Teruntuk Orang-orang Yang Menyayangiku
Kau selalu bertanya,"Kapan pulang??"
Aku yang lebih muda darimu.
Tak menjadikan dirimu segan untuk bertanya banyak hal..
Menjadikan aku sebagai teladanmu..
Tapi kini aku merasa sudah tak pantas lagi untuk kau jadikan teladan..
Karena dirimu telah berkorban lebih banyak...
Membantu ayah dan adik, menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam mereka...
Membatu keuangan keluarga...
Bahkan kau lebih utama dalam menjaga hatimu...
Ah, aku malu sudah berani bermain api...
Keluarga kita bukanlah keluarga yang dulu..
Sejak kepergian sosok penyayang itu, keluarga kita jadi berbeda...
Tapi tetap, aku ingin pulang..
Berkumpul lagi dengan semuanya..
Membagi suka dan duka..
Semua bertanya..."Kapan pulang???"
Dan semua tampak kesal jika aku pulang terlambat dan kembali lagi terlalu cepat..
Oh keluargaku, aku tahu kalian sangat menyayangiku....
Aku yang lebih muda darimu.
Tak menjadikan dirimu segan untuk bertanya banyak hal..
Menjadikan aku sebagai teladanmu..
Tapi kini aku merasa sudah tak pantas lagi untuk kau jadikan teladan..
Karena dirimu telah berkorban lebih banyak...
Membantu ayah dan adik, menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam mereka...
Membatu keuangan keluarga...
Bahkan kau lebih utama dalam menjaga hatimu...
Ah, aku malu sudah berani bermain api...
Keluarga kita bukanlah keluarga yang dulu..
Sejak kepergian sosok penyayang itu, keluarga kita jadi berbeda...
Tapi tetap, aku ingin pulang..
Berkumpul lagi dengan semuanya..
Membagi suka dan duka..
Semua bertanya..."Kapan pulang???"
Dan semua tampak kesal jika aku pulang terlambat dan kembali lagi terlalu cepat..
Oh keluargaku, aku tahu kalian sangat menyayangiku....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar