Wajah ini tak pantas memandang lurus ke depan, mengumbar senyum manis, ataupun menegur sapa orang yang berpapasan... Karena ketidakpantasan diri menghalanginya...
Jembatan itu menjadi saksi bisu, membuat diri menjadi sesosok manusia yang tidak pantas berjalan di muka bumi. Hati bersedih siapa yang tahu, tapi wajah pilu telah memberitahukan segalanya. Tanpa perlu kata terucap....
Angin malam, kali ini bukan menghembuskan rasa manis dalam kesepian. Tapi jalan menuju kehampaan abadi. Semua seakan terbang, menyapu kegelapan nurani. Tapi tetap di lubuk hati ini masih tersimpan larutan pahit yang menyesakkan...
Fatamorgana. Bibir manis tersenyum ramah... Tapi itu lagi-lagi senyuman yang menipu.............
Pages
▼
Pages
▼
Pages - Menu
▼
Kamis, 06 Desember 2012
Minggu, 11 November 2012
Berbenah
Jika rumah kita kotor atau berantakan, nah siapa lagi yang mau membenahinya kalau bukan kita sendiri kan.. Kan ada pembantu... Jawaban santai.. Ok ok ..buat yang ada pembantu mungkin bisa tertolong. Ehmm, kalau kamar berantakan gimana?? Pembantu doong.. Lagi-lagi jawaban nyantai nggak bertanggung jawab. padahal kan yang ngotorin and buat kamar ambur adul diri kita sendiri..
Ehmm, itu kalau sebuah rumah atau kamar yang berantakkan. kali ini jawaban yang nggak bisa di elak kan. dan kudu wajib mesti banget kita sendiri yang membenahinya.. Apa tu??? Nih ya, kalau diri kita yang berantakkan, apa yang mesti kita lakukan??? Yup, membenahinya. Caranya???
Nah, itu yang sedang saya pikirkan. Gimana caranya membenahi diri yang sudah rusak dan rasanya jauuuuhhh bangeeet dari Allah ini ... Penciptaku...
Di lain pihak hati tak mau melupakannya..
Beginikah rasanya patah hati????? Sakiiitttt.... Saakiiiiiittttt... Saaakiiiiiiiiiiitttt sekali... Teramat sangaaatt sakiiiitttt.. jadi???? Jangan coba-coba bermain cinta.... Jika tak ingin merasakannya.....
Minggu, 04 November 2012
Petunjuk Hidupku yang Terlupakan
Ketika Alqur’an Kehilangan Pesona..
Dia…tergeletak tak berdaya..
Berteman debu yang enggan menjauh darinya…
Lembarannya lusuh dan hampir tak terbaca…
Dia…tergeletak tak berdaya..
Berteman debu yang enggan menjauh darinya…
Lembarannya lusuh dan hampir tak terbaca…
Mana…hamba yang dulu setiap hari selalu tergoda olehnya?
Dia…kini terkalahkan…
Jangankan dibaca..dilirik pun enggan…
Novel cinta lebih diincar jadi bacaan..
Pengisi hari di waktu luang…
Alqur’an…benarkah pesonamu memudar?
Kemana hamba yang ketika membaca lembaranmu hatinya bergetar?
Alqur’an…benarkah telah termakan zaman?
Mukjizat Rasul yang dulu didustakan…
Pembawa kabar gembira dan peringatan…
Kini…apa bedanya dengan mereka yang mengacuhkan?
Bahkan…tak peduli ketika alqur’an dilecehkan…
Dia…seolah kehilangan pesona…
Tak lagi mampu menarik hati sang hamba…
Ketika ada yang membaca pun…banyak yang malah menutup telinga..
Hanya sedikit hamba yang merindukannya…
Alqur’an sang penggetar hati…
Sudahkah hari ini artinya kau maknai?
Sudahkah tiap ayatnya kau tadabburi?
Dia…kini terkalahkan…
Jangankan dibaca..dilirik pun enggan…
Novel cinta lebih diincar jadi bacaan..
Pengisi hari di waktu luang…
Alqur’an…benarkah pesonamu memudar?
Kemana hamba yang ketika membaca lembaranmu hatinya bergetar?
Alqur’an…benarkah telah termakan zaman?
Mukjizat Rasul yang dulu didustakan…
Pembawa kabar gembira dan peringatan…
Kini…apa bedanya dengan mereka yang mengacuhkan?
Bahkan…tak peduli ketika alqur’an dilecehkan…
Dia…seolah kehilangan pesona…
Tak lagi mampu menarik hati sang hamba…
Ketika ada yang membaca pun…banyak yang malah menutup telinga..
Hanya sedikit hamba yang merindukannya…
Alqur’an sang penggetar hati…
Sudahkah hari ini artinya kau maknai?
Sudahkah tiap ayatnya kau tadabburi?
Yup..dapat tulisan bagus di facebook.... tulisan yang
mengingatkanku pada sebuah Al-Qur'an besar dan tebal yang bertengger di atas
kepala tempat tidurku. Sebuah Al-Qur'an terjemahan dilengkapi dengan tafsir
yang memiliki 22 keunggulan. Al-Qur'an termahal yang berhasil ku beli dari uang
hadiah... Aku ingat waktu itu di bazar perpustakaan Unand lantai satu, nggak
sengaja aku melihatnya. Waaww,, keren. Yah, itulah yang pertama kali keluar
dari mulutku. Sampai-sampai pinjam motor teman buat ambil uang di ATM demi
untuk memilikinya segera. Niatku satu. aku ingin menjadikannya temanku setiap
hari. Awal-awal dulu waktu baru memilikinya Al-Qura'an (Miracle the reference)
ini sering banget ku baca, ku periksa halaman demi halamannya sampai-sampai
al-Qura'an kecilku tersaingi.... Tapi, sekarang.............. Yah, Al-Qur'an
besar ini hanya menjadi hiasan saja. Kemana semangat ku yang dulu, yang ingin
belajar lebih dalam, ingin memaknai Al-Qur'an.... Aaaahhh,..
Ku lap kembali Al-Qur'an berdebu itu... Aku mau membacanya...
membaca artinya, tafsirnya, hadits-haditsnya, Asbabunnuzulnya, khazanah ilmu
pengetahuannya... Ya semua yang ada di dalamnya.. Ya Rabb, beri aku
keistiqomahan untuk lebih dekat dengan kitab-Mu, dengan agama-Mu untuk
mendapatkan cinta-Mu... Ya Rahman Ya Rahim......
Sabtu, 03 November 2012
Change! Tekad untuk Berubah.
Allahumma inni a'udzubika minal-hammi wal-hazani wa a'udzubika minal-'ajzi wal-kasali wa a'udzubika minal-jubni wal-bukhli wa a'udzubika min ghalabatid dain wa qabrir-rijal.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat ragu-ragu, duka cita, lemah, malas, penakut, kikir, dililit hutang, dan intimidasi manusia..
Itulah do'a yang diajarkan oleh manusia teladan, manusia yang paling sempurna dan satu-satunya manusia yang patut untuk diidolakan... Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam...
Ketika berjalan di anatara tumpukan rak-rak buku yang berjajar rapi di gramedia suatu hari, tak ada keinginan untuk membawa pulang satu buku pun. niat hati hanya menemani teman. Tapi buku kecil ini telah menggoda hatiku untuk menjadikannya salah satu koleksi di rak buku mini milikku.
Ya, buku itu berjudul.." Ya Allah, Sia-siakah Shalat Malamku?"
Mungkin pembaca pun pernah merasakan hal yang sama, di mana hati bertanya-tanya diterimakah sholat malamku selama ini? Kenapa aku hanya merasa semua cuma sekedar rutinitas saja...??? Ya, sama. Itulah yang aku rasakan. sekedar rutinitas. nggak masuk ke ruh ku. Tidak menyentuh jiwa. Maka dari itu, karena penasaran aku rogoh kocek untuk membeli buku kecil ini. Semoga bermanfaat.
Sedikit berbagi ilmu dari sedikit halamannya, semoga bisa diambil hikmahnya.
Bermula dari do'a di atas. mengiringi keistiqamahan shalat malam, kita harus menjadi pribadi yang senantiasa berubah dari keburukan menuju kebaikan. Penulis berkata,"Do'a ini adalah isyarat bahwa kita sedang berdekatan dengan Allah, sekaligus akan mengubah hal-hal yang menjadi penghalang kita untuk menjadi lebih baik. Penghalang-penghalang itu adalah sebagai berikut:
1. Hammi (ragu-ragu menghadapi masa depan)
Keraguan harus dihilangkan. Kita memohon kepada Allah untuk dihindarkan dari sifat ragu,tetapi kitalah yang berikhtiar menghilangkannya. Kergauan adalah cermin kelemahan jiwa yang harus kita lawan dengan kekuatan jiwa.
2. Hazan (kesedihan, kenangan buruk masa lalu)
Kesedihan dan pengalaman buruk masa lalu adalah keadaan sementara yang dapat diubah jika kita mau mengubahnya. Kita boleh memohon Allah melenyapkan kesedihan, tetapi kita pula yang harus berupaya menghilangkan sumber-sumber datangnya kesedihan.
3. 'Ajzi (rasa pesimis)
Pesimis sangat dekat dengan keputusasaan, sedangkan putus asa adalah sikap yang dilarang oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala. Kita memohon kepada-Nya dijauhkan dari sikap putus asa, sambil disertai dengan upaya untuk menumbuhkan semangat dan keyakinan yang kuat.
4. Kasal (sikap malas)
Ketika kita memohon kepada-Nya untuk dijauhkan dari sifat malas, sesungguhnya kita sedang berjanji kepada-Nya bahwa kita akan menjadi pribadi yang rajin berusaha. Kita tidak perlu mencari penyebab kemalasan yang terlanjur melekat, sebab kemalasan hanya bisa ditawan dengan tekad dan sedikit penasaran.
5. jubni(perasan takut)
Semua orang memiliki rasa takut. Para nabi bahkan memiliki rasa takut pada saat-saat tertentu. Tetapi rasa takut yang tidak beralasan akan membuat diri kita terhambat menggapai cita-cita. Kita bermohon kepada Allah agar rasa takut itu dihilangkan, sembari kita juga harus melatih keberanian diri.
6. Bukhli (kikir)
Tidak ada kabaikan dari sifat kikir. kikir dalam harta, ilmu, pengalaman, bahkan kikir senyum adalah sifa buruk yang akna menimpa diri sendiri keburukannya.
7. Ghalabatod dain (terlilit hutang)
memohon kepada Allah adalah jalan terbaik untuk mengatasinya, kemudian diiringi dengan segera bangkit mencari sumber2 rezeki untuk mengatasinya.
8. Qahrir-rijal (hidup dalam perbudakan)
zaman sekarang memang sudah tidak ada lagi perbudakan manusia. tetapi manusia diperbudak oleh kekuasaan, harta, pangkat dan popularitas. semua itu hanya akan merusak hidupnya.
Ya, itulah yang bisa saya bagi.. kalau penasaran..beli aja bukunya.. ^^
Sumber: Abu Faiz Ramadhan. 2012. Ya Allah, Sia-siakah Shalat Malamku.
Sabtu, 27 Oktober 2012
Masa Kecil itu Indah...
Seingatku waktu itu liburan puasa Ramadahn. kalau dulu Ramadhan satu bulan full libur. Nggak masuk sekolah. jadi dulu waktu masih SD aku sering pulang ke kampung Orangtuaku. Saking pengennya pulang, tak jarang aku pulang sendiri sementara keluargaku masih di Kota.
Kali itu aku dan kakak pertamaku saja yang pulang ke kampung. Yang lain nggak jadi pulang karena ada suatu kendala. tentu aku kecewa karena janjinya mereka akan menyusul. Tapi satu karung mangga hasil panen pohon mangga di belakang rumah berhasil membujukku. Walaupun saat itu aku cuma makan kurang dari 10 biji saja. Sisanya diserobot oleh tujuh sepupuku.
Tak habis akal, sepupuku mencoba menghiburku dengan mengajakku main ke kebun di belakang rumahnya. Taoi kurasa kebun itu lebih mirip hutan. Ada dua kuburan disana. Didekat kuburan itu ada pohon yang daunnya sering dibuat permaianan bola api sama anak-anak desa, termasuk sepupuku. Jadi di belakang daun itu ada lapisan berwarna putih tebal. lapisan itulah yang dikuliti perlahan membentuk bola sebesar kelereng lah. Terus di bakar deh, tanpa minyak. Mungkin sudah ada kandungan minyaknya dilapisan putih itu. Seru juga. Tapi yang bikin merinding sepupu-sepupuku ini mainnya di kuburan. Tidaaaakkkk.. berapa kali pun aku ajak pulang mereka tetap betah. Katanya kalau daunnya di bawa kerumah terus buat bola apinya di rumah nggak bakalan bisa karena daun layu nggak menghasilkan bola api yang bagus. Yeahh.. tau ah.
Bosan main bola api, sepupuku mengajakku main balon-balonan dari getah jarak. seru juga. tapi pahiiit... Nggak tahan..
Seingatku juga di rumah Uwak ini aku belajar masak pertama kali. Kakak sepupuku yang lebih tua 7 tahun dariku itu yang mengajariku masak. Masak gulai telur campur tebu telur campu terung masak...ehmm campur2 deh pokoknya. Masakan khas kampung yang aku suka.. sampai nambah makannya, kan aku yang masak,heheheee... Di sana juga akhirnya aku menyukai makanan super pahit yang bernama pare.. Bilangnya sih nggak sudi makan gulai pare, tapi ketika sepupu2ku pada pergi ke depan, aku kembali ke dapur dan menikmati gulai pare tanpa nasi..hehehee.. nakal.
Aah masa kecilku. Indah untuk di kenang.
Waktu itu aku dan kakak serta sepupuku di ajak nginap kerumah pengasuh adek. Kampungnya agak jauh dari tempat Uwak. Jadi kesana mesti naik mobil. Sampai di rumahnya aku terkesiap, Ternyata kakak pengasuh punya 12 saudara. dan bayangin aja saudara terkecilnya baru berumur satu tahun sementara anak pertama berumur 30 tahunan. Ehmm,,
Besoknya kami di ajak main kesawahnya, katanya baru mau bertanam,. Jalan kaki loh, ada hampir 14 kiloan lah. Cuapeekk buangeet.. Awalnya kami lewat jalan tanah yang super duper becek. Mesti hati2 melangkah tapi setelahnya kami lewat jalan aspal yang bagus banget,kiri kanan ada pohon2 kelapa sawit yang tertata rapi. Terus agak lima kiloan lah kami belok ke jalan tanah berumput.. kiri kanan ada semak belukar, ada pohon kelapa juga. indah lah. Tak lama jalanan mulai nggak bersahabat lagi, becek. Mesti hati2 karena ada kotoran sapinya juga..iiwwww... Akhirnya kami tibalah di arela persawahan setelah melewati sungai kecil berbatu yang jernih... Masuk ke semak-semak lagi, terus sungai dalam jernih tak berbatu. Waktu itu rasanya aku yang paling pendek.Orang-orang tinggi itu termasuk kakak dan sepupuku bisa melewati sungai dengan baik. Sungai itu kiri kanannya penuh semak belukar, ada ikan-ikan kecilnya yang menyingkir ke balik akar2 semak jika ada yang lewat. aku cuma terdiam di pinggir sungai. Mikir, gimana lewatnya ya. Kalau aku masuk airnya sampai ke pinggang. Kalau jinjit bisa sih nggak sampai pinggang. Tapi otomatis pakaianku basah. Oalah si orang2 dewasa bukannya bantuin mikir malah ngomel2 di seberang suruh cepetan. Alhasil basah dah bajuku.
Sampai disawah, langsung naik ke pondok. ngadem di jendela pondok yang menghadap ke hamparan sawah yang belum ditanam. Turun ke sawah mencari liling, tau liling nggak?? Sejenis keong gitu tapi hitam bentuknya lebih kecil dikit, enak di gulai campur rebung. Tapi lagi asyik2nya nyari liling di sawah yang belum ditanami itu, saudara2 kakak pengasuh yang ada di pondok berteriak mengingatkan.. Woi,hati2 di sana banyak lintahnya...""HHaaaaaaaaaaaahhhhhhh..." aku dan sepupuku langsung loncat-loncat ke pematang sawah lari ke pondok. tapi byuuurrr... aku dan sepupuku nyebur kesawah. basah. Secepat kilat aku naik ke pematang terus lari ke pondok. Dan mencak-mencak memeriksa kaki dan pakaianku kalau2 ada lintah atau pacat. Yup. beres. Aman.. Tapi sepupuku kasihan, dihinggapi 2 atau tiga lintah. Hiks. Ya itulah pengalaman masa kecil.
Bagaimana pengalamanmu sobat????? ^^
Kali itu aku dan kakak pertamaku saja yang pulang ke kampung. Yang lain nggak jadi pulang karena ada suatu kendala. tentu aku kecewa karena janjinya mereka akan menyusul. Tapi satu karung mangga hasil panen pohon mangga di belakang rumah berhasil membujukku. Walaupun saat itu aku cuma makan kurang dari 10 biji saja. Sisanya diserobot oleh tujuh sepupuku.
Tak habis akal, sepupuku mencoba menghiburku dengan mengajakku main ke kebun di belakang rumahnya. Taoi kurasa kebun itu lebih mirip hutan. Ada dua kuburan disana. Didekat kuburan itu ada pohon yang daunnya sering dibuat permaianan bola api sama anak-anak desa, termasuk sepupuku. Jadi di belakang daun itu ada lapisan berwarna putih tebal. lapisan itulah yang dikuliti perlahan membentuk bola sebesar kelereng lah. Terus di bakar deh, tanpa minyak. Mungkin sudah ada kandungan minyaknya dilapisan putih itu. Seru juga. Tapi yang bikin merinding sepupu-sepupuku ini mainnya di kuburan. Tidaaaakkkk.. berapa kali pun aku ajak pulang mereka tetap betah. Katanya kalau daunnya di bawa kerumah terus buat bola apinya di rumah nggak bakalan bisa karena daun layu nggak menghasilkan bola api yang bagus. Yeahh.. tau ah.
Bosan main bola api, sepupuku mengajakku main balon-balonan dari getah jarak. seru juga. tapi pahiiit... Nggak tahan..
Seingatku juga di rumah Uwak ini aku belajar masak pertama kali. Kakak sepupuku yang lebih tua 7 tahun dariku itu yang mengajariku masak. Masak gulai telur campur tebu telur campu terung masak...ehmm campur2 deh pokoknya. Masakan khas kampung yang aku suka.. sampai nambah makannya, kan aku yang masak,heheheee... Di sana juga akhirnya aku menyukai makanan super pahit yang bernama pare.. Bilangnya sih nggak sudi makan gulai pare, tapi ketika sepupu2ku pada pergi ke depan, aku kembali ke dapur dan menikmati gulai pare tanpa nasi..hehehee.. nakal.
Aah masa kecilku. Indah untuk di kenang.
Waktu itu aku dan kakak serta sepupuku di ajak nginap kerumah pengasuh adek. Kampungnya agak jauh dari tempat Uwak. Jadi kesana mesti naik mobil. Sampai di rumahnya aku terkesiap, Ternyata kakak pengasuh punya 12 saudara. dan bayangin aja saudara terkecilnya baru berumur satu tahun sementara anak pertama berumur 30 tahunan. Ehmm,,
Besoknya kami di ajak main kesawahnya, katanya baru mau bertanam,. Jalan kaki loh, ada hampir 14 kiloan lah. Cuapeekk buangeet.. Awalnya kami lewat jalan tanah yang super duper becek. Mesti hati2 melangkah tapi setelahnya kami lewat jalan aspal yang bagus banget,kiri kanan ada pohon2 kelapa sawit yang tertata rapi. Terus agak lima kiloan lah kami belok ke jalan tanah berumput.. kiri kanan ada semak belukar, ada pohon kelapa juga. indah lah. Tak lama jalanan mulai nggak bersahabat lagi, becek. Mesti hati2 karena ada kotoran sapinya juga..iiwwww... Akhirnya kami tibalah di arela persawahan setelah melewati sungai kecil berbatu yang jernih... Masuk ke semak-semak lagi, terus sungai dalam jernih tak berbatu. Waktu itu rasanya aku yang paling pendek.Orang-orang tinggi itu termasuk kakak dan sepupuku bisa melewati sungai dengan baik. Sungai itu kiri kanannya penuh semak belukar, ada ikan-ikan kecilnya yang menyingkir ke balik akar2 semak jika ada yang lewat. aku cuma terdiam di pinggir sungai. Mikir, gimana lewatnya ya. Kalau aku masuk airnya sampai ke pinggang. Kalau jinjit bisa sih nggak sampai pinggang. Tapi otomatis pakaianku basah. Oalah si orang2 dewasa bukannya bantuin mikir malah ngomel2 di seberang suruh cepetan. Alhasil basah dah bajuku.
Sampai disawah, langsung naik ke pondok. ngadem di jendela pondok yang menghadap ke hamparan sawah yang belum ditanam. Turun ke sawah mencari liling, tau liling nggak?? Sejenis keong gitu tapi hitam bentuknya lebih kecil dikit, enak di gulai campur rebung. Tapi lagi asyik2nya nyari liling di sawah yang belum ditanami itu, saudara2 kakak pengasuh yang ada di pondok berteriak mengingatkan.. Woi,hati2 di sana banyak lintahnya...""HHaaaaaaaaaaaahhhhhhh..." aku dan sepupuku langsung loncat-loncat ke pematang sawah lari ke pondok. tapi byuuurrr... aku dan sepupuku nyebur kesawah. basah. Secepat kilat aku naik ke pematang terus lari ke pondok. Dan mencak-mencak memeriksa kaki dan pakaianku kalau2 ada lintah atau pacat. Yup. beres. Aman.. Tapi sepupuku kasihan, dihinggapi 2 atau tiga lintah. Hiks. Ya itulah pengalaman masa kecil.
Bagaimana pengalamanmu sobat????? ^^
Jumat, 26 Oktober 2012
Antara Aku dan Dia
Keluargaku memutuskan untuk berlibur ke tempat Uwak. Desa kecil itu memberi kenangan sendiri bagi ibu. Ya, dari tiga anak nenek cuma Uwak yang tetap tinggal di desa itu bersama istri dan ketujuh anaknya. Seperti biasa kalau udah di kampung ibu hobinya keluyuran,mengunjungi sanak keluarga. Kakak-kakak dan adikku lebih suka di rumah daripada ikut ibu jalan-jalan. Aku bosan di rumah, pergi jalan-jalan sama ibu kayaknya asyik tuh.
Kami menyusuri jalan aspal yang sepi, di kiri dan kanan jalan hanya ada kebun-kebun coklat yang agak serut tak terurus. Belok ke jalan yang lebih kecil,kali ini jalan tanah yang becek karena hujan semalam. Udara pagi ini juga agak lebih dingin dari biasanya. Hemm, bagiku yang orang kota udara desa benar2 sejuk. Aku suka. Di ujung jalan ada sungai kecil, tak ada jembatan jadi kalau mau menyeberang ya harus masuk ke sungai. Airnya agak keruh, batu2an di dasar sungai pun jadi tidak kelihatan. Lama ku menatap tumbuhan air berbunga ungu yang ada di tepian sungai itu, cantik..entah apa namanya. Seekor capung berwarna merah hinggap sebentar lalu pergi.
"Hei, cepatlah!" kata ibu yang sudah menyeberang sungai memanggilku. Aku terkesiap, cepatnya..
"Ehm tunggu Bu.." perlahan ku lepas kaos kaki dan sendal jepitku, memegangi mereka dengan tangan kanan sementara tangan kiriku mengangkat rok sampai setengah betis. hati-hati aku menyeberangi sungai yang lebarnya tidak sampai dua meter itu.
Tapi tepat di tengah-tengah sungai seorang laki-laki berjalan mendekat dan menyapa ibuku. Aku pun terlonjak kaget,menurunkan rokku. Tapi sayang tangan kananku tak sempat menjangkau sendal jepit yang terjatuh (beruntung kaos kakinya nggak ikut jatuh). Sendal itu terbawa arus sungai yang agak deras.
Ya, sendal yang tak terselamatkan.
"Maaf membuat kaget." ujar laki-laki yang berdiri di sebelah ibu, merasa bersalah.
"Hemm,.." jawabku datar. Menyembunyikan kakiku di balik rok yang menjuntai basah.
"Hanif, apa kabarmu?" tanya Ibu seraya menatap takjub ke laki-laki tinggi di sebelahnya itu. Hmm, ibu bukannya iba melihat anaknya tak punya alas kaki.
" Baik tante.." senyum cowok tegap itu. Aahh lagaknya kayak seorang tentara saja. Aku mengalihkan pandangan ke sungai yang telah menghanyutkan sendalku.
"Sudah selesai kuliahmu ya. Tante dengar kamu sudah dapat kerja di Jakarta. Wah, hebat kamu Nif. Langsung dapat kerja..." tutur ibu bangga.
"hmm, iya Tante. Alhamdulillah." jawabnya sopan.
Hanif siapa dia? Aku baru sekali ini melihatnya. Tapi sudahlah nggak peduli. Gara-gara dia sendalku hilang. Aahh. gimana ni. Rupanya cowok itu memperhatikanku juga. Karena tiba-tiba dia bertanya.
"Anak tante??"
"Iya, kenalin dia Mira.. Baru aja tamat SMA." kedua orang itu memandangku. "Mira, sini!" panggil ibu.
Aku menatap ujung rokku. Tidak mungkin. Kalau aku berjalan otomatis kakiku akan terlihat.
Seperti memahami suasana laki-laki itu melepas sendal jepitnya lalu berjalan mendekatiku. Dan menotodorkan sendal jepitnya.
"Ah, Hanif tidak perlu.."kata ibu melarang. Aku pun heran.
"Maaf ya. Saya salah tadi mengangetkan. Pakai saja. Rumah saya dekat kok dari sini." senyumnya ramah. Aku tertunduk.
"Makasih.." Sendal itu tak langsung ku pakai.
Setelah laki-laki bernama Hanif itu pergi barulah aku buru2 memasang kauskaki dan sendal jepit itu lalu mengikuti ibu yang sudah berjalan jauh meninggalkanku karena terlalu lama.
Ya, pagi itu adalah perjumpaanku dengannya, Hanif....
Kami menyusuri jalan aspal yang sepi, di kiri dan kanan jalan hanya ada kebun-kebun coklat yang agak serut tak terurus. Belok ke jalan yang lebih kecil,kali ini jalan tanah yang becek karena hujan semalam. Udara pagi ini juga agak lebih dingin dari biasanya. Hemm, bagiku yang orang kota udara desa benar2 sejuk. Aku suka. Di ujung jalan ada sungai kecil, tak ada jembatan jadi kalau mau menyeberang ya harus masuk ke sungai. Airnya agak keruh, batu2an di dasar sungai pun jadi tidak kelihatan. Lama ku menatap tumbuhan air berbunga ungu yang ada di tepian sungai itu, cantik..entah apa namanya. Seekor capung berwarna merah hinggap sebentar lalu pergi.
"Hei, cepatlah!" kata ibu yang sudah menyeberang sungai memanggilku. Aku terkesiap, cepatnya..
"Ehm tunggu Bu.." perlahan ku lepas kaos kaki dan sendal jepitku, memegangi mereka dengan tangan kanan sementara tangan kiriku mengangkat rok sampai setengah betis. hati-hati aku menyeberangi sungai yang lebarnya tidak sampai dua meter itu.
Tapi tepat di tengah-tengah sungai seorang laki-laki berjalan mendekat dan menyapa ibuku. Aku pun terlonjak kaget,menurunkan rokku. Tapi sayang tangan kananku tak sempat menjangkau sendal jepit yang terjatuh (beruntung kaos kakinya nggak ikut jatuh). Sendal itu terbawa arus sungai yang agak deras.
Ya, sendal yang tak terselamatkan.
"Maaf membuat kaget." ujar laki-laki yang berdiri di sebelah ibu, merasa bersalah.
"Hemm,.." jawabku datar. Menyembunyikan kakiku di balik rok yang menjuntai basah.
"Hanif, apa kabarmu?" tanya Ibu seraya menatap takjub ke laki-laki tinggi di sebelahnya itu. Hmm, ibu bukannya iba melihat anaknya tak punya alas kaki.
" Baik tante.." senyum cowok tegap itu. Aahh lagaknya kayak seorang tentara saja. Aku mengalihkan pandangan ke sungai yang telah menghanyutkan sendalku.
"Sudah selesai kuliahmu ya. Tante dengar kamu sudah dapat kerja di Jakarta. Wah, hebat kamu Nif. Langsung dapat kerja..." tutur ibu bangga.
"hmm, iya Tante. Alhamdulillah." jawabnya sopan.
Hanif siapa dia? Aku baru sekali ini melihatnya. Tapi sudahlah nggak peduli. Gara-gara dia sendalku hilang. Aahh. gimana ni. Rupanya cowok itu memperhatikanku juga. Karena tiba-tiba dia bertanya.
"Anak tante??"
"Iya, kenalin dia Mira.. Baru aja tamat SMA." kedua orang itu memandangku. "Mira, sini!" panggil ibu.
Aku menatap ujung rokku. Tidak mungkin. Kalau aku berjalan otomatis kakiku akan terlihat.
Seperti memahami suasana laki-laki itu melepas sendal jepitnya lalu berjalan mendekatiku. Dan menotodorkan sendal jepitnya.
"Ah, Hanif tidak perlu.."kata ibu melarang. Aku pun heran.
"Maaf ya. Saya salah tadi mengangetkan. Pakai saja. Rumah saya dekat kok dari sini." senyumnya ramah. Aku tertunduk.
"Makasih.." Sendal itu tak langsung ku pakai.
Setelah laki-laki bernama Hanif itu pergi barulah aku buru2 memasang kauskaki dan sendal jepit itu lalu mengikuti ibu yang sudah berjalan jauh meninggalkanku karena terlalu lama.
Ya, pagi itu adalah perjumpaanku dengannya, Hanif....
Kamis, 25 Oktober 2012
Keluarga
Keluarga...
Apa yang terpikir olehmu jika membaca kata itu??? Kalau aku mikirnya keluarga itu masyarakat kecil yang terdiri dari pemimpin dan rakyatnya. Pemimpinnya adalah ayah dan rakyatnya adalah ibu dan anak-anak. Tapi definisi keluarga ini sebenarnya lebih besar dari itu...
Duduk bersama di ruang keluarga, berbincang-bincang, saling bertukar informasi, menumpahkan kasih sayang, bersenda gurau...intiya ngumpul...
Ya, sebuah keluarga normal.. Tentu setiap orang mengharapkannya.
Tapi, tidak sedikit keluarga yang anggotanya sibuk sendiri-sendiri, ayah sibuk dengan kerjaannya, ibu sibuk dengan perkumpulan ibu2nya, anak sibuk dengan teman2nya. Hingga akhirnya tidak ada interaksi keluarga normal dalam keluarga itu. Sibuk sendiri-sendiri.
Ada juga yang kedua orangtuanya bercerai atau salah satunya meninggal hingga anaknya tak terperhatikan. Anak pun mencari perhatian di luar, bisa lewat jalan positif tapi tak sedikit yang melapiaskannya dengan cara yang negatif bahkan merugkan orang lain..
Ya, betapa rumitnya sebuah keluarga...
Sedih jika satu sama lain sudah tidak saling memperdulikan lagi.
Buat yang mau berkeluarga, berpikirlah jauh ke depan. Bukan sekedar menjadikan pernikahan hanya untuk melampiaskan nafsu saja kalau begitu apa bedanya kita dengan hewan. Menikah. Tidak sesimpel yang dikira. Itulah awal perjuangan dalam hidup saat dirimu benar-benar menjadi tumpuan bagi keturunanmu kelak. Ciptakan keluarga yang normal.
Tuntun keluargamu baik akidah dan akhlaknya. dekat dengan Sang Pencipta. Buat amalan harian untuk keluarga. Adakan acara keluarga yang semakin mengeratkan hubungan satu sama lain antar keluarga. Beri perhatian penuh untuk anak-anak baik agama, pendidikan dan kesehatannya.
Persiapkan anak2mu sejak 20 tahun sebelum mereka lahir...
Apa yang terpikir olehmu jika membaca kata itu??? Kalau aku mikirnya keluarga itu masyarakat kecil yang terdiri dari pemimpin dan rakyatnya. Pemimpinnya adalah ayah dan rakyatnya adalah ibu dan anak-anak. Tapi definisi keluarga ini sebenarnya lebih besar dari itu...
Duduk bersama di ruang keluarga, berbincang-bincang, saling bertukar informasi, menumpahkan kasih sayang, bersenda gurau...intiya ngumpul...
Ya, sebuah keluarga normal.. Tentu setiap orang mengharapkannya.
Tapi, tidak sedikit keluarga yang anggotanya sibuk sendiri-sendiri, ayah sibuk dengan kerjaannya, ibu sibuk dengan perkumpulan ibu2nya, anak sibuk dengan teman2nya. Hingga akhirnya tidak ada interaksi keluarga normal dalam keluarga itu. Sibuk sendiri-sendiri.
Ada juga yang kedua orangtuanya bercerai atau salah satunya meninggal hingga anaknya tak terperhatikan. Anak pun mencari perhatian di luar, bisa lewat jalan positif tapi tak sedikit yang melapiaskannya dengan cara yang negatif bahkan merugkan orang lain..
Ya, betapa rumitnya sebuah keluarga...
Sedih jika satu sama lain sudah tidak saling memperdulikan lagi.
Buat yang mau berkeluarga, berpikirlah jauh ke depan. Bukan sekedar menjadikan pernikahan hanya untuk melampiaskan nafsu saja kalau begitu apa bedanya kita dengan hewan. Menikah. Tidak sesimpel yang dikira. Itulah awal perjuangan dalam hidup saat dirimu benar-benar menjadi tumpuan bagi keturunanmu kelak. Ciptakan keluarga yang normal.
Tuntun keluargamu baik akidah dan akhlaknya. dekat dengan Sang Pencipta. Buat amalan harian untuk keluarga. Adakan acara keluarga yang semakin mengeratkan hubungan satu sama lain antar keluarga. Beri perhatian penuh untuk anak-anak baik agama, pendidikan dan kesehatannya.
Persiapkan anak2mu sejak 20 tahun sebelum mereka lahir...
Pernikahan Berbalut Kesederhanaan
Benar-benar sederhana,
rasanya inilah pernikahan sederhana yang pernah aku datangi. Amat sangat
sederhana sampai-sampai aku menitikkan air mata haru.. Tapi kedua mempelai
terlihat bahagia, walau aku tak tahu apa yang terjadi di belakang mereka.
Mungikin mereka menitikkan air mata lebih dariku, entah air mata duka ataukah
air mata bahagia.
“saya terima
nikahnya…….binti….dengan mas kawin lima puluh ribu rupiah di bayar tunai…”
“hah, lima puluh ribu
rupiah???” bisikku kala itu. Hati ku terkesiap tak percaya, uang yang besarnya
sama dengan gajiku mengajar privat 90 menit itu menjadi mas kawinnya. Bagiku
itu mas kawin termurah yang pernah ku dengar selama aku menghadiri akad nikah
orang-orang sebelumnya.
Tapi, kedua mempelai
tidak malu. Bahkan mempelai wanita tersenyum senang. Bahagia menatap laki-laki
yang telah sah menjadi suaminya itu.
Aku, benar-benar tak
percaya ini nyata. Simpel. Tak ada campur baur wanita dalam pesta walimah
mereka. Laki-laki di ruang depan, wanita di ruang belakang. Hanya mengundang
kerabat dekat dan tetangga di sekitar rumah. Tak ada tenda terpasang di halaman
rumah apalagi panggung pengantin dan organ. Tak ada hiburan, yang ada hanyalah
do’a tulus para tamu undangan. Makanannya pun sangat biasa, cukup untuk tamu
dan sedikit berlebih untuk dibagikan ke sanak keluarga. Ya inilah pernikahan
sederhana yang sangaat sederhana.
Mempelai wanita berias
ala kadarnya. Mempelai wanita duduk bersama para tamu wanita.
Ya,, begitulah
pengalamanku dalam menghadiri pesta sederhana seseorang yang ku sayangi…
Sengaja menungguku pulang untuk menghadiri akad nikahnya. Memelukku erat sambil
menitikkan air mata ketika menyambutku di depan pintu rumahnya. Menghapus
kembali make-up nya untuk bermunajat kepada Sang Pencipta di waktu Dhuha..
Ketika sampai di KUA, kedua
mempelai sudah ada, sanak keluarga terdekat kedua mempelai sudah ada. Tapi aku
langsung terkesiap karena acara belum dimulai hanya gara-gara menungguku saja..
Sebegitu spesialnyakah diriku. Mungkin, iya.
Semoga ada hikmahnya..
Rabu, 10 Oktober 2012
Surat Cinta Untukku
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ya Allah karena Cinta-Mu kami dipertemukan dalam Ukhuwah Indah penuh cinta padaMu, pada kekasihMu dan agamaMu. Walau harus berpisah,namun kami percaya tak akan lama, karena Engkau telah merencanakan yang lebih indah.....
Ukhti... Semoga cinta Nya tetap bersamamu...
Sungguh bingung harus bagaimana mengungkapkan dengan kata-kata karena aku bukan seorang pujangga, aku hanya manusia yang ingin menyampaikan Cinta pada saudaranya..
Ku ingat awal pertemuan denganmu,sesosok sederhana dan tak suka berumbar kata, namun itulah yang membuat engkau istimewa di hadapan-Nya... dan istimewa dalam perjalanan Cinta Ukhuwah kita...
Tetaplah jadi dirimu sendiri, jangan pernah memaksakan diri untuk menjadi orang lain dan jangan memaksakan untuk menempuh jalan orang lain yang belum tentu cocok dan baik untuk engkau tempuh.
Aku yakin kamu bisa membuktikan pada semua bahwa kamu bisa meraih semuanya dengan caramu sendiri..
Allah lebih tahu bagian terbaik untuk hamba-hamba-Nya, Baik dipandangan kita belum tentu baik di pandangan-Nya...
Ukhti yang ku sayangi.. carilah seseorang di tanah minang yang bisa engkau jadikan temap ceritamu dan kawan seperjuanganmu dalam meraih cintaNya..
Ku mohon janganlah dirimu memendam deritamu sendiri, berbagilah pada saudara-saudaramu..
Ukhti, afwan selama ini aku belum bisa menunaikan semua hakmu dan tak selalu bisa menghiburmu di kala tetesan air mata berjatuhan di pipimu..
Ku berdo'a semoga engkau menemukan saudara yang lebih baik dan bisa lebih mengerti dirimu.. Namun jangan lupakan kami yang tetap ada di Bengkulu menunggumu kembali dengan cerita dakwahmu...he...hee..
Ukh, ku harap semua memori lika-liku perjalanan kita di Bengkulu bisa menjadi pelajaran untuk menjadi yang lebih baik lagi..
Cintaku tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata, biarlah hanya Allah azza wajallah yang tahu betapa besar cintaku padamu karena-Nya....
Azizah
Senin, 08 Oktober 2012
Beri Aku Semangat Lagi
Pagi itu, aku terdiam di dalam kamar. Sendiri. Ah, tidak...ada dua malaikat yang selalu mengawasi tingkah lakuku. Tapi, pagi itu aku merenung. Mata sembab. Tangan perih menahan sakit. Aku tersadar. Allah masih izinkan aku bernafas pagi ini. Itu artinya Allah mashi beri aku kesempatan untuk beramal. Pagi itu, aku menangis lagi. Terdiam menatap layar laptop penuh tulisan.
***
Aku jadi ingat kisah di fotokopian.. Waktu itu aku sedang menunggu kopian rapor ku di fotokopian SMA. Ruangan kecil yang penuh sesak dengan siswa-siswi Smanli yang sama sepertiku. Menunggu ijazah. Alhamdulillah ada satu kursi kosong, aku putuskan duduk disana. tapi ketika sedang duduk menatap punggung teman2 yang antri di depan mein fotokopi, tiba-tiba tepat di depan wajahku ada wajah asing yang menatapku lekat. Tidak sampai 50 cm jarak kami, aku kesal, orang iseng pikirku. Aku langsung menunduk. Tapi wajah itu malah semakin membungkuk ke arahku dan semakin dekat. Aku jadi nggak nyaman. Apalagi ketika dia mulai mengeja namaku yang ada di sampul rapor. ya ampuun ni orang bener2 deh isengnya. Hupff..
Selidik punya selidik nih, ternyata dia pikir aku wanita berjilbab yang fotonya paling gede di buku tahunan sekolah. Ya aku dikira akhwat pemegang gitar yang tampil di buku itu.. Hemm.. Di bilang bukan tapi dia nggak percaya.. (aku kan akhwat yang pegang mik di sebelahnya,hehehe..)
Gara-gara itu aku jadi inget lagi sore-sore hujan-hujanan di pantai akhirnya masuk ke Bengkulu Indah Mall. Dan memutuskan foto di sana untuk buku tahunan sekolah itu. (maksa banget). Ceritanya kamu satu kelas konvoi kemana-mana sesuai tema masing2 grup. berhubung aku dan temanku yang sama-sama berjilbab nggak punya konsep apa-apa, jadilah comot-comot alat muski orang untuk foto wajib tahunan itu. nggak ikhlas.. apalagi nih karena kami cuma berdua, jadi satu halaman full hanya untuk foto kami, 1 grup. gleekk..
Untung yang iseng nanyain tu foto cuma satu orang aja.. Benar-benar iseng wajah cowok mantan kelas 3 Ipa 2 itu. Belakangan aku tau kalo dia ternyata pacar teman dekatu di SMP dulu. hemmm..
Malu juga udah nekat ajak dia ikut kajian, ternyata dia bukan hanif seperti yang ku kira. Ternyata dia laki-laki bebas yang bebas..(maksudnya??? hanya aku dan Allah yang tau,hehehee)..
Di kesempatan lain aku malah ngajak anak Drumbend ikut kajian, atau mayoretnya yang pakek pakaian suueekksiii abiss.. atau anak basket, atau anak paskibra, atau anak tarii... hehehee ada-ada aja semangatku dulu.. (Alhamdulillah ada juga yang mau ikut meski cuma sekali, dan untungnya kajiannya hari jumat hari dimana cewek2 wajib pakai jilbab.--aneh jga kok jumat aja sih pakek jilbabnya-- jadi dia nggak jadiin jilbab sebagai alasan nggak mau ikut ngaji... tapi adek itu cuma sekali aja ikut kajian, selanjutnya dia sibuk dengan tim basket dan paskibranya.. Ya, hidayah.. mahaaalll)
Atau kisah lain ketika teman sebangkuku yang super pintaar itu. Ku ajak juga ikut kajian. Sekali ini aja, kalau suka Alhamdulillah, kalau nggak suka kan nggak rugi2 juga kok... Akhirnya dia ikut (setelah dibujuk juga sama teman2 lain yang juga ikut kajian).. dan sekarang aku malah kalah darinya. di UI sana dia berkibar dan mengembangkan sayap di dunia dakwah. Jilbabnya juga makin lebar aja.. Ahh, aku iri..
Dan kisah pacar adekku, yang sms nyasar ke hapeku. minta ketemuan. Aku ceramahin, dan akhirnya dia ikut kajian..
Dan masih banyak kisah lain tentang semangat dakwah.. di SMA dulu..
***
Semua kisah dan masih banyak lagi tentang semangat menuntut ilmu dan mengajak orang lain untuk ikut menikmatinya. Semangat yang kini luntur lantaran aku sudah tidak mengenali diriku sendiri..
Yaa Rabb, angkat aku kembali. Dalam kelemahan diri ini, jangan Kau serahkan aku pada diriku.. Aku tak sanggup Ya Allah... Aku tak sanggupp...
***
Aku jadi ingat kisah di fotokopian.. Waktu itu aku sedang menunggu kopian rapor ku di fotokopian SMA. Ruangan kecil yang penuh sesak dengan siswa-siswi Smanli yang sama sepertiku. Menunggu ijazah. Alhamdulillah ada satu kursi kosong, aku putuskan duduk disana. tapi ketika sedang duduk menatap punggung teman2 yang antri di depan mein fotokopi, tiba-tiba tepat di depan wajahku ada wajah asing yang menatapku lekat. Tidak sampai 50 cm jarak kami, aku kesal, orang iseng pikirku. Aku langsung menunduk. Tapi wajah itu malah semakin membungkuk ke arahku dan semakin dekat. Aku jadi nggak nyaman. Apalagi ketika dia mulai mengeja namaku yang ada di sampul rapor. ya ampuun ni orang bener2 deh isengnya. Hupff..
Selidik punya selidik nih, ternyata dia pikir aku wanita berjilbab yang fotonya paling gede di buku tahunan sekolah. Ya aku dikira akhwat pemegang gitar yang tampil di buku itu.. Hemm.. Di bilang bukan tapi dia nggak percaya.. (aku kan akhwat yang pegang mik di sebelahnya,hehehe..)
Gara-gara itu aku jadi inget lagi sore-sore hujan-hujanan di pantai akhirnya masuk ke Bengkulu Indah Mall. Dan memutuskan foto di sana untuk buku tahunan sekolah itu. (maksa banget). Ceritanya kamu satu kelas konvoi kemana-mana sesuai tema masing2 grup. berhubung aku dan temanku yang sama-sama berjilbab nggak punya konsep apa-apa, jadilah comot-comot alat muski orang untuk foto wajib tahunan itu. nggak ikhlas.. apalagi nih karena kami cuma berdua, jadi satu halaman full hanya untuk foto kami, 1 grup. gleekk..
Untung yang iseng nanyain tu foto cuma satu orang aja.. Benar-benar iseng wajah cowok mantan kelas 3 Ipa 2 itu. Belakangan aku tau kalo dia ternyata pacar teman dekatu di SMP dulu. hemmm..
Malu juga udah nekat ajak dia ikut kajian, ternyata dia bukan hanif seperti yang ku kira. Ternyata dia laki-laki bebas yang bebas..(maksudnya??? hanya aku dan Allah yang tau,hehehee)..
Di kesempatan lain aku malah ngajak anak Drumbend ikut kajian, atau mayoretnya yang pakek pakaian suueekksiii abiss.. atau anak basket, atau anak paskibra, atau anak tarii... hehehee ada-ada aja semangatku dulu.. (Alhamdulillah ada juga yang mau ikut meski cuma sekali, dan untungnya kajiannya hari jumat hari dimana cewek2 wajib pakai jilbab.--aneh jga kok jumat aja sih pakek jilbabnya-- jadi dia nggak jadiin jilbab sebagai alasan nggak mau ikut ngaji... tapi adek itu cuma sekali aja ikut kajian, selanjutnya dia sibuk dengan tim basket dan paskibranya.. Ya, hidayah.. mahaaalll)
Atau kisah lain ketika teman sebangkuku yang super pintaar itu. Ku ajak juga ikut kajian. Sekali ini aja, kalau suka Alhamdulillah, kalau nggak suka kan nggak rugi2 juga kok... Akhirnya dia ikut (setelah dibujuk juga sama teman2 lain yang juga ikut kajian).. dan sekarang aku malah kalah darinya. di UI sana dia berkibar dan mengembangkan sayap di dunia dakwah. Jilbabnya juga makin lebar aja.. Ahh, aku iri..
Dan kisah pacar adekku, yang sms nyasar ke hapeku. minta ketemuan. Aku ceramahin, dan akhirnya dia ikut kajian..
Dan masih banyak kisah lain tentang semangat dakwah.. di SMA dulu..
***
Semua kisah dan masih banyak lagi tentang semangat menuntut ilmu dan mengajak orang lain untuk ikut menikmatinya. Semangat yang kini luntur lantaran aku sudah tidak mengenali diriku sendiri..
Yaa Rabb, angkat aku kembali. Dalam kelemahan diri ini, jangan Kau serahkan aku pada diriku.. Aku tak sanggup Ya Allah... Aku tak sanggupp...
Bicara Untuk Sekeping Hati yang Hilang
Septri daripada sibuk
dengan hal-hal yang nggak bermanfaat terus kamu terpuruk semakin jauh ke dalam,
akhirnya lenyap..mendingan sekarang kamu bangun deh!! lihat dunia, dunia itu
bukanlah kamarmu yang sempit ukuran 3 x 4 itu.. tapi dunia tu luuuuaaaaassss
bangeeett, jauuuuuuhhh lebih luas dari itu..
Sep lihat!! teman-temanmu sudah menyemai padi, sudah menggarap ladang.. kamu masih aja duduk2 di pondok, lihatlah orang-orang udah mulai menanam bibit-bibit padi. yang akan mereka panen hasilnya di syurga nanti.. kamu???!! heh, apa yang akan kamu panen nanti, menanam pun kamu nggak pernah!
Septri! udahan malas-malasannya. bekerjalah. lakukan amalan-amalan sholeh. yang bisa membantu tegaknya agama Allah, biarpun sedikit yang penting ada. nggak usah peduliin kata orang-orang yang iri sama kamu. Cukuplah Allah, Rasulullah dan orang-orang yang beriman yang akan menilai usahamu...
Sep lihat!! teman-temanmu sudah menyemai padi, sudah menggarap ladang.. kamu masih aja duduk2 di pondok, lihatlah orang-orang udah mulai menanam bibit-bibit padi. yang akan mereka panen hasilnya di syurga nanti.. kamu???!! heh, apa yang akan kamu panen nanti, menanam pun kamu nggak pernah!
Septri! udahan malas-malasannya. bekerjalah. lakukan amalan-amalan sholeh. yang bisa membantu tegaknya agama Allah, biarpun sedikit yang penting ada. nggak usah peduliin kata orang-orang yang iri sama kamu. Cukuplah Allah, Rasulullah dan orang-orang yang beriman yang akan menilai usahamu...
Septri!! ingat senyuman Rasulullah shalallahu alaihi wasallam semalam (dalam mimpi semalam aku bertemu Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam.. ketika adzan berkumandang, beliau berjalan ke Mesjid menoleh ke belakang lalu tersenyum padaku... MasyaAllah.. benarkah itu??? beberapa waktu yang lalu mimpi sholat di Mesjid nabawi dekat makam Rasulullah dan malam tadi........... pertanda apakah ini???? atau ini hanya godaan syaitan????)
Septri!! aku ingin kamu yang dulu. yang semangat menuntut ilmu dan semangat pula membagikannya ke adik2 mu.. aku ingin kamu yang dulu yang selalu berlomba-lomba melaksanakan amalan yaumi sebaik mungkin. yang nggak tinggal tahajjud, dhuha, ngaji minimal 1 juz, muhasabah, de el el bersama teman2 di kajian.. aku rindu kamu yang dulu yang nggak mau tinggal dari yang lain. Yang selalu nggak peduli ketika mereka heran kamu ajak ngaji. Padahal baru sekali itu bertemu. Yang nggak pernah bosan sms ajak mereka kajian. Atau mengkritik pakaian mereka yang nggak sesuai dengan yang kamu pahami. Atau mengkritik mereka yang bertindak tidak sesuai dengan ajaran islam yang kamu dapatkan. Aku rindu kamu yang dulu yang sangat peduli dengan perkembangan zaman, dan menyesuaikannya dengan ilmu yang kamu pahami, mengkritik yang tidak sesuai lalu membenarkannya. Mana septri yang seperti itu??? Kemana kamu pergi, sep??? Aku rindu kamu… sangat rindu… hikss
Septri!! kini kamu memang sudah berpisah dengan teman2 baikmu itu, teman2 shelahah mu itu, tapi mereka tetap ada mereka ada dan selalu berbuat kebaikan di tempat mereka sekarang.. kamu masih berlomba-lomba untuk mendapatkan cintanya Allah sep!! ayo bangkit.. jangan sampai kamu malu dihadapan Allah kelak.. Sep!! Bangkitlah... ku mohon.. bangkitlah.. untukku... amalan baikmu....
Septriii.....
Sabtu, 29 September 2012
Celoteh Pagi di Dapur
Ceritanya pagi itu aku sama Nisa kebagian jatah piket masak harian. Pagi-pagi buta dah bangun. Sholat,terus baca Al-Qur'an bentar abis tu langsung caw ke dapur. Go..go..masaaakk...Kupas bawang merah, iris bawang prai dan seledri.. giling-giling cabe..de el el.. Goreng-goreng..masak-masak.. wah,aromanya suueeedaaappp....hhmmm..Menu pagi ini, nasi goreng.. taraaaaa.... ehm..nyammii... Wah,ada yang kurang lengkap nih, ulang lagi giling-giling bawang, pecahin telur, ambil garam, kocok-kocok.. goreng sedikit-sedikit.. taraaaa... omelet telur jadi.. Lengkap sudah.. tinggal tambah kerupuk..dan bawang goreng kalo mauu..
ya, masak-masaknya emang udah jadi.. Sukses masak cepat, jam 7an pagi udah siap. Tapiiiiii....huaaa...teman-teman yang mau makan manaaaaa???? (menoleh ke belakang,tempat tidur..oalah masih pada malas-malasan,mentang-mentang kegiatannya baru mulai jam 9an.. Teruuuss.. yang cowok-cowok belum pada nongol nih,kecuali Ferdi, Ikad sama Bang Nico yang emang rajin sholat subuh ke Mesjid, sisanya yang lima lagi jangan di tanya jam 7 nih dimana...
"Nisa ya Tri, pokoknya nggak mau punya suami yang suka bangun siang kayak gitu.. Oggaaahhh!!!! Ya Rabb, berilah Nisa suami sholeh, rajin bangun pagi dan nolongin Nisa ya Rabb..aamiin"
"aamiin...(aku juga Ya Rabb)..." senyumku padanya mengiyakan..
Ya, iyalah siapa yang mau sama cowok malas, bangun siang, nggak sholat pula.. Mau jadi apa rumah tangga?? Belum lagi kalau ada cerita marah-marah, mecahin barang samapai mukul istri.. Tiiiiddaaaakkkkk, nggak mau cowok kayak gitu.. nggggaaaakkkk... Teriakku dalam hati,hehehe.. Serius nii..
Sambil menyiapkan menu makan siang, kami sibuk membahas masalah kemalasan ini mulai dari A-Z.. Diskusi abiss...Ya, jangan sampailah kita mendapatkan pasangan seperti itu..
"Tapi, ya Nis. dari orang-orang yang akau liat. Kalau uda nikah adan punya anak cowok tu bertanggung jawab kok. Jangan yang bangun siang kayak gitu.. Muncul sisi kebapak-annya.."
"tetep aja aku nggak mau Tri. Kalu bisa dapetnya yang udah tanggungjawab sejak sebelum nikah lah. Supaya pas nikah tinggal aplikasinya aja lagi. Aku kan mau cari imam yang membawaku ke Surga bukan malah menjebloskan aku ke neraka.. Bisa-bisa sengsara aku punya suami pemalas..." gerutu Nisa sambil menggoreng kentang..
'Iya-iya.." senyumku lagi...
ya, masak-masaknya emang udah jadi.. Sukses masak cepat, jam 7an pagi udah siap. Tapiiiiii....huaaa...teman-teman yang mau makan manaaaaa???? (menoleh ke belakang,tempat tidur..oalah masih pada malas-malasan,mentang-mentang kegiatannya baru mulai jam 9an.. Teruuuss.. yang cowok-cowok belum pada nongol nih,kecuali Ferdi, Ikad sama Bang Nico yang emang rajin sholat subuh ke Mesjid, sisanya yang lima lagi jangan di tanya jam 7 nih dimana...
"Nisa ya Tri, pokoknya nggak mau punya suami yang suka bangun siang kayak gitu.. Oggaaahhh!!!! Ya Rabb, berilah Nisa suami sholeh, rajin bangun pagi dan nolongin Nisa ya Rabb..aamiin"
"aamiin...(aku juga Ya Rabb)..." senyumku padanya mengiyakan..
Ya, iyalah siapa yang mau sama cowok malas, bangun siang, nggak sholat pula.. Mau jadi apa rumah tangga?? Belum lagi kalau ada cerita marah-marah, mecahin barang samapai mukul istri.. Tiiiiddaaaakkkkk, nggak mau cowok kayak gitu.. nggggaaaakkkk... Teriakku dalam hati,hehehe.. Serius nii..
Sambil menyiapkan menu makan siang, kami sibuk membahas masalah kemalasan ini mulai dari A-Z.. Diskusi abiss...Ya, jangan sampailah kita mendapatkan pasangan seperti itu..
"Tapi, ya Nis. dari orang-orang yang akau liat. Kalau uda nikah adan punya anak cowok tu bertanggung jawab kok. Jangan yang bangun siang kayak gitu.. Muncul sisi kebapak-annya.."
"tetep aja aku nggak mau Tri. Kalu bisa dapetnya yang udah tanggungjawab sejak sebelum nikah lah. Supaya pas nikah tinggal aplikasinya aja lagi. Aku kan mau cari imam yang membawaku ke Surga bukan malah menjebloskan aku ke neraka.. Bisa-bisa sengsara aku punya suami pemalas..." gerutu Nisa sambil menggoreng kentang..
'Iya-iya.." senyumku lagi...
Jumat, 21 September 2012
Celoteh Pagi..
Tentang dandelion... gara-gara aku hobi ngoleksi mereka meski cuma animasi blog atau gambar-gambar di laptop,temanku jadi ikut-ikutan menyukai mereka (wah,ge er,orang udah suka dandelion sejak masih jabang bayi,hihihi).. Keren,ketika layar sentuh selebar lapangan (lebay) itu di sentuh dandelion beterbangan.. suuukaaa.... Kenapa ya,aku suka banget dandelion.. satu lagi aku suka sakura (meski belum pernah lihat yang asli,aku juga suka daun ginko,bentuknya unik)... Eh,jangan salah,aku ini pengoleksi tanaman-tanaman unik looh meski cuma daunnya aja atau mahkotanya aja..hehe. Dan akan kuselipkan mereka diantara halaman-halaman buku yang ku bawa. Kurang kerjaan banget ya..
Pernah juga nih suatu hari setelah ambil wudhu dan bersiap-siap pergi ke mushola (jarak tempatnya cukup jauh,karena tempat wudhu akhwat di mushola itu nggak tertutup),aku menyempatkan diri membungkuk di bawah tangga untuk mengambil daun lucu bermahkota empat (memangnya daun ada mahkotanya???). Teman seperjalanan sampai bingung.. ngapain??? Aku cuma menjawabnya dengan tersenyum cengengesan..hehehe...
Hobi,ya itulah hobi muslimah ini. Kalau ada rumput atau bunga rumput yang unik mataku langsung tak berkedip memandangi mereka lama. Kemudian perlahan tanganku mendekati mereka dan sreekk!! mereka pun terpisah dari bagiannya,nyelip bersama yang lainnya di dalam buku sakuku.. Maaf ya, wah kalau anak tekhnik lingkungan memergokiku mungkin aku bisa kena pidana kali ya?? (anak tekhnik lingkungan atau anak hukum nih ceritanya??)
Kalau dibilang bukan pecinta alam, ya rasanya nggak juga. Karena aku cinta bangeeett sama alam.. Sayang aja belum berani menggabungkan diri dalam kelompok pecinta alam yang hobi mendaki gunung itu.. Kalau di tempatku namanya MAPALA.. Maklumlah ada yang membatasiku untuk tidak bergabung.. ^^
Pernah juga nih suatu hari setelah ambil wudhu dan bersiap-siap pergi ke mushola (jarak tempatnya cukup jauh,karena tempat wudhu akhwat di mushola itu nggak tertutup),aku menyempatkan diri membungkuk di bawah tangga untuk mengambil daun lucu bermahkota empat (memangnya daun ada mahkotanya???). Teman seperjalanan sampai bingung.. ngapain??? Aku cuma menjawabnya dengan tersenyum cengengesan..hehehe...
Hobi,ya itulah hobi muslimah ini. Kalau ada rumput atau bunga rumput yang unik mataku langsung tak berkedip memandangi mereka lama. Kemudian perlahan tanganku mendekati mereka dan sreekk!! mereka pun terpisah dari bagiannya,nyelip bersama yang lainnya di dalam buku sakuku.. Maaf ya, wah kalau anak tekhnik lingkungan memergokiku mungkin aku bisa kena pidana kali ya?? (anak tekhnik lingkungan atau anak hukum nih ceritanya??)
Kalau dibilang bukan pecinta alam, ya rasanya nggak juga. Karena aku cinta bangeeett sama alam.. Sayang aja belum berani menggabungkan diri dalam kelompok pecinta alam yang hobi mendaki gunung itu.. Kalau di tempatku namanya MAPALA.. Maklumlah ada yang membatasiku untuk tidak bergabung.. ^^
Selasa, 18 September 2012
Ga Je aja deehh
Aku harus mulai menulis dari mana ya??? Sudah tiga hari ini semangat menulis lenyap. Bluph! Hilang ditelan gundah gulana hati.. Owh,yang hilang bahkan tak sekedar semangat menulis tapi semangat hidup (oalah berbahaya banget)..
Jum'at lalu saat berjalan-jalan menuju mesjid untuk pengajian,aku sempatkan berdialog "aneh" dengan seorang teman.. Saking sibuknya dengan pikiran sendiri aku sampai lupa apa yang dibicarakan teman seperjalananku itu..(Maaf,ya ;)...).. yang ku ingat waktu itu setelah hampir tiga per empat perjalanan aku tiba-tiba buyar dari lamunanku dan menanggapi perkataannya tentang pembimbing tugas akhir...
Hemm,saat ini semangat hidup saja sudah syukur.. ucapku datar..(yahhh,nggak nyambung banget sama percakapannya,jelas banget aku nggak nyimak kata-katanya..
Sejak awal keberangkatan menuju Mesjid Kampus itu aku heboh pengen cokelat.. Rencananya sih mau cari silver queen (bener nggak tulisannya??)..Tapi di kampus mah sulit nyarinya, jadilah temanku ngajak nongkrong di kantin Mesjid. Bukan makan cokelat tapi makan bakwan.. Hihihi,ada-ada aja...
Sering mataku keluyuran mencari sosok-sosok yang membuat hatiku tenang. Sosok hamba yang dekat dengan Rabbnya..
Ketika sholat Dzuhur kemarin di mushola, tepat ketika salam aku melihat seorang ukhti tersenyum manis ke arahku. Dia baru saja menyelesaikan sholat sunah rawatib qobliyah Dzuhur. Melihatnya hati jadi tenang. Mungkin karena wajah itu dekat dengan Rabbnya. Mukenanya melambai-lambai tertiup angin.. Sholat dzuhur yang khusyuk..
Tadi ketika menunggu bus kampus, seorang akhwat melintas didepanku terburu-buru. Ku rasa aku mengenalnya. Dia menoleh ke belakang. Yup,aku mengenal wajah itu, meski kami baru satu kali bertemu. Mantan murid bimbel kakakku.. Mahasiswi tingkat satu itu, aku menyukainya. Semangatnya,pakaiannya... kecerdasannya...sepertinya dia akan mengikuti jejak kakaknya yang sama-sama akhwat itu..
Siapa lagi ya orang-orang yang ku lirik selama tiga hari ini. Orang-orang yang mengingatkanku pada sosok-sosok jilbaber penyemangat yang menemani hari-hariku di bangku SMA dulu..
Seperti biasa aku akan sangat memperhatikan setiap jilbaber yang melintas dihadapanku. Ya,aneh mungkin kebiasaanku ini.. Tadi waktu menunggu teman di halte lagi-lagi seorang akhwat menyita pikiranku. Buku divakaruni yang ada ditanganku tertutup lagi. Aku menghentikan bacaanku dan lupa menandainya,sementara pikiranku sibuk berargumen dengan penampilan si akhwat.. (Hemm...berpikir keras)
Tiba-tiba kok aku mau bercadar ya... Huuummm,aneh.. Aku membayangkan seseorang kalau mikir tentang cadar ini.. Seorang teman yang menawarkan penjahit cadar handal di kota tempat tinggalnya sekarang..Bogor...Ukhti,ukhti...
Aku jadi ingat malam di kota Hujan itu,di pelataran mesjid kami duduk. Membicarakan banyak hal,mulai dari hal yang serius sampai hal-hal lucu yang pernah kami alami bersama. Hemm,malam itu ukhti ku benar-benar kecewa dengan keadaan sekitarnya. Aku cuma bisa menanggapinya dengan senyum datar. Sebentar sekali kami bercakap-cakap tapi percakapan itu berkesan banget. Menampar hati yang penuh dosa. (rumit.....).. Jilbabnya dalam..
Hati, iya hati ini kuncinya. Hati ini yang harus dibenahi sekarang.. Percuma kan sibuk memperbaiki penampilan fisik tapi hati tak berubah.. tetap gersang penuh noda-noda hitam.. noda-noda dosa..
Jum'at lalu saat berjalan-jalan menuju mesjid untuk pengajian,aku sempatkan berdialog "aneh" dengan seorang teman.. Saking sibuknya dengan pikiran sendiri aku sampai lupa apa yang dibicarakan teman seperjalananku itu..(Maaf,ya ;)...).. yang ku ingat waktu itu setelah hampir tiga per empat perjalanan aku tiba-tiba buyar dari lamunanku dan menanggapi perkataannya tentang pembimbing tugas akhir...
Hemm,saat ini semangat hidup saja sudah syukur.. ucapku datar..(yahhh,nggak nyambung banget sama percakapannya,jelas banget aku nggak nyimak kata-katanya..
Sejak awal keberangkatan menuju Mesjid Kampus itu aku heboh pengen cokelat.. Rencananya sih mau cari silver queen (bener nggak tulisannya??)..Tapi di kampus mah sulit nyarinya, jadilah temanku ngajak nongkrong di kantin Mesjid. Bukan makan cokelat tapi makan bakwan.. Hihihi,ada-ada aja...
Sering mataku keluyuran mencari sosok-sosok yang membuat hatiku tenang. Sosok hamba yang dekat dengan Rabbnya..
Ketika sholat Dzuhur kemarin di mushola, tepat ketika salam aku melihat seorang ukhti tersenyum manis ke arahku. Dia baru saja menyelesaikan sholat sunah rawatib qobliyah Dzuhur. Melihatnya hati jadi tenang. Mungkin karena wajah itu dekat dengan Rabbnya. Mukenanya melambai-lambai tertiup angin.. Sholat dzuhur yang khusyuk..
Tadi ketika menunggu bus kampus, seorang akhwat melintas didepanku terburu-buru. Ku rasa aku mengenalnya. Dia menoleh ke belakang. Yup,aku mengenal wajah itu, meski kami baru satu kali bertemu. Mantan murid bimbel kakakku.. Mahasiswi tingkat satu itu, aku menyukainya. Semangatnya,pakaiannya... kecerdasannya...sepertinya dia akan mengikuti jejak kakaknya yang sama-sama akhwat itu..
Siapa lagi ya orang-orang yang ku lirik selama tiga hari ini. Orang-orang yang mengingatkanku pada sosok-sosok jilbaber penyemangat yang menemani hari-hariku di bangku SMA dulu..
Seperti biasa aku akan sangat memperhatikan setiap jilbaber yang melintas dihadapanku. Ya,aneh mungkin kebiasaanku ini.. Tadi waktu menunggu teman di halte lagi-lagi seorang akhwat menyita pikiranku. Buku divakaruni yang ada ditanganku tertutup lagi. Aku menghentikan bacaanku dan lupa menandainya,sementara pikiranku sibuk berargumen dengan penampilan si akhwat.. (Hemm...berpikir keras)
Tiba-tiba kok aku mau bercadar ya... Huuummm,aneh.. Aku membayangkan seseorang kalau mikir tentang cadar ini.. Seorang teman yang menawarkan penjahit cadar handal di kota tempat tinggalnya sekarang..Bogor...Ukhti,ukhti...
Aku jadi ingat malam di kota Hujan itu,di pelataran mesjid kami duduk. Membicarakan banyak hal,mulai dari hal yang serius sampai hal-hal lucu yang pernah kami alami bersama. Hemm,malam itu ukhti ku benar-benar kecewa dengan keadaan sekitarnya. Aku cuma bisa menanggapinya dengan senyum datar. Sebentar sekali kami bercakap-cakap tapi percakapan itu berkesan banget. Menampar hati yang penuh dosa. (rumit.....).. Jilbabnya dalam..
Hati, iya hati ini kuncinya. Hati ini yang harus dibenahi sekarang.. Percuma kan sibuk memperbaiki penampilan fisik tapi hati tak berubah.. tetap gersang penuh noda-noda hitam.. noda-noda dosa..
Sabtu, 15 September 2012
Ibu, I Love You
Siang ini hujan..
Hujan yang mengingatkanku pada suatu hari dimana pakaianku basah seutuhnya.. Tidak bukan milikku saja tapi hujan juga membasahi pakaian ibu dan adikku.. Siang itu dalam dinginnya perkebunan. Tanah yang lembab dan licin.. Bau daun-daun basah.. Kelelawar terusik,berkemul didalam goa.. Air sungai deras dan keruh.. Siang itu, siang dimana aku masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, siang dimana aku belajar bagaimana beratnya perjuangan ibu mencari sesuap nasi untukku.. Siang itu aku belajar betapa payahnya mengais rezeki.. Dan kini beliau sudah pergi... Tak ada nasi dan lauk di bawah tudung tanpa usaha sendiri...
Bukan,bukan anak kecil yang selalu dimanja.. Bahkan jauh-jauh hari sudah dibiasakan mandiri.. Tak ada pakaian bersih jika tidak mencuci sendiri.. Tak ada seragam rapi jika tidak menggososk sendiri.. Bersyukur punya ibu yang membiasakan anak-anaknya mandiri.. Hingga dia bisa tersenyum dihari ketika aku hanya mendapati tubuhnya yang dingin membiru...senyuman ibu..senyuman terakhirnya....
membantu suami membuatnya harus meninggalkan anak-anak untuk bekerja sendiri mengurus rumah..kami tidak sedih,kami bangga punya ibu yang tegar..meski sakit dan baru beberapa hari diizinkan meninggalkan rumah sakit, tapi ibu tak mau alpha mendatangi sawahnya...
Siang itu pun hujan, ketika aku membawa payung di tangan kiri sementara tangan kanan memegangi payung yang melindungi diri ini...
Siang i
Hujan yang mengingatkanku pada suatu hari dimana pakaianku basah seutuhnya.. Tidak bukan milikku saja tapi hujan juga membasahi pakaian ibu dan adikku.. Siang itu dalam dinginnya perkebunan. Tanah yang lembab dan licin.. Bau daun-daun basah.. Kelelawar terusik,berkemul didalam goa.. Air sungai deras dan keruh.. Siang itu, siang dimana aku masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, siang dimana aku belajar bagaimana beratnya perjuangan ibu mencari sesuap nasi untukku.. Siang itu aku belajar betapa payahnya mengais rezeki.. Dan kini beliau sudah pergi... Tak ada nasi dan lauk di bawah tudung tanpa usaha sendiri...
Bukan,bukan anak kecil yang selalu dimanja.. Bahkan jauh-jauh hari sudah dibiasakan mandiri.. Tak ada pakaian bersih jika tidak mencuci sendiri.. Tak ada seragam rapi jika tidak menggososk sendiri.. Bersyukur punya ibu yang membiasakan anak-anaknya mandiri.. Hingga dia bisa tersenyum dihari ketika aku hanya mendapati tubuhnya yang dingin membiru...senyuman ibu..senyuman terakhirnya....
membantu suami membuatnya harus meninggalkan anak-anak untuk bekerja sendiri mengurus rumah..kami tidak sedih,kami bangga punya ibu yang tegar..meski sakit dan baru beberapa hari diizinkan meninggalkan rumah sakit, tapi ibu tak mau alpha mendatangi sawahnya...
Siang itu pun hujan, ketika aku membawa payung di tangan kiri sementara tangan kanan memegangi payung yang melindungi diri ini...
Siang i
tu ibu diam dibawah pondok kecilnya, ada unggun disampingnya.. Bukannya ikut ajakan anaknya untuk pulang, ibu malah menyuruhku duduk dan memeriksa api unggun yang hampir padam itu. Apa?? ku pikir ibu minta dihidupkan kembali apinya ternyata di balik kayu-kayu yang mulai gosong itu ada ubi kayu yang hampir matang... Hemm ibu, tau aja kalau anaknya lapar..
Aku suka hujan, karena hujan menyimpan banyak kenanganku bersama ibu.. Ibu I Love You...
Aku suka hujan, karena hujan menyimpan banyak kenanganku bersama ibu.. Ibu I Love You...
Jumat, 14 September 2012
Kembalikan...
Semangat hidup saja sudah bersyukur, banget...
Hmm, yah! Kemana lagi kan ku cari semangat hidup itu??
Banyak hal terjadi, seakan ku tak peduli. Pasrah.
Biarlah begitu, biarlah begini. Toh, aku juga tak bisa menentukan yang terbaik buatku.
Cukuplah...
Hemm, Yah! Mau kemana lagi aku??
Mau apa lagi aku??
Apa tergetan hidupku...Bisa dikatakan sekarang nafasku hampir mendekati nol..
Keinginanku kabur, terbang bersama angin sore ini..
Hampa. Hati ini benar-benar kosong..
Piuhf...
Ayolah, kembalikan semangat hidupku..
Ambil kembali angan-angan itu...
Hiduplah..hiduplah semangatku...
Hmm, yah! Kemana lagi kan ku cari semangat hidup itu??
Banyak hal terjadi, seakan ku tak peduli. Pasrah.
Biarlah begitu, biarlah begini. Toh, aku juga tak bisa menentukan yang terbaik buatku.
Cukuplah...
Hemm, Yah! Mau kemana lagi aku??
Mau apa lagi aku??
Apa tergetan hidupku...Bisa dikatakan sekarang nafasku hampir mendekati nol..
Keinginanku kabur, terbang bersama angin sore ini..
Hampa. Hati ini benar-benar kosong..
Piuhf...
Ayolah, kembalikan semangat hidupku..
Ambil kembali angan-angan itu...
Hiduplah..hiduplah semangatku...
Kamis, 13 September 2012
Dia Datang Lagi, Lalu Pergi...
Apakah bahu itu akan berguncang lagi???
Apakah bantal itu akan basah lagi???
Apakah.............
Senyumnya masih jelas, senyum seorang ibu..
Dia,datang.. Lagi lagi datang. Dalam mimpiku...Hidup bersamaku..
Seperti apa rasanya punya ibu?
Bagaimana perhatiannya?
Selasa, 11 September 2012
Bukannya Menjauh, Tapi Malah Ingin Semakin Dekat...
Foto-foto itu hanyalah foto biasa. Tentang keluarga. Melihatnya, bukannya benci dan tak suka. Tapi hati tergerak ingin lebih dekat dan mengenal karakter mereka satu per satu. Ingin ngobrol bersama berbagi cerita. Ya, aku senang melihatnya. Seperti melihat keluarga sendiri.
Tentu hati menginginkan keluarga Islami, ada ayah yang taat, ibu yang taat dan saudara yang taat. Rindu keluarga yang Tahajjud berjama'ah, membaca Al-Qur'an bersama. Tapi, hati tetap tak hendak bahkan terpikir pun tidak untuk menjauhi mereka yang mungkin saat ini belum mendapatkan hidayah (Apakah diri ini sudah mendapat hidayah????).
Aku merindukan mereka meski belum pernah bertemu. Ingin bersalaman dan memperkenalkan diri. Jalan sama-sama, makan sama-sama, masak bersama, semuannya bersama. Dalam keluarga itu.
Tapi semua harapan yang meluap-luap ini surut kembali ketika satu kata terbaca, ya satu kata... yang terletak beberapa kata setelah kata selebihnya...
Tiga halaman, penjelasan yang sangat singkat (tapi agak sulit dicerna)...
(Seperti biasa jadi lupa makan kalau lagi nge-blog...penyakit...)
Ehm, minimal foto yang ada dihalaman pertama lebih keren lah dibandingkan dua foto sebelumnya. Mungkin terbersit pertanyaan jadi maksud nulis blog ini apa??? Hehehe, nggak ada mau nulis aja..
Kisah keluarga seorang teman yang unik...
***
Dulu juga pernah kirim-kiriman foto kayak gini sama teman-teman dari Cilegon. Meski belum pernah bertemu tapi hati udah nyatu aja sama mereka. Persahabatn kami hanya karena...Allah...
Sekarang melihat foto-foto ini serasa dapat keluarga baru, tapi tidak.... karena satu kata yang membatasi itu...
***
Cuma cerita aja, Maaf kalau nggak ada manfaatnya...^^
Senin, 10 September 2012
Tiga Minggu di Perkebunan Kopi bagian Satu
Setelah berhasil “memaksa” anaknya yang
baru lulus SMP dan SMA ini seorang ibu tertawa sumringah. Menyiapkan berbagai
keperluan dapur untuk bekal di kebun nanti. Dua orang anaknya cowok dan cewek
itu terdiam saja, pasrah.
Hujan rintik-rintik menyambut mereka
bertiga, di talang gunung agung itu. Udara dingin, sungguh kontras dengan udara
kota yang baru sekitar tiga-empat jam yang lalu mereka tinggalkan.
Pukul dua belas siang. Mereka istirahat
sebentar di rumah kenalan ibunya. Anak cewek memaksa agar mereka melanjutkan
perjalanan. Si ibu manut aja. Tapi baru beberapa rumah melangkah dan hampir memasuki
areal perkebunan langkah mereka terhenti. Hujan lebat. Si ibu memutuskan berteduh
dibawah rumah kayu dua tingkat yang dekat dengan mereka. Bagian bawah rumah itu
hanya disanggah beberapa tiang dan dipenuhi kayu bakar. Disanalah mereka duduk.
Jam di HP yang hampir kehabisan baterai
itu sudah menunjukkan pukul satu siang. Berarti sudah masuk waktu Dzuhur. Si
anak cewek memaksa ibunya untuk melanjutkan perjalanan karena dia mau sholat.
Tapi hujan benar-benar deras. Ibunya menyarankan anaknya untuk sholat di rumah
tempat mereka istirahat tadi. Tapi si anak menolak, karena tadi dia lihat di
rumah itu ada anjingnya. Dia ragu takut tempatnya kena najis.
Si anak terus memaksa. Hujan sedikit
reda tapi masih cukup deras. Karena si anak terus memaksa akhirnya si Ibu
mengambil semua perelngkapannya, menjunjungnya dan berdiri. Ayo! Ujarnya.
Sesekali si anak melihat ibunya yang
kesusahan berjalan di belakangnya membawa beban yang berat. Ibu, biar aku
bantu. Katanya menawarkan pertolongan tapi si ibu menggeleng. Terus saja jalan
hujan makin lebat!
Jarak yang cukup jauh harus mereka tempuh.
Mendaki bukit yang terjal, menuruni jalanan yang licin, melewati sungai deras
yang meninggi karena hujan, dan masih banyak lagi rintangan. Hujan juga masih
deras. Mereka baru sampai ke Talang yang mereka tuju sekitar satu setengah jam
lagi itupun kalau jalannya cepat. Tapi hujan begini dengan beban yang berat
tentu perjalanan mereka akan lebih lama. Perkebunan kopi itu sepi, para pemiliknya pastilah berteduh di rumah masing-masing.
Beberapa kali si anak cewek
tergelincir. Si adik cowok berinisiatif mencari kayu sebagai tongkat untuk
kakaknya itu. Baiknya.
Sampai di Talang (tapi bukan talang
yang mereka tuju) si ibu berkata, coba ibu pinjam mukena orang sini, mungkin
kamu bisa numpang sholat. Si anak senang. Tapi rasa senang itu nggak bertahan
lama karena ternyata orang yang ditanya nggak punya mukena. Ya, Allah beliau
islam nggak sih??? Masa nggak punya mukena. Terus sholatnya gimana???
Akhirnya setelah melakukan perjalanan
yang amat payah dan menguras tenaga,mereka sampai juga di rumah yang dituju.
Sholat. Itulah yang pertama kali dilakukan si anak ketika sampai.
Hujan sudah reda, tinggal sisa-sisa
embun dan udara sejuk yang dingin yang menandakan kalau tadi baru saja hujan
deras mengguyur tempat itu. Indahnya. Talang ditutupi kabut. Sungguh Indah.
Perpustakaan Lantai Tiga
Buku merah berjudul "Saudariku
Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?" menyibukkanku hingga sedikit nggak ngeh
dengan keadaan sekitar. Perpustakaan itu ramai. Tapi tidak mengurangi
kefokusanku menyimak kata demi kata dalam buku itu. Hingga akhirnya terdengar
percakapan dengan bahasa asing. Awalnya nggak peduli, paling mahasiswa UNAND
lagi ngobrol pakek bahasa asing. Tapi kedengarannya begitu fasih. Akhirnya aku
terganggu juga. Berpindah pandangan dari buku menoleh ke belakang.
Yup, ternyata tebakanku salah (hehehe, PeDe pula tuuh..).
Beneran orang asing yang lagi ngobrol di belakang. Kuperhatikan sesaat. Dua
mahasiswi asing, satunya ku taksir tingginya sekitar 190 meter, yang satu lagi
160 meter. Putih. Dengan celana balon dan kaus tak berlengan.. Santainya..
Sedetik kemudian aku sudah sibuk dengan buku lagi. Tapi lagi2 nggak konsen. Ku
lirik ke belakang, dua mahasiswi asing itu mendekati pintu ruangan perpus. Ada
ibu-ibu penjaga perpus yang lagi ngobrol di pintu. Mereka mendekat ragu. (Ibu
ini bisa bahasa inggris nggak ya.. mungkin itu yang mereka pikirkan,heheh..)
Aku kembali sibuk dengan bukuku (buku minjem).
"Ehmm, sorry..What time is it?"
Terdengar suara seorang perempuan bertanya dalam bahasa
Inggris. Wah, akhirnya mereka ngobrol juga sama ibunya.. ujarku dalam hati.
Tapi kok suaranya deket banget di telingaku???
Aku menoleh ke samping. Ya ampuun, rupannya aku yang
ditanya. Tadinya mau jawab pakek bahasa Inggris juga tapi karena kagok di
todong gitu akhirnya aku hanya memperlihatkan layar samsung putihku yang ada
tulisan jamnya di sana.. (ih, malu-maluin...)
"Oh, thank you.." jawabnya kemudian sambil
tersenyum manis.. (huhuhu.... Sorry ya..)
Kalau dipikir-pikir nyambung juga mimpiku semalam sama kisah
siang ini. Ketemu sama bule and ngobrol. Ehm, ini ya arti mimpi itu.
Lumayanlah. Tadi kirain aku bakalan belajar keluar negeri gitu terus
ngobrol-ngobrol sama bule. rupanya masih di UNAND.. hehehe...
Sabtu, 08 September 2012
Allah Dekat denganmu, Dek..
Janji untuk bertemu, tapi tak kesampaian. Rumah bercat kuning terang
itu lengang tak berpenghuni. Ku telpon nggak diangkat, sms nggak dibalas (kayak
iklan aja). Dari teman katanya Mbak Indah ke kampong.
Aku merindukannya sejak masih di Padang. Merindukan janjinya untuk
berjumpa denganku kalau aku sudah sampai di Bengkulu. Tapi, inilah yang
kudapat. Ya, mungkin Allah belum mengizinkan kami bertemu.
“Allah dekat denganmu, Dek.” Itulah nasehat yang selalu
diulang-ulangnya setiap kali aku sms kalau lagi sedang sedih. Ya, Allah dekat dengan kita jadi kenapa harus bersedih???
dari segala kepenatan,ada ALLAH Maha Pemberi kekuatan.
dari segala kegelisahan, ada ALLAH Sang Penentram Jiwa.
dari segala kedukaan, ada ALLAH Sang Penghapus Lara.
Jangan ragu jangan bimbang ALLAH akan selalu bersama kita
Dia Maha Mendengar segala pinta
Maha Pengabul setiap do'a hamba-Nya
Murabi pertamaku, yang mengajariku banyak hal. Hingga aku sedikit demi
sedikit memanjangkan kain penutup kepala ini. Hingga aku sedikit demi sedikit
belajar tentang arti kehidupan. Arti hidupku.
Sesakit Itukah???
Handphone bordering, dari kakak. Bilang kalau Ayah ke Pino sama Wak
David katanya Dee mau melahirkan. Sore.
Handphone bordering, pukul 19.50. Dari kakak, ayah nyuruh sholat hajat
karena Dee sudah dua hari kontraksi tapi anaknya belum lahir-lahir juga.
Handphone bordering, pukul 20.04. Dari ayah, ayah minta do’a dan
sholat hajat untuk kelancaran persalinan Dee.. dari kejauhan aku bias mendengar
rintihan suara Dee menahan rasa sakit yang amat sangat.. Seperti apakah
sakitnya, melahirkan???
Handphone bordering, pukul 20.24. dari ayah, Dee sudah melahirkan.
Alhamdulillah selamat dua-duanya. Bayi laki-laki. Dari kejauhan aku bias mendengar
suara tangis bayi. Bayi mungil itu, cucu pertama ayah. Bayi mungil itu ponakan
pertamaku. Bayi mungil itu buah hati pertama Kakak dan suaminya. Bayi mungil
itu Muhammad Daffa Pratama.
Daffa, jadi anak sholeh ya…^^
Handphone bordering 20.28. Dari kakak, bilang kalau Dee sudah
melahirkan.. (Udah tau..^^)… Tanya ayuk Yuni,”Yuk, melahirkan itu sakit ya??”…”Ya,ampuunn
Seep, Sakiiiiiitttt bangeetttt. Kayak mau mati aja rasanya..”
Pengakuan dari ibu dua anak itu membuat hati ini bergidik, sesakit
itukah?? Seperti mau mati??? Seperti itukah ibuku sewaktu melahirkan aku dulu??
Ya, Allah jika iya. Sungguh besar pengorbanan seorang ibu… Lalu sudah sejauh
mana baktiku terhadap ibu???
Sepotong Kisah Sedih Ba'da Dzuhur
Otaknya pecah, keluar berhamburan bersama darah segar.
Tubuh
itu lemah tergeletak tak berdaya di atas aspal berdebu.
Tak ada
yang peduli, tergerak untuk memindahkannya dari tengah jalan.
Jarak
itu semakin dekat, beberapa pelajar laki-laki yang baru saja pulang dari
sekolah menatap iba ke arahnya.
Salah
seorang dari mereka melepaskan tasnya dan menyerahkannya ke temannya lalu
menyingsingkan lengan bajunya.
Mengangkat
tubuh penuh darah itu dari jalanan ke pinggir.
Jarak
sudah semakin dekat, hingga terlihat kepalanya yang hancur.
Allah!
Sementara
nafasnya tersengal-sengal.
Tak ada
lagi suara, hanya tatapan kosong mata yang masih utuh.
Sungguh
malang.
Siapa
pelakunya? Tak bertanggung jawab.
Kambing
kecil merah....
***
Itulah
sepotong kisah sedih hari ini. Betapa sabar si kambing kecil menghadapi
kematian. Tanpa teriakan. Ya Rabb, bagaimana sakitnya sakaratul maut itu?
Padahal sebagian rasa sakitnya sudah ditanggung oleh Insan yang mulia, Rasulullah..
Ya Rabb, hati ini masih sering lalai mengingatmu.
Malaikat
maut mengintai kita 70 kali selama sehari, lalu patutkah kita tertawa
terbahak-bahak?
Ya
Allah, jaga aku...
Selasa, 04 September 2012
Where is my voice, Ya Allah??
Kehilangan satu nikmat. Sudah hampir tiga hari hidup tanpa suara. Begitu tersiksa, dan sulit mengungkapkan kata-kata.
"aa...eeh...%&$#@@@#..."
"apa??"
"##@%%>>>...."
"haah???"
Gimana rasanya coba kalau kita bicara tapi lawan bicaranya nggak ngerti???
Sedih..bangettt..
Beginikah rasanya bisu itu???
Ya, Rabb.. Sungguh mahal nikmat suara yang Engkau berikan. Tapi kini nikmat itu Engkau ambil dariku. Akankah kembali lagi Ya Rabb???
Diskusi jadi nggak lancar, untuk Dedi sabar menanti setiap kata yang berusaha ku rangkai dengan terpatah-patah walau ada gurat kebingungan yang tersirat. Atau Bang Riko yang berpikir kalau Umi adalah aku karena aku hanya diam dan sedikiiit sekali bicara. Sulit...
Besok, bagaimana caranya mengajar???
Ya, Rabb..
"aa...eeh...%&$#@@@#..."
"apa??"
"##@%%>>>...."
"haah???"
Gimana rasanya coba kalau kita bicara tapi lawan bicaranya nggak ngerti???
Sedih..bangettt..
Beginikah rasanya bisu itu???
Ya, Rabb.. Sungguh mahal nikmat suara yang Engkau berikan. Tapi kini nikmat itu Engkau ambil dariku. Akankah kembali lagi Ya Rabb???
Diskusi jadi nggak lancar, untuk Dedi sabar menanti setiap kata yang berusaha ku rangkai dengan terpatah-patah walau ada gurat kebingungan yang tersirat. Atau Bang Riko yang berpikir kalau Umi adalah aku karena aku hanya diam dan sedikiiit sekali bicara. Sulit...
Besok, bagaimana caranya mengajar???
Ya, Rabb..
Minggu, 02 September 2012
Kehilangan
Afra menatap ke langit, suatu hari
akan lewat di atas langit itu pesawat yang membawa seseorang yang sangat
dinantikannya. Bukan datang mendekat tapi pergi menjauh. Afra hanya bisa diam,
tak bisa mencegahnya. Wanita berjilbab lebar itu pasrah, menanti ketentuan
Allah saja. Tapi, jauh di lubuk hatinya harapan itu tetap bersinar. Afra
berharap Allah akan mempertemukan mereka kembali.
Tiga tahun yang lalu saat Afra baru mengenal Daffa, Daffa terlihat
berbeda dari teman-temannya. Cowok tinggi, putih dan tampan itu sangat tenang.
Sangat jauh berbeda di bandingkan teman-teman seangkatannya atau pun
senior-senior yang lain yang bawaannya marah-marah terus. Pernah suatu hari
Afra mendapati Daffa sedang sholat dhuha di mushola. Waktu itu Afra dan
teman-teman sesama jilbaber hendak sholat dhuha juga. Lama Afra terdiam di atas
sajadah ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang sangaat merdu. Ya,
Daffa lah pemilik suara merdu yang ada di balik hijab itu..
Ketika mereka berpapasan di koridor kampus atau di gedung
perkuliahan, Afra lebih sering melihat Daffa menundukkan pandangan. Diam-diam
selama dua tahun Afra memendam kekaguman terhadap Daffa. Mereka sering bertemu,
dalam agenda-agenda yang diadakan pihak BEM Fakultas. Dalam suatu rapat Afra
kadang nggak konsen, karena dirinya sibuk mencari sosok pemuda yang telah
merebut hatinya itu. Dan Afra akan menunduk dalam manakala mendapati sosok yang
dicarinya itu. Afra tahu perasaannya tidak pada tempatnya. Beberapa kali Afra
memarahi diri sendiri jika dia berbuat khilaf. Dua tahun, ya selama waktu itu
Afra berhasil menyembunyikan perasaannya.
Dalam barisan buku-buku di rak Afra melihat dua buku karangan Salim A Fillah, satu tahu yang lalu buku itu berhasil dibelinya melalui perantara Daffa. Mahasiswi tingkat akhir itu bertanya-tanya beraninya dia menitip buku-buku itu pada orang yang bahkan tidak mengenalinya dengan baik.
Afra juga mengenang tentang cerita "layang-layang putus", sebentar lagi layang-layang itu akan segera pergi meninggalkannya. Akankah takdir mengembalikan layang-layang itu padanya??
Menatap ke rak bagian tengah, Afra dapati sepasang CD berisi rekaman kajian. File-file yang baru bisa dipindahkan ke laptop dan belum sempat disimaknya. Afra senang mendapatkan ilmu dari orang yang dulu begitu eksis di matanya. Senang karena orang itu berkanan berbagi ilmu dengannya.
Dia akan pergi...
Dan Afra tak tahu kapan dia akan kembali..
Ataukah mungkin dia akan melupakannya..
Afra benar-benar tak mengetahuinya sama sekali..
Teringat do'a manis dari seorang sahabat.... Yang sedikit mengobati hati Afra, bahwa dirinya tak punya kuasa menetukan siapa pasangan hidupnya karena semua itu sudah di atur oleh Sang Maha Pengatur.. Nama itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.....
Ya Allah…kurniakanlah kami pasangan yang soleh/sholehah…
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang sentiasa memperbaiki dirinya…
yang sentiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…
kabulkan ya Allah…
kerana hati kami teramat lemah…
oh Allah,
kami mohon ampun
atas dosa selama ini
dosa-dosa kami..
andai tak menjalankan perintahMu
andai tak pedulikan NamaMu
andai tenggelam melupakan diriMu
oh Allah,
sempatkanlah kami untuk bertaubat
untuk hidup di jalanMu
untuk penuhi keewajibanku
sebelum tutup usia ini..
sebelum kami kembali kepadaMu..
Aamiin ya Rabb
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang sentiasa memperbaiki dirinya…
yang sentiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…
kabulkan ya Allah…
kerana hati kami teramat lemah…
oh Allah,
kami mohon ampun
atas dosa selama ini
dosa-dosa kami..
andai tak menjalankan perintahMu
andai tak pedulikan NamaMu
andai tenggelam melupakan diriMu
oh Allah,
sempatkanlah kami untuk bertaubat
untuk hidup di jalanMu
untuk penuhi keewajibanku
sebelum tutup usia ini..
sebelum kami kembali kepadaMu..
Aamiin ya Rabb
Sabtu, 01 September 2012
Nasehat Seorang Teman
Mengatakan
sesuatu halal atau haram butuh kepada Ilmu. ilmu yang dimaksud Ilmu Agama. para
ulama telah sepakat Ilmu agama bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah yang shahih
yang diajarkan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam kepada para sahabatnya.
Apakah nasyid islami saat ini hukumnya
haram atau tidak, ini menarik sekali.
Tetapi yang apakah setiap orang berhak
menghukumi halal haram ? tentulah tidak . karena kita jauh dari ilmu
Maka dari itu kita haruslah merujuk
kepada Ulama. Karena Allah berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka tanyakanlah olehmu kepada
orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (an-Nahl : 43)
Semua kaum muslimin sepakat Ahli Ilmu
Agama adalah Ulama
Inilah pendapat ulama mengenai nasyid
(music islami)
Setelah membaca artikel diatas APA
BEDANYA NASYID SAAT INI DENGAN NYANYIAN / LAGU SAAT INI YANG MEMBUAT KAUM
MUSLIMIN TERLENA , TIDAK MAU BELAJAR ILMU ISLAM DAN LUPA BERZIKIR KEPADA ALLAH?
Syubhat yang biasanya datang dari
orang-orang yang menggemari “musik Islami” (nasyid) adalah mereka berdalil
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah dibacakan syair-syair di
hadapan beliau dan beliau mendengarkannya, bahkan beliau pernah meminta
shahabat untuk membacakannya.
Jawaban untuk permasalahan ini adalah
bahwa syair-syair yang dibacakan di hadapan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam
tidaklah dilantunkan dalam bentuk paduan nada/suara dengan lirik lagu apalagi
alat musik, tetapi itu hanyalah sekadar bait-bait syair Arab yang berisi
kata-kata bijak dan tamsil, penggambaran sifat keberanian dan kedermawanan.
Lengkapnya di http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-nasyid-%E2%80%9Cislami%E2%80%9D-2.html
Kalaulah metode dakwah dengan music itu
baik tentulah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallah dan Shahabat radhiyallahu
‘anhum beserta para ulama pernah melakukannya. karena satu-satunya metode
dakwah telah berhasil menaklukkan dan mengobrak-abrik 2 kekuatan besar (roma
dan persia) yang dimotori Umar Ibnu Khatab adalah metode dakwah Rasulullah.
yang memberikan semangat juana kepada Salman Al Farisi, yang membakar
kapal-kapal tentara Thariq bin Ziyad diwaktu menaklukkan spanyol (andalusia)
hingga akhirnya ia menang ialah dakwah tauhid murni yang di ajarkan Rasulullah
kepada sahabatnya.
Allahu'alam kebenaran ini datang dari
ALLAH dan Rasul-Nya semoga ini dapat memotivasi kita untuk bersemangat
mempelajari ILMU AGAMA ISLAM yang mulia ini, karena kita menyadari begitu
jauhnya kita dan begitu hausnya kita kan ilmu agama
MOHON DIPERHATIKAN: KESALAHAN PENULISAN "AAMIIN" & SALAM
Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi
...Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra). Dan di-klaim sebagai DAJJAL
HINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!
Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata ...
''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.
Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...
Karena arti dari kata tersebut adalah
Bismillah..
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.
*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.
*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.
*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.
*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.
*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.
INGAT !!!
ASS = PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU
Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum
Semoga bermanfaat
...Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra). Dan di-klaim sebagai DAJJAL
HINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!
Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata ...
''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.
Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...
Karena arti dari kata tersebut adalah
Bismillah..
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.
*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.
*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.
*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.
*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.
*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.
INGAT !!!
ASS = PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU
Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum
Semoga bermanfaat
TUNDUKKAN EGO KITA SAUDARAKU... DENGARLAH JERITAN HATI KITA YG SEBENARNYA HAUS AKAN KENYAMANAN HIDUP !!!
Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM…
Saudaraku…engkau teramat kusayangi dan kucintai kerana ALLAH… Sauda...raku…jazakumullahu khairan katsiran engkau mau mendengarkan celoteh kecil dr saudarimu ini… Yuuk.. kita tundukkan sejenak kepala kita, kita tundukkan hati kita, konsentrasikan pikiran kita. Hadirkan kekhusyu’an untuk bermunajat kepadaNYA.. buanglah segala ego dan kesombongan dalam diri kita..marilah qt hanya mengingat ALLAH, ALLAH, dan hanya ALLAH saja tujuan hidup qt.
Saudara ku tau kah kau? Di suatu pagi.. ketika diri ini terbangun.. seketika itu ku coba tengok dan menyapa mentari pagi yg sudah menampakkan cahayax utk menerangi kehidupan hari ini… Dan saudaraku…Tatkala kudatangi sebuah cermin, Tampak sesosok yang sudah lama kukenali, Namun ANEH, Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.
Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya, bersinar indah di syurga sana? Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam?? Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak?? Ataukah mata ini yg akan menyelamatkan diri terhindar dr api neraka kerana sering menangis takut kerana ALLAH …. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali kedalam asalnya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam.” Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terburai menatap neraka jahanam...Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini??
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjelir dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar, KERANA bukan syahadat yg mampu diri ini lafadkan melainkan lagu2 jahiliyyah yg sering diri ini lantunkan setiap hari.. naudzubillah..dan ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus... Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?! Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam, berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!
Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh ini yang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana? Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam, terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir... taukah?? Kita mendapat makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat. Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...? berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...? berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!Wahai tubuh, seperti apakah isi gerangan hatimu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu, atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!
Betapa berbeda, apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi... Betapa aku telah tertipu... Aku tertipu oleh topeng... Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng, betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng... Sedangkan aku, hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus...Aku tertipu...Aku malu... Saudaraku, kini…..
Saudariku...Bayangkanlah tatkala waktu yang berputar saat ini akhirnya terhenti. Bayangkanlah tatkala kepala kita semua akhirnya tertunduk menyesali setiap detik yang telah berlalu dan jiwa pun menjerit meminta kembali untuk diberi kesempatan berbuat kebaikan. Saat-saat dimana gelak tawa akan berganti dengan tangisan. Saat-saat dimana diri kita akhirnya terjaga dari tidur panjang penuh mimpi yang tidak kita sadari selama ini..
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)
Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah saw bersabda9): "Allah SWT pada hari Kiamat akan bertanya kepada orang (yang tidak berani menyampaikan kebenaran): "Apakah yang membuatmu tidak mau mengucapkan (kebenaran) terhadap keadaan ini dan itu?' Orang tersebut menjawab: 'Karena takut (kemarahan) masyarakat!'
Maka [Dia] berfirman: ‘Akulah Yang lebih baik kamu takuti’”]. "Demi Allah, seandainya jenazah yg sedang kalian tangisi bisa berbicara sebentar, lalu menceritakan (betapa sakitnya saat sakratul mautnya) pd kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, lalu kalian mulai menangisi diri kalian sendiri (karena teringat dosa-dosa)."(Imam Ghazali) ..
Ya Ukht YA AKHIi, Masihkah kita bangga dgn kemaksiatan-kemaksiatan yg kita perbuat??...
Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah cinta kami kepada-Mu merupakan sebenar-benarnya bentuk cinta sejati…
Bukan hanya di lidah, namun jauh terhunjam dan mencengram di relung hati..
Sehingga tiada yang lain yang kami cari..
Dan tiada kami bergerak, menggeliat, berkata dan berucap selain agar Engkau ridho dan mengasihi kami…
Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah orang-orang yang kami kasihi saat ini..sebagai perantaraan bagi kami untuk semakin mencintai dan mendekati-Mu dalam arti sebenarnya dan bukan malah sebaliknya…
Ya Allah Ya Rabbi…
Bangunkanlah kami dari tidur panjang ini.
Sehingga kami tersadar dan mendapati, bahwa sesungguhnya Engkaulah maksud dan tujuan kami dan ridho-Mu lah yang kami cari… AAMIIN…AAMIIN.. YA RABBAL..’ AALAMIIN
Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM…
Saudaraku…engkau teramat kusayangi dan kucintai kerana ALLAH… Sauda...raku…jazakumullahu khairan katsiran engkau mau mendengarkan celoteh kecil dr saudarimu ini… Yuuk.. kita tundukkan sejenak kepala kita, kita tundukkan hati kita, konsentrasikan pikiran kita. Hadirkan kekhusyu’an untuk bermunajat kepadaNYA.. buanglah segala ego dan kesombongan dalam diri kita..marilah qt hanya mengingat ALLAH, ALLAH, dan hanya ALLAH saja tujuan hidup qt.
Saudara ku tau kah kau? Di suatu pagi.. ketika diri ini terbangun.. seketika itu ku coba tengok dan menyapa mentari pagi yg sudah menampakkan cahayax utk menerangi kehidupan hari ini… Dan saudaraku…Tatkala kudatangi sebuah cermin, Tampak sesosok yang sudah lama kukenali, Namun ANEH, Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.
Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya, bersinar indah di syurga sana? Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam?? Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak?? Ataukah mata ini yg akan menyelamatkan diri terhindar dr api neraka kerana sering menangis takut kerana ALLAH …. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali kedalam asalnya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam.” Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terburai menatap neraka jahanam...Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini??
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjelir dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar, KERANA bukan syahadat yg mampu diri ini lafadkan melainkan lagu2 jahiliyyah yg sering diri ini lantunkan setiap hari.. naudzubillah..dan ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus... Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?! Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam, berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!
Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh ini yang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana? Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam, terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir... taukah?? Kita mendapat makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat. Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...? berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...? berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!Wahai tubuh, seperti apakah isi gerangan hatimu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu, atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!
Betapa berbeda, apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi... Betapa aku telah tertipu... Aku tertipu oleh topeng... Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng, betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng... Sedangkan aku, hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus...Aku tertipu...Aku malu... Saudaraku, kini…..
Saudariku...Bayangkanlah tatkala waktu yang berputar saat ini akhirnya terhenti. Bayangkanlah tatkala kepala kita semua akhirnya tertunduk menyesali setiap detik yang telah berlalu dan jiwa pun menjerit meminta kembali untuk diberi kesempatan berbuat kebaikan. Saat-saat dimana gelak tawa akan berganti dengan tangisan. Saat-saat dimana diri kita akhirnya terjaga dari tidur panjang penuh mimpi yang tidak kita sadari selama ini..
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)
Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah saw bersabda9): "Allah SWT pada hari Kiamat akan bertanya kepada orang (yang tidak berani menyampaikan kebenaran): "Apakah yang membuatmu tidak mau mengucapkan (kebenaran) terhadap keadaan ini dan itu?' Orang tersebut menjawab: 'Karena takut (kemarahan) masyarakat!'
Maka [Dia] berfirman: ‘Akulah Yang lebih baik kamu takuti’”]. "Demi Allah, seandainya jenazah yg sedang kalian tangisi bisa berbicara sebentar, lalu menceritakan (betapa sakitnya saat sakratul mautnya) pd kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, lalu kalian mulai menangisi diri kalian sendiri (karena teringat dosa-dosa)."(Imam Ghazali) ..
Ya Ukht YA AKHIi, Masihkah kita bangga dgn kemaksiatan-kemaksiatan yg kita perbuat??...
Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah cinta kami kepada-Mu merupakan sebenar-benarnya bentuk cinta sejati…
Bukan hanya di lidah, namun jauh terhunjam dan mencengram di relung hati..
Sehingga tiada yang lain yang kami cari..
Dan tiada kami bergerak, menggeliat, berkata dan berucap selain agar Engkau ridho dan mengasihi kami…
Ya Allah Ya Rabbi…
Jadikanlah orang-orang yang kami kasihi saat ini..sebagai perantaraan bagi kami untuk semakin mencintai dan mendekati-Mu dalam arti sebenarnya dan bukan malah sebaliknya…
Ya Allah Ya Rabbi…
Bangunkanlah kami dari tidur panjang ini.
Sehingga kami tersadar dan mendapati, bahwa sesungguhnya Engkaulah maksud dan tujuan kami dan ridho-Mu lah yang kami cari… AAMIIN…AAMIIN.. YA RABBAL..’ AALAMIIN
Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Catatan seorang saudara, semoga bermanfaat..





