernikahan yang tidak menampakkan kesederhaan seorang muslimah. Ya, mungkin karena permintaan keluarga yang tak bisa ditolak. Jilbab yang biasanya lebar menutup dada kini naik "sedikit" di atas dada. Na'udzubillah.. (Ya, Allah jagalah hamba agar tetap istiqomah dengan jilbab ini, terutama di upacara yang sakral itu..aamiin)
Sungguh kontras ya, yang nggak terlalu paham dengan agama bisa menjaga diri terkadang lebih baik dari yang paham. Bukan berarti kisah pertama lebih baik dari kisah kedua. Karena yang terbaik yaitu paham dengan agama dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Berhijab dengan sempurna dan bisa mempertahankannya.. Istiqomah. Karena istiqomah bukanlah untuk sekedar dido'akan tapi istiqomah adalah harga mati untuk seorang muslim..
Ya, itulah dua kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan nyata, banyak lagi kisah yang lainnya ana rasa. Semoga kita bisa lebih teliti dalam menjalani hidup sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-sunnah yang telah diajarakan oleh Allah melaliu perantara manusia teladan, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam..
Hidup adalah pilihan, dan pilihan itu ada di tanganmu..
Kisah pertama : Ada seorang wanita, sedikit pemahaman agamanya. Berjilbab standar menutup dada, memakai baju muslimah ala kadarnya (nggak nutup kaki). Begitu menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Berprinsip tidak akan pacaran sampai dia menikah nanti. Dan suatu hari ada seorang laki-laki berniat melamarnya. hanya bertemu tiga kali saja, saat berkenalan, saat rapat untuk membahas pernikahan, dan ketika hari pernikahan. Singkat saja. Dan kelang dua minggu dari pertemuan pertama mereka pun menikah. Acara walimah yang benar-benar sederhana, tak ada musik, hanya ada lantunan rebana saja. Benar-benar bersahaja..
Kisah kedua : Ada seorang wanita yang taat beragama. Pakaiannya tertutup rapat, baju dan rok longgar lengkap dengan jilbab leebaaar dan kaus kaki. Rajin ikut pengajian. Tapi di tengah jalan dakwahnya, dia tak bisa istiqomah. Meski pakaiannya muslimah banget, tapiii dia....PACARAN... sungguh sedih melihatnya,. Dan hubungan terlarang itu berlangsung selama 3 tahun lamanya.. Dan tibalah saat sang pacar benar-benar serius, dan mendatangi orang tuanya untuk meminang anak perempuannya.. Mereka pun menikah, dengan walimatul 'ursy yang saaangaaat meriah, sangat mewah.. Uang puluhan juta pun keluar untuk membiayai acara itu.. Sungguh, pernikahan yang tidak menampakkan kesederhaan seorang muslimah. Ya, mungkin karena permintaan keluarga yang tak bisa ditolak. Jilbab yang biasanya lebar menutup dada kini naik "sedikit" di atas dada. Na'udzubillah.. (Ya, Allah jagalah hamba agar tetap istiqomah dengan jilbab ini, terutama di upacara yang sakral itu..aamiin)
Sungguh kontras ya, yang nggak terlalu paham dengan agama bisa menjaga diri terkadang lebih baik dari yang paham. Bukan berarti kisah pertama lebih baik dari kisah kedua. Karena yang terbaik yaitu paham dengan agama dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Berhijab dengan sempurna dan bisa mempertahankannya.. Istiqomah. Karena istiqomah bukanlah untuk sekedar dido'akan tapi istiqomah adalah harga mati untuk seorang muslim..
Ya, itulah dua kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan nyata, banyak lagi kisah yang lainnya ana rasa. Semoga kita bisa lebih teliti dalam menjalani hidup sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-sunnah yang telah diajarakan oleh Allah melaliu perantara manusia teladan, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam..
Hidup adalah pilihan, dan pilihan itu ada di tanganmu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar